Komunitas Lovebird Indonesia (KLI) Tangerang Raya menyelenggarakan kontes kecantikan lovebird.

Burung lovebird tipe nyasa bernama SS Lilianae mendapat best of the best di kontes Tangerang Raya.

Burung lovebird tipe nyasa bernama SS Lilianae mendapat best of the best di kontes Tangerang Raya.

Dada SS Lilianae membusung. Tubuhnya mengilap perpaduan hijau muda dan jingga amat kontras. Selain itu penampilan tenang selama penjurian mengantarkan Liliane sebagai burung lovebird terbaik. Burung koleksi Thole Fawaid itu meraih gelar best of the best (BOB) pada ajang kontes kecantikan lovebird piala Tangerang Raya 1. “Padahal, peserta dari daerah lain juga bagus-bagus,” kata Fawaid, pehobi asal Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Menurut juri asal Jakarta, Ahmad Agus Hermawan, lovebird jenis nyasa milik Thole layak juara. “Dari 9 kriteria yang dinilai, ia tampil sempurna,” kata Agus. Panitia menilai para peserta kontes pada 8 Januari 2017 itu sesuai kriteria Komunitas Lovebird Indonesia yang mengacu aturan Belgian Lovebird Association (BVA). Para juri menilai kepala, dada, warna, punggung bawah, dan sayap, serta harmonisasi, kondisi, ukuran, dan tingkah laku lovebird.

Laku Rp20-juta
Boboiboy koleksi Haydar memang gagal meraih gelar bergengsi itu. Namun, Haydar gembira karena lovebird miliknya yang menjadi juara di kelas personata laku Rp20-juta. Pehobi asal Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Juna Vino, jatuh hati pada sosok Boboiboy. Harga itu jauh lebih mahal daripada jenis yang sama di pasaran yang berkisar Rp3,5-juta—Rp6-juta. “Saya bangga hasil tangkaran saya diakui kualitasnya sehingga diminati pehobi lain,” kata Haydar.

Thole Fawaid (berbaju putih) bersama klangenan menerima piala BOB.

Thole Fawaid (berbaju putih) bersama klangenan menerima piala BOB.

Apa rahasia perawatan para Agapornis lilianae jawara? Menurut perawat Liliana, Fawaid Akmal, kunci perawatan lovebird dengan memberikan pakan racikan sendiri. Pakan itu berupa campuran milet putih, milet merah, biji sawi, biji niger Guizotia abyssinica, biji kenari, biji gandum, gabah bangkok, dan sedikit kuaci. Ia juga memberikan suplemen pabrikan kaya asam amino dan vitamin E. “Pakan tepat menunjang performa saat kontes karena menjadi lebih fit,” kata Akmal.

Baca juga:  Kunci Rawat Ikan Killi

Sementara pemilik burung juara di kategori fallow, Gibran Rajendra Taraka, hanya memberikan pakan berupa biji kuaci dan biji gandum. “Saya juga memberikan vitamin B asal Thailand untuk menunjang stamina,” kata pehobi lovebird asal Tangerang, Provinsi Banten, itu. Dwi Purnomo, pemilik burung juara kelas opaline fischeri, lebih sederhana, yaitu hanya berupa haver atau biji gandum untuk menunjang performa klangenannya.

567_ 133“Haver kaya nutrisi sehingga menunjang performa dan pertumbuhan burung. Selain itu burung bisa menjadi kalem saat ikut kontes,” kata pehobi asal Yogyakarta yang kerap dipanggil Ipung itu. Begitu juga Haydar. Ia hanya memberikan haver untuk lovebird hasil tangkarannya. “Haver berbeda dengan pakan biasa karena mengandung nutrisi lengkap yang diperlukan burung sehingga tubuhnya gemuk dan sehat,” kata penangkar lovebird jenis personata itu.

Tante Albert meraih jawara kelas pale fallow.

Tante Albert meraih jawara kelas pale fallow.

Selain pakan, pehobi kerap memandikan dan menjemur klangenannya. “Penjemuran harus rutin setiap hari pada pukul 7.00—8.00. Kalau mandi cukup 2—3 kali tiap pekan,” kata Gibran. Menurut Ipung penjemuran rutin di pagi hari ditambah pemberian vitamin bulu juga membuat warna bulu menjadi lebih optimal. Para pehobi juga melakukan persiapan khusus menjelang kontes.

Gibran, misalnya, menempatkan burung di kandang khusus selama 5—7 hari sebelum kontes. “Tujuannya untuk merangsang burung lebih beradaptasi ketika kontes,” tutur pehobi di Tangerang itu. Dengan berbagai perlakuan itu, maka sang klangenan pun tampil prima saat kontes. Menurut panitia kontes, Supriaji Santoso, para pehobi sangat puas dengan hasil kontes perdana yang diselenggarakan Komunitas Lovebird Indonesia Tangerang Raya itu.

Para juri melakukan penilaian berdasarkan panduan internasional dari Belgian Lovebird Association (BVA).

Para juri melakukan penilaian berdasarkan panduan internasional dari Belgian Lovebird Association (BVA).

Jumlah peserta melebihi kuota yang ditargetkan panitia. “Awalnya kami memperkirakan jumlah peserta hanya 300 ekor, tapi saat kontes mencapai 400—500 ekor,” katanya. Peserta datang dari berbagai daerah, seperti Makassar, Sulawesi Selatan, Bandarlampung, (Lampung), Pamekasan, Malang, Sidoarjo, Jember, (Jawa Timur), Cianjur, Cirebon, Bekasi, Bandung, (Jawa Barat), dan Jakarta.

Baca juga:  Berjibaku Buka Pasar

Untuk menilai para peserta, panitia juga mendatangkan 6 juri dari berbagai kota, yaitu Jember, Malang, Banyuwangi, ketiganya Provinsi Jawa Timur, dan Jakarta. Menurut Supriaji kontes kali ini merupakan ajang pemanasan untuk kontes internasional yang rencananya digelar pada Mei 2017. Ajay–panggilan akrab Supriaji Santoso—menambahkan, kontes kecantikan lovebird akan semakin marak selama 2017. (Muhamad Fajar Ramadhan)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d