Buol Berlimpah Buah 1
Kelapa buol berumur 5 tahun

Kelapa buol berumur 5 tahun

Kelapa genjah, produktif, bersosok pendek, dan berdaging tebal.

Tinggi pohon kelapa itu baru semeter ketika mulai berbuah untuk kali pertama. Pohon itu menghasilkan 130—140 buah per tanaman saat berumur 5 tahun. Ukuran buah memang kecil, lingkar buah 40—44 cm dan bobot 1,5—1,7 kg. Ukuran itu hanya dua per tiga buah Cocos nucifera biasa. Buah kelapa dalam lazimnya berukuran lingkar buah 60—70 cm dan bobot 1,6—1,8 kg. Namun, buahnya lebih besar dari pada buah kelapa tipe genjah yang hanya memiliki lingkar buah 41—42 cm dan berat buat 1,1—1,2 kg.

Itulah kelebihan kelapa buol, varietas kelapa baru asal Desa Mokupo, Kecamatan Karamat, Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah. Penemunya, Ir Ismail Maskromo, MSi, peneliti dari Balai Penelitian Tanaman Palma (Balitpalma) di Manado, Sulawesi Utara. Ia menemukan kelapa unik itu saat eksplorasi pada 2000. Kelapa itu kini tersebar ke seantero Sulawesi.

Elsje T. Tenda (kanan) bersama pekebun kelapa buol

Elsje T. Tenda (kanan) bersama pekebun
kelapa buol

Semeter berbuah

Menurut Ismail, kelapa buol berasal dari Pulau Sulu, Filipina. Para pedagang dari Filipina selatan membawa kelapa itu sebagai komoditas untuk diperdagangkan. Petani di Buol lantas menanam dan memperbanyak sehingga sohor sebagai kelapa buol, sesuai sentra penanaman. Sosok kelapa buol memang mudah dijumpai di Kabupaten Buol. Menurut Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengawasan Mutu dan Sertifikasi Benih Perkebunan Sulawesi Tengah, Ir Rizal Bujang MM, dari 12.254 ha kebun kelapa di Kabupaten Buol, 70% di antaranya ditanami kelapa buol.

Kelapa yang dilepas oleh Menteri Pertanian pada Oktober 2013 dengan nama kelapa buol ST (semi tall) 1 itu mempunyai sifat campuran antara kelapa genjah dan kelapa dalam. Batang pendek dan sifat genjah merupakan karakteristik kelapa genjah, sedangkan warna buah dan produktivitas tinggi karakter khas kelapa dalam. Bagian pangkal pohon kelapa buol membengkak sohor dengan sebutan bol. Itu yang merupakan ciri kelapa dalam. Namun, pertumbuhan batang kelapa buol sangat lambat. Menurut Rizal, tinggi pohon buol berumur 30 tahun hanya 12—15 meter; kelapa dalam, 20—25 m.

Baca juga:  Hurayra Kembali Jawara

Kelapa buol berbuah perdana pada umur 3—4 tahun, saat tingginya sekitar 1 meter. “Saat sarat buah, anak berusia 12 tahun bisa memetik buah tanpa berjinjit,” ujar Elsje Tenda, peneliti Balitpalma. Bandingkan dengan kelapa dalam yang tingginya mencapai 5—7 meter ketika berbuah pertama. Kelebihan lain, produktivitas kelapa buol lebih tinggi. Dibandingkan jenis genjah, kelapa buol mampu menghasilkan sekitar 130—140 buah per pohon per tahun saat berumur 5 tahun.

Tengok produktivitas kelapa genjah kuning nias, genjah kuning bali, dan genjah hijau pada umur 5—10 tahun yang rata-rata 80—120 buah per pohon per tahun. Sementara kelapa dalam saat itu, baru mencapai 50—80 buah per pohon per tahun.

Pangkal tangkai daun buol tampak pendek, rata-rata sepanjang 128 cm. Karakter itu cukup mumpuni untuk mendukung tandan yang sarat buah. Daun buol pun pendek, panjang daun antara 5—6 m. Ukuran daun itu memberi keleluasaan menanam lebih banyak. Dengan jarak tanam 10 m x 10 m, populasi mencapai 116 tanaman per ha. Namun, jarak itu masih bisa dipersempit lagi hingga 6 m x 6 m sehingga populasi meningkat menjadi 320 tanaman.

Bibit terbatas

Untuk memperoleh hasil terbaik, Ismail menyarankan pekebun menanam buah yang dipetik maksimal 1 bulan sebelumnya. Selain itu, “Buah mesti benar-benar tua, cirinya empat per lima bagian kulit kering, berwarna cokelat, dan bila digoyang berbunyi nyaring,” kata Ismail. Sebelum menanam, pekebun sebaiknya membuat lobang tanam berukuran 50 cm x 50 cm dan memberi 500 g pupuk organik dan 500 g NPK per lubang tanam sebagai pupuk dasar. Ia menyarankan pekebun menanam pada awal musim hujan. Dengan demikian tanaman belia itu tidak terpanggang sinar matahari yang menyengat sehingga tingkat keberhasilan hidup bertambah.

Baca juga:  5 Teknik Terbaru Hidroponik

Kelapa tergolong tumbuhan tropis yang adaptif dengan ketinggian 0—600 m di atas permukaan laut, kelembapan harian 70—80%, dan suhu rata-rata 20—27C. Sebulan pascatanam, Ismail menyarankan pekebun memberikan pupuk susulan berupa 100 g Urea, 100 g SP36, dan 100 g KCl. Pupuk diberikan dua kali setahun dengan dosis menyesuaikan umur tanaman. Pemberian pupuk dengan cara menebar dalam lingkaran mengeliling tanaman. “Pupuk itu berguna mempercepat pertumbuhan,” kata Ismail. Dengan perawatan baik, pohon akan mulai berbuah pada umur 3 tahun dan mulai stabil setahun berselang.

Menurut Rizal, kelapa buol berpotensi untuk dikembangkan sebagai sumber pendapatan utama bagi pekebun. Sejak lolos sebagai varietas unggul lokal pada Oktober 2013, permintaan bibit kelapa buol terus mengalir. Sayang, keterbatasan bibit menjadikan Balitpalma UPT Pengawasan Mutu dan Sertifikasi Benih Perkebunan Kabupaten  Buol belum bisa memenuhi permintaan. Saat ini jumlah pohon induk hanya 300—      400 tanaman, sedangkan sumber bibit ada 3.000—4.000 benih. (Kartika Restu Susilo)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *