1. Putri plastik

1. Putri plastik

Adenium tumpuk baru, bak bunga plastik tahan 30 hari.

Semula sosok bunga itu tak lebih dari helaian daun berwarna hijau. Semakin lama, warna hijau itu berubah menjadi merah solid. Saat itulah paling tepat mengundang handai taulan untuk menyaksikan keelokan adenium yang tengah mekar sempurna. Itulah sosok adenium tumpuk terbaru koleksi Martani di Karangtengah, Kota Tangerang, Provinsi Banten. Proses munculnya bunga hingga mekar sempurna membutuhkan 30-40 hari. Lazimnya sejak kuncup hingga bunga adenium mekar sempurna perlu 10 hari.

Penantian lama Martani terbayar karena kesegaran adenium unik itu tahan hingga 30 hari. “Padahal, adenium bunga lain hanya 7 hari,” ujarnya. Maklum, ketebalan mahkota bunga sama dengan daun adenium obesum. Lantaran tahan lama seperti bunga plastik, pemilik nurseriHikmah Tani itu pun memberi nama putri plastik. Menurut Kepala Laboratorium Bioteknologi Lingkungan Institut Pertanian Bogor, Ir Edhi Sandra MSi, adenium tahan lama itu menggambarkan kandungan giberelin dan sitokinin sangat tinggi.

2. Rainbow

2. Rainbow

“Itu diawali dengan tetap terbentuknya daun walaupun proses pembungaan sudah terjadi. Dampaknya mahkota berawal seperti daun, tapi kemudian giberelin mendominasi sehingga kumpulan mahkota berbentuk daun itu berubah membentuk bunga,” kata pemilik Esha Flora, Plant & Tissue Culture itu. Sementara masa berbunga adenium yang lama karena kandungan giberelin dan sitokinin yang sangat tinggi. “Hal itu menghalangi dampak negatif dari hormon auksin dan zat penghambat seperti asam absisat,” ujar Edhi. Asam absisat memicu rontoknya daun atau bunga pada tanaman.

Mutasi

Bagi Martani, memperoleh putri plastik bak mendapat durian runtuh. Ia memperolehnya secara kebetulan. Pemain adenium sejak 1999 itu semula memperbanyak adenium jenis shocking pink secara vegetatif. Ia menyambung shocking pink dengan batang bawah obesum. Salah satu dari ratusan hasil sambungan itu berbunga beda, warna merah solid. Padahal, shocking pink bermahkota tumpuk itu berwarna merah muda.

3. Lucky

3. Lucky

Edhi menuturkan adenium itu mengalami mutasi bentuk, warna, dan kualitas. Meski Edhi belum tahu pasti faktor penyebab mutasi itu, perubahan itu termasuk sangat hebat. “Itu mutasi yang sangat unggul. Beruntung orang yang mendapatkannya,” kata Kepala Unit Kultur Jaringan Bagian Konservasi Tumbuhan, Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata Institut Pertanian Bogor itu.

Edhi menambahkan mutasi itu perlu mendapatkan perhatian dan penelitian lebih lanjut untuk terus mengembangkan sifat unggulnya, sehingga dapat ditularkan pada adenium yang lain. “Perlu dicek juga bahwa karakter tersebut bukan karena faktor fisiologis yang disebabkan proses penyambungan dengan tanaman bawah obesum,” ujarnya.

Baca juga:  Kefir Atasi Asam Urat

Untuk memastikan kestabilan mutasi itu Martani memperbanyak putri plastik di 3 lokasi berbeda. “Selain di nurseri sendiri, saya juga titipkan putri plastik ke teman dan menantu untuk diperbanyak dan lihat kestabilannya,” ujarnya. Hasilnya, semua hasil perbanyakan berbunga sama: merah solid, tebal, dan bunga bertahan hingga 30 hari. Martani menuturkan putri plastik bisa jadi idola baru adenium.

4. Pink hussadee

4. Pink hussadee

Jenis baru

Dunia adenium bunga memang selalu penuh kejutan dengan kehadiran sosok baru. Sebut saja harry potter yang muncul pada era 2004. Adenium berpetal putih dengan tepi merah dan garis merah di tengah petal itu menyihir para pencinta mawar gurun. Maklum, sosok tanaman anggota famili Apocynaceae asal Taiwan itu benar-benar berbeda dengan adenium sebelumnya yang berwarna solid dan polos. Misalnya merah, merah muda, dan putih dengan splash merah muda.

Selang 3 tahun muncul adenium pertama berpetal tumpuk, doxon, dengan warna merah tua. Lazimnya, adenium berpetal tunggal. Sontak saja, kehadiran adenium double petal menjadi penyemangat para penyilang di Thailand, Taiwan, dan Indonesia untuk menghasilkan mawar gurun bermahkota tumpuk beragam warna. Setelah itu hadirlah kamboja jepang pertama berwarna kuning, yelo, pada 2008. Kuning hadir di seluruh petal bunga. Biasanya kuning hanya muncul di corong bunga.

5. Hengheng

5. Hengheng

Pengamat adenum, Ir Slamet Budiarto, menuturkan tren adenium di tanahair sudah berlangsung selama 14 tahun. “Kini berbagai hal yang diimpikan untuk adenium pun terjadi,” ujarnya. Sekarang memang bermunculan mawar gurun mahkota tumpuk dengan aneka warna dan corak. Sebut saja putri anisa dan putri arimbi hasil silangan Anisa Adenium di Bekasi, Jawa Barat.

Kedua adenium itu merupakan hasil silangan penyilang tanahair yang baru dirilis pada pertengahan Mei 2014. “Kedua mawar gurun itu berdiameter 5 – 6 cm dan bunga tahan 5 – 7 hari,” kata Widyantoro Waluyo, sang empunya adenium. Putri anisa dan putri arimbi berbunga kompak karena satu kuntum menghasilkan 5 – 6 bunga. Kelebihan lain, “Corak warna keunguan dengan bercak di petal itu belum ada,” ujar pemilik nurseri Anisa Adenium itu.

6. Daeng hussadee

6. Daeng hussadee

Inovasi

Widyantoro menuturkan dalam proses persilangan, ia tidak melihat lagi jenis yang digunakan. Namun, mengelompokkan tanaman induk berdasarkan warna dan corak bunga. “Biasanya digunakan induk dengan corak ekstrem. Contohnya adenium berbunga kuning pekat,” katanya. Untuk adenium bergaris atau bercorak bintikbintik pun dicari yang coraknya tegas. Harapannya, warna dan corak tersebut dapat diturunkan ke anakan.

Baca juga:  Panen Stroberi Hidroponik

Untuk menghasilkan warna dan corak yang diinginkan perlu waktu lama, 1 – 2 tahun. Selain itu, dari 100 biji yang dihasilkan dan disemai, setelah muncul bunga paling hanya 2 – 3 yang memiliki corak berbeda dari yang sudah ada di pasaran. Sebelum dirilis, Widyantoro menguji kestabilan warna dan corak hibrid baru itu. Oleh karena itu bunga baru yang dirilis setiap tahun terbatas, kurang dari 10 hibrida.

Ko hussadee

7. Ko hussadee

Meski begitu, kehadiran varian baru dalam dunia adenium bunga hukumnya wajib. “Jika mau langgeng harus selalu berinovasi untuk menghadirkan bunga-bunga dengan corak dan warna baru,” ujar Widyantoro. Maklum, pehobi adenium biasanya mencari bunga baru yang belum mereka koleksi. Umumnya, harga adenium baru lebih tinggi. Wid – sapaan Widyantoro – menjual hibrida baru berukuran bonggol A di atas Rp50.000, jenis lama hanya Rp30.000 per pot.

Martani juga menjual adenium tergantung jenis bunga. Harga jual bonggol A, bunga single, dan tipe lama Rp30.000, sedangkan bunga baru – double dan triple – Rp150.000 per pot. Oleh karena itu ia pun berusaha untuk tetap menghasilkan bunga baru. Pasar memang cenderung merespons adenium jenis baru. Itu bukan hanya berlaku di Indonesia, tetapi juga di Thailand. Oleh karena itu para penyilang negeri Gajah Putih itu berupaya menghasilkan bunga hibrida baru.

Sutthikam Jiamrattanaprateep di Pathumthani, Thailand, selalu merilis 2 – 3 hibrida bunga tumpuk baru setiap 6 bulan. Sebut saja rainbow, ko hussadee, dan pink husadee. Rainbow bermahkota tumpuk dua, berbunga merah di bagian tengah petal dan merah muda di pinggirnya. “Bunga tahan hingga 6 hari,” kata pemilik nurseri Hussadee Adenium itu. Sementara ko hussadee berwarna kuning polos dengan petal ganda. Bunga berukuran besar, diameter sekitar 8 cm.

Selain Koong – sapaan Sutthikam Jiamrattanaprateep – Rungruang Pawin di Pathumthani juga selalu menghadirkan jenis baru. Misalnya daeng haseri, maithong, dan hengheng. Rung menjual hibrida baru ukuran bonggol A 100 baht setara Rp40.000 per pot. Sementara harga hibrida lama Rp15.000 – Rp25.000 per pot. “Konsumen Thailand menyukai warna merah dan kuning,” kata pemilik nurseri Rung Adenium itu. Pemain adenium di Negeri Siam dan tanahair sepakat, dunia adenium bunga tetap hidup. Syaratnya selalu berinovasi, untuk menghasilkan warna dan corak bunga baru atau berbeda dari sebelumnya. (Rosy Nur Apriyanti)

535_ 67

535_ 68

 

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d