Bunga Biru Ubi Baru 1
Ubi jalar antin 2 berkadar antosianin 130,19 mg/100g bobot segar

Ubi jalar antin 2 berkadar antosianin 130,19 mg/100g bobot segar

Ubijalar ungu mengandung antosianin tinggi, senyawa hebat yang menyehatkan.

Mengonsumsi bluberi 3 kali  per pekan mampu menurunkan risiko serangan diabetes mellitus tipe 2 hingga 33%. “Konsumsi buah bluberi dan diet seimbang akan meminimalkan risiko diabetes tipe 2,” kata Dr Mathewws Hobbs, kepala riset di Lembaga Riset Diabetes, Inggris. Hasil studi yang termuat dalam “British Medical Journal” itu menunjukkan, kandungan antosianin yang tinggi antara 25—495 mg/100 g bobot segar pada bluberi sangat berperan meningkatkan penyerapan glukosa dalam tubuh.

Berniat menangkal serangan diabetes, tetapi sulit memperoleh bluberi? Ubijalar ungu yang melimpah di pasar-pasar tradisional layak     sebagai pengganti. Sebab umbi Ipomoea batatas itu juga mengandung antosianin tinggi. Makanan yang kerap dicap ‘ndeso’ itu memiliki antosianin      5—210 mg/100 g bobot segar. Lebih tinggi daripada lobak merah yang berkadar antosianin 11—60 mg, kol merah (25 mg), dan plum (2—25 mg).

Seluruh bagian tanaman ubijalar ungu mengandung antosianin

Seluruh bagian tanaman ubijalar ungu mengandung antosianin

Antin

Oleh karena itu Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) Malang, Jawa Timur, mengembangkan tanaman anggota famili Convolvulaceae itu. Varietas teranyar yang baru saja dilepas pada 2013 adalah antin 2 dan antin 3. Antin 2 dan 3 unggul di kandungan antosianin yang tinggi dan warna daging umbi menarik, yaitu ungu gelap sehingga sangat cocok sebagai bahan baku keripik, jus, bakpia, dan telo.

Antin 2 merupakan hasil persilangan ubi jalar ungu klon MSU 01008-16 dan varietas lokal samarinda pada 2001. Ubi jalar ungu klon MSU 01008-16 unggul karena berkadar antosianin tinggi. Sementara varietas lokal samarinda unggul dari ketahanan terhadap penyakit.

Dr Ir M Jusuf MSc meriset antin 2 dan antin 3 sejak 2001

Dr Ir M Jusuf MSc meriset antin 2 dan antin 3 sejak 2001

Tim periset ubijalar menguji multilokasi antin 2 dan antin 3 pada 2006 dan 2007. Itu berlangsung di delapan lokasi yaitu Malang, Blitar, Mojokerto— semuanya di Jawa Timur, Karanganyar (Jawa Tengah), Kuningan, Sumedang (Jawa Barat), Padangpanjang (Sumatera Barat), dan Sidikalang (Sumetara Utara). Delapan lokasi itu merupakan sentra ubijalar

Baca juga:  Klinik Hidroponik Desember 2014

Pengujian selama 2 musim tanam  menggunakan 15 klon terdiri dari 12 klon uji dan 2 varietas pembanding. Dua varietas pembanding itu adalah varietas sari untuk pembanding betakaroten, varietas ayamurasaki sebagai pembanding antosianin, dan pembanding varietas lokal setempat.

Antosianin

Para periset mengevaluasi biji F1 persilangan terkontrol dari tetua antin 2 dan antin 3. Evaluasi itu melalui tahapan seleksi persemaian biji, seleksi tanaman tunggal, seleksi gulud tunggal, seleksi gulud berulangan, evaluasi daya hasil pendahuluan, evaluasi daya hasil lanjutan, dan uji adaptasi. Dari proses itu terpilih dua klon harapan, RIS 03063-05 dan MSU 03028-10 yang akhirnya diusulkan dengan nama antin 2 dan antin 3.

Keunggulan antin 2 dan antin 3 mengandung antosianin tinggi. Antin 3 berkadar antosianin 150,67 mg/100 g sementara varietas antin 2 berkadar antosianin 130,19 mg/100 mg. Bandingkan dengan varietas ayamurasaki yang hanya 70,41 mg. Untuk produktivitas, antin 2 dan 3 juga lebih unggul dari ayamurasaki dan varietas lokal. Antin 2 dan 3 memiliki rata-rata hasil masing-masing 24,5 ton/ha dan 23.4 ton/ha. Itu lebih tinggi daripada ayamurasaki 19,9 ton/ha dan varietas lokal 21,7 ton/ha.

ANtin-2 (kiri) dan antin-3 (kanan) varietas ubijalar ungu baru dari Balitkabi

ANtin-2 (kiri) dan antin-3 (kanan) varietas ubijalar ungu baru dari Balitkabi

Alasan mengembangkan ubijalar ungu berkadar antosianin tinggi agar konsumen dapat memperoleh manfaat kesehatan. Kadar antosianin pada ubijalar ungu sangat menyehatkan karena bersifat antioksidan. Peneliti ubijalar ungu dari Fakultas Farmasi, Universitas Airlangga, Surabaya, Damaranie Ditahayu, berpendapat serupa. Menurut alumnus Universitas Airlangga itu antosianin yang bersifat antioksidan sangat bagus sebagai penangkal radikal bebas. “Radikal bebas dapat menyebabkan beragam penyakit seperti penuaan dini,” tutur Damaranie.

Daun

Warna antosianin yang mencolok menarik ketika diolah menjadi makanan

Warna antosianin yang mencolok menarik ketika diolah menjadi makanan

Menurut Ketua Sub Unit Laboratorium Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Malang, Jawa Timur, Agus Heri Santoso STP MSi antosianin bersifat melindungi sel-sel tubuh. “Antosianin juga berfungsi melindungi hati dari paparan radikal bebas. Ini berbeda dengan antioksidan lain yaitu betakaroten yang bagus untuk menetralkan vitamin E,” tutur alaumnus Jurusan Teknologi Pangan, Institut Pertanian Bogor itu.

Baca juga:  Pencinta Burung Cinta

Menurut Damaranie, zat warna pada tumbuhan yang namanya diambil dari bahasa Yunani anthoscyanos—anthos yang berarti bunga, cyanos yang berarti biru—memang  identik dengan warna ungu kebiruan. “Secara rumus kimia dan ikatan rangkapnya antosianin menghadirkan warna ungu, sementara antioksidan lain pada tanaman seperti betakaroten identik warna jingga,” ujarnya.

Apakah antosianin hanya terdapat pada umbi? “Semua bagian tanaman ubijalar ungu mengandung antosianin,” kata Damaranie. Namun, belum ada penelitian bagian mana yang mengandung antosianin paling tinggi. “Korelasinya, semakin banyak kandungan antosianin pada umbi ubijalar ungu, pada bagian yang lain semakin banyak pula,” tutur mahasiswi pascasarjana, Universitas Airlangga, itu.  (Dr Ir Muhamad Jusuf MSc, peneliti di Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi pemulia ubijalar ungu)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *