Bukan Sekadar Nata de Coco

Bukan Sekadar Nata de Coco 1
Kelapa Sri Lanka

Kelapa Sri Lanka

Percayakah Anda bahwa di dunia ini ada negara yang menganggap kelapa luar biasa pentingnya? Demikian pentingnya sehingga untuk mengurus kelapa saja dibentuk Kementerian Pengembangan Kelapa. Itu masih ditambah dengan kehadiran Lembaga Penelitian Kelapa. Pekerjaan sehari-hari kedua institusi itu memaksimalkan manfaat kelapa untuk tujuan komersial.

Dalam kehidupan sehari-hari di negara itu, kelapa Cocos nucifera menjadi bagian tak terpisahkan. Saat sarapan, maka salah satu menu yang disajikan adalah kelapa parut kering dengan berbagai macam olahan: pedas, asin, original. Coconut sambol dengan variasi cabai hijau, madu atau cabai merah plus bawang menjadi pilihan.  Di hotel bintang lima atau di warung sederhana pinggir jalan, kelapa dalam berbagai menu selalu hadir. Bahkan di Nuwara Eliya, yang ketinggiannya 1.868 meter di atas permukaan laut (m dpl) dan suhu harian berkisar 15oC, menu kelapa, yang pohonnya tak pernah terlihat di sana, tetap hadir.

Srilanka, negara di tengah lautan Hindia  memprioritaskan kelapa karena pohon dari keluarga  Aracaceae itu sejak dahulu dikenal multiguna, mulai dari pucuk pohon sampai ke akarnya. Pohon kehidupan julukannya. Dari sebatang pohon monkey face—sebutan yang diberikan penjelajah Spanyol dulu—minimal bisa dibuat 15—47 produk berbeda dengan fungsi berbeda pula. Dari tempurungnya saja ada 4 produk komersial: briket, karbon black, karbon aktif, dan asap cair. Belum terhitung kegunaannya untuk pot atau kerajinan tangan.

Serat sabut kelapa, VCO, dessicated coconut, karbon aktif adalah produk olahan kelapa andalan ekspor Srilanka. Tatkala produksi turun dan harga eceran melonjak tajam, pemerintah bergegas mengimpor dari Malaysia dan India. Sensitivitas terhadap harga kelapa di sana persis hebohnya Indonesia jika produksi padi anjlok.

 

Olahan kelapa khas Srilanka, salah satu negara produsen olahan kelapa

Olahan kelapa khas Srilanka, salah satu negara produsen olahan kelapa

Medis

Srilanka, yang luar biasa serius mendalami kelapa hanya memanfaatkan air kelapa untuk nata de coco. Sama seperti di Indonesia, Malaysia, India atau negara pemilik pohon kelapa lain. Secara empiris air kelapa dipakai untuk menambah stamina.  Bukan tanpa alasan jika para pesepeda yang kelelahan selalu mengincar pedagang kelapa muda di pinggir jalan. Air kelapa sumber elektrolit tubuh yang hilang setelah memeras keringat.

Baca juga:  Saatnya Herbal Menasional

Hanya itu? Tidak! National Institute of Health, Amerika meneliti manfaat air kelapa pada 28 penderita hipertensi. Hasilnya menakjubkan, 71% terbukti turun tekanan darahnya setelah secara teratur minum 2 botol air kelapa seukuran kemasan air mineral setiap hari selama dua minggu.  Di Filipina, Dr Eugenio Macalalag, Direktur Departemen Urologi, Chinese General Hospital merawat pasien dengan keluhan batu ginjal dan kesulitan berkemih. Ia mengatakan, pasien yang minum air kelapa 2—3 kali seminggu batu ginjalnya mengecil secara signifikan. Berkemih pun lancar. Tidak ada tindakan operasi yang diperlukan.

Ada lagi peneliti lain yang ingin mengetahui manfaat air kelapa terhadap penyakit hati. Percobaan pada tikus menunjukkan, air kelapa secara signifikan menurunkan kadar total kolesterol. Turunnya total kolesterol secara otomatis menurunkan kadar kolesterol di dalam hati dan pembuluh darah. Trigliserida dan fosfolipid pun turun. Air kelapa yang kaya kandungan mineral, terutama kalium, kalsium, magnesium, dan arginine menjadi penyebabnya.

Konsumsi air kelapa membantu mengembalikan energi yang hilang pascaaktivitas seperti bersepeda

Konsumsi air kelapa membantu mengembalikan energi yang hilang pascaaktivitas seperti bersepeda

Ada lagi fakta yang menghebohkan. Air kelapa biasa dipakai para pekebun anggrek untuk memacu pertumbuhan. Sitokinin dalam air kelapa sangat terkenal di kalangan penganggrek. Di mata dunia medis, sitokinin mempunyai manfaat lain: antiaging dan sanggup meremajakan jaringan dan sel-sel yang menua.

Sitokinin adalah hormon yang mengatur pertumbuhan sel. Ketika sel-sel dalam tubuh manusia bersentuhan dengan sitokinin, proses penuaan pun melambat. Para peneliti yakin, asupan sitokinin secara teratur pada manusia akan menghambat proses penuaan dan mencegah munculnya penyakit karena faktor usia. Dan, air kelapa sumber sitokinin terbanyak di dunia. Meskipun prosesnya belum diketahui, tetapi efek sitokinin untuk menghambat penuaan tersebar di berbagai tullisan ilmiah di jurnal-jurnal kedokteran.  Selalu disinggung bahwa sitokinin antioksidan alami yang luar biasa. Ia melindungi DNA dan protein dari kerusakan akibat oksidasi.

Baca juga:  Umur 2 Tahun Bobot 1,6 Ton

 

Objek penelitian

Julukan the tree of life pantas disandang lantaran sepertiga penduduk dunia memakainya dalam kehidupan sehari-hari. Di berbagai belahan dunia dan di berbagai periode peradaban, peran kelapa selalu sama, yakni sumber makanan dan pengobatan. Fungsi rangkap itu membuat kelapa dianggap bahan pangan fungsional.

Sejak dahulu kelapa, terutama minyaknya—virgin coconut oil—dipakai untuk mengobati beragam penyakit. Dari berbagai kesaksian di dunia maya, ada 37 jenis penyakit yang diatasi dengan VCO. Rentang penyebab penyakit yang bisa diatasinya sangat luas. Mulai dari  luka fisik, bakteri, virus, kerusakan organ tubuh, gangguan metabolisme sampai ke masalah gizi.

Di dunia medis kini air kelapa menduduki tempat terhormat, sebanding dengan VCO. Puluhan penelitian antikanker–dilakukan di berbagai negara–digelar. Semua mengacu pada kandungan sitokinin di air kelapa. Di Cina terbukti air kelapa menurunkan potensi atherosklerosis. Empat penelitian lain terkait dengan kasus kardiovaskuler sudah dilakukan.

Hasilnya semua positif. Ada pula penelitian peran air kelapa sebagai hormon pertumbuhan dan mencegah penuaan. Juga kemampuannya sebagai cairan infus dan terapi dehidrasi.  Delapan belas asam amino, 13 jenis lipid, 16 vitamin, 10 mineral campur aduk di dalam tempurung, menjadi bagian dari endosperma yang belum matang, membuatnya berfungsi sebagai obat bagi manusia. Air kelapa  benar-benar bagian dari the tree of life. Jangan jadikan dia sekadar bahan pembuat nata de coco. ***

*) Onny Untung, redaktur senior Trubus

 

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x