Budidaya Microgreens Di Dalam Ruangan

Benih khusus microgreens mengandalkan pasokan dari mancanegara seperti Amerika Serikat

Benih khusus microgreens mengandalkan pasokan dari mancanegara seperti Amerika Serikat

“Pastikan pot microgreens tertutup rapat. Jika tidak hanya sekitar 30% benih microgreens yang berkecambah serempak di awal. Sisanya tumbuh beberapa hari kemudian,” kata produsen microgreens dalam ruangan sejak November 2017 itu.

Dengan kata lain pertumbuhan microgreens dalam pot tidak merata sehingga merusak penampilan. Sudah begitu panen microgreens terhambat 3—4 hari dari waktu normal. Jika menghendaki microgreens lebih tinggi tutup rapat pot selama 4 hari.

Eva Lasti Apriyani Madarona fokus membudidayakan microgreens dalam ruangan sejak November 2017

Eva Lasti Apriyani Madarona fokus membudidayakan microgreens dalam ruangan sejak November 2017

Jika infraboard dibuka pada hari ke-5 setelah benih diutup, batang tanaman rapuh. Makin cepat penutup dibuka, tanaman semakin pendek. Selang 3—4 hari Eva mengangkat infraboard dan meletakkan baki berisi pot microgreens ke rak berlampu tanam sesuai warna tanaman.

Waktu kerja lampu dan pendingin ruangan sama yakni pada pukul 05.00—21.00. Artinya microgreens mendapatkan sinar lampu tanam 16 jam sehari.Perawatan harian hanya penambahan air nutrisi hidroponik yang dituangkan ke dalam baki setinggi sekitar setengah cm. Terlalu banyak air menyebabkan lumut tumbuh subur.

Pada awal membudidayakan microgreens dalam ruangan, Eva menyemprotkan nutrisi langsung ke tanaman. Hasilnya batang tanaman yang berada di tengah berakar. Setiap microgreens memiliki rentang waktu panen.

Microgreens lazim digunakan sebagai garnish salad

Microgreens lazim digunakan sebagai garnish salad

Misal rambo radish mesti dipanen 7 hari pascatebar benih. Lebih dari sepekan microgreens itu terlalu besar. Sementara microgreens golongan brassica beda lagi karena bisa dijual pada umur 8—12 hari setelah penebaran benih. Kini Eva memproduksi 320—400 pot microgreens per bulan seharga Rp30.000 per pot. Artinya ia mendapatkan omzet Rp9,6 juta—Rp12 juta (th 2018) dari hasil perniagaan microgreens.

Menurut Eva ongkos produksi budidaya microgreens dalam ruangan yang menggunakan lampu tanam dan pendingin ruangan relatif murah yakni Rp10.000 per pot (th 2018). Bisa dibilang penggunaan lampu tanam untuk budidaya microgreens ekonomis. Komponen paling mahal yaitu benih karena berasal dari mancanegara.

Musababnya hanya benih khusus microgreens yang digunakan atau benih organik.Benih tanpa perlakuan apapun dari pabrik. Hanya benih red amaranth yang lokal dan dipanen sekitar 3—4 pekan pascatebar. Dengan begitu jika ada perlakuan dari pabrik pun sudah hilang. Kini Eva membudidayakan sekitar 15 jenis microgreens, semula hanya 3 jenis. Microgreens favorit konsumen antara lain red mustard, basil, corriander, dan red amaranth.

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Tags:
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x