Budidaya Microgreens Di Dalam Ruangan 1

Budidaya microgreens dalam ruangan mengandalkan lampu tumbuh (grow light lamp). Budidaya dalam ruangan menggunakan lampu tumbuh meningkatkan kualitas microgreens.

Semula Eva Lasti Apriyani Madarona memanen microgreens jenis red russian kale pada umur 14 hari setelah tanam (hst). Kini Eva memanen microgreens tanaman anggota famili Brassicaceae itu pada 10—12 hst. Artinya perempuan yang berdomisili di Kota Bandung, Jawa Barat, itu memanen 2—4 hari lebih cepat dibandingkan dengan penanaman sebelumnya.

Keunggulan bertanam microgreens dalam ruangan yakni bebas gangguan hama dan warna tanaman lebih pekat.
Keunggulan bertanam microgreens dalam ruangan yakni bebas gangguan hama dan warna tanaman lebih pekat

Warna microgreens pun lebih cantik lantaran terdapat sedikit semburat merah. Semula warna microgreens red russian kale cenderung hijau. Selain itu Brassica oleracea var. sabellica pun berpenampilan lebih mulus karena relatif jarang terserang hama dan penyakit.

Produsen micogreens di Kota Bandung, Jawa Barat, Soeparwan Soeleman, mendefinisikan microgreens sebagai tanaman berumur 3 pekan atau kurang yang memiliki 1—2 daun sejati.

Lampu tumbuh

Soeparwan menuturkan, batasan microgreens itu bukan definisi baku. “Yang pasti kategori microgreens mengacu pada tanaman berumur 3 pekan atau kurang,” kata Soeparwan. Apa rahasia Eva sehingga menghasilkan red russian kale lebih cepat dan bermutu bagus? Ia membudidayakan microgreens dalam ruangan mengandalkan lampu tumbuh (grow light lamp).

Menurut Eva penggunaan lampu tumbuh yang baik mendukung pertumbuhan microgreens lebih maksimal. Musababnya penanaman di luar ruangan tergantung dari intensitas sinar matahari yang kerap tidak menentu. Dampaknya red russian kale dan microgreens lain seperti red amaranth milik Eva lebih mulus dan cepat panen.

Sinar lampu tumbuh (grow light lamp) menggantikan peran cahaya matahari sehingga microgreens dapat tumbuh dan berkembang.
Sinar lampu tumbuh (grow light lamp) menggantikan peran cahaya matahari sehingga microgreens dapat tumbuh dan berkembang

Penampilan microgreens pun lebih cantik jika menggunakan cahaya lampu tanam. “Microgreens red amaranth berwarna lebih pekat di bawah lampu tanam, “ kata ibu 2 anak itu. Budidaya microgreens ala Eva terbukti meningkatkan mutu pangan sehat itu.

Salah satu kafe di bilangan Kemang, Jakarta Selatan, yang beberapa kali memesan microgreens dari produsen lain menyatakan mutu produk Eva sudah sangat bagus.

Baca juga:  Janur Elok Kreasi Bart

Eva membudidayakan aneka microgreens dalam pot berdiamater 10 cm. Setiap pot berada dalam baki yang bisa menampung 4—12 pot. Jumlah pot dalam baki menyesuaikan permintaan konsumen. Baki berisi pot itu berjejer di atas rak besi bertingkat 3.

Ketika Trubus berkunjung ke tempat produksi microgreens kepunyaan Eva, terdapat 2 rak berisi pot microgreens dalam baki di ruangan berukuran 3 m x 3 m.

Setiap tingkat rak memiliki 1 unit lampu tanam. Ia memiliki lampu tanam berspektrum khusus untuk tanaman berwarna merah dan lampu tanam berspektrum khusus untuk microgreens berkelir hijau.

Ruangan itu berhawa sejuk karena Eva menyetel pendingin ruangan pada suhu 18—20°C. Budidaya microgreens relatif mudah. Eva menggunakan rockwool sebagai media tanam.

Tumbuh serentak

Eva menebarkan ratusan benih secara merata setelah pot terisi rockwool dan diberi air nutrisi hidroponik AB mix electrical conductivity (EC) 1. Perempuan berusia 35 tahun itu lalu meletakkan pot berisi benih microgreens ke dalam baki. Selanjutnya ia menutup pot microgreens dalam baki menggunakan infraboard. Penutupan bertujuan agar tanaman tumbuh serempak.

Benih khusus microgreens mengandalkan pasokan dari mancanegara seperti Amerika Serikat
Benih khusus microgreens mengandalkan pasokan dari mancanegara seperti Amerika Serikat

“Pastikan pot microgreens tertutup rapat. Jika tidak hanya sekitar 30% benih microgreens yang berkecambah serempak di awal. Sisanya tumbuh beberapa hari kemudian,” kata produsen microgreens dalam ruangan sejak November 2017 itu.

Dengan kata lain pertumbuhan microgreens dalam pot tidak merata sehingga merusak penampilan. Sudah begitu panen microgreens terhambat 3—4 hari dari waktu normal. Jika menghendaki microgreens lebih tinggi tutup rapat pot selama 4 hari.

Eva Lasti Apriyani Madarona fokus membudidayakan microgreens dalam ruangan sejak November 2017
Eva Lasti Apriyani Madarona fokus membudidayakan microgreens dalam ruangan sejak November 2017

Jika infraboard dibuka pada hari ke-5 setelah benih diutup, batang tanaman rapuh. Makin cepat penutup dibuka, tanaman semakin pendek. Selang 3—4 hari Eva mengangkat infraboard dan meletakkan baki berisi pot microgreens ke rak berlampu tanam sesuai warna tanaman.

Baca juga:  Tomat Baru Pilihan Pekebun - Tomat Rewako

Waktu kerja lampu dan pendingin ruangan sama yakni pada pukul 05.00—21.00. Artinya microgreens mendapatkan sinar lampu tanam 16 jam sehari.Perawatan harian hanya penambahan air nutrisi hidroponik yang dituangkan ke dalam baki setinggi sekitar setengah cm. Terlalu banyak air menyebabkan lumut tumbuh subur.

Pada awal membudidayakan microgreens dalam ruangan, Eva menyemprotkan nutrisi langsung ke tanaman. Hasilnya batang tanaman yang berada di tengah berakar. Setiap microgreens memiliki rentang waktu panen.

Microgreens lazim digunakan sebagai garnish salad
Microgreens lazim digunakan sebagai garnish salad

Misal rambo radish mesti dipanen 7 hari pascatebar benih. Lebih dari sepekan microgreens itu terlalu besar. Sementara microgreens golongan brassica beda lagi karena bisa dijual pada umur 8—12 hari setelah penebaran benih. Kini Eva memproduksi 320—400 pot microgreens per bulan seharga Rp30.000 per pot. Artinya ia mendapatkan omzet Rp9,6 juta—Rp12 juta (th 2018) dari hasil perniagaan microgreens.

Menurut Eva ongkos produksi budidaya microgreens dalam ruangan yang menggunakan lampu tanam dan pendingin ruangan relatif murah yakni Rp10.000 per pot (th 2018). Bisa dibilang penggunaan lampu tanam untuk budidaya microgreens ekonomis. Komponen paling mahal yaitu benih karena berasal dari mancanegara.

Musababnya hanya benih khusus microgreens yang digunakan atau benih organik.Benih tanpa perlakuan apapun dari pabrik. Hanya benih red amaranth yang lokal dan dipanen sekitar 3—4 pekan pascatebar. Dengan begitu jika ada perlakuan dari pabrik pun sudah hilang. Kini Eva membudidayakan sekitar 15 jenis microgreens, semula hanya 3 jenis. Microgreens favorit konsumen antara lain red mustard, basil, corriander, dan red amaranth.

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *