Budidaya Ikan Pelangi kurumoi di Luar Habitat Asli

Budidaya Ikan Pelangi kurumoi di Luar Habitat Asli 1

Indonesia memiliki keragaman jenis ikan hias air tawar terbesar di dunia. Kondisi geografis turut membentuk kekhasan dan keistimewaan ikan hias. Pulau Papua sebagai habitat asal ikan pelangi alias rainbow fish salah satu penyumbang ikan hias berkualitas tinggi di dunia.

Menurut Adrian R Tappin, peneliti dari Australia New Guinea Fishes Association, terdapat lebih dari 100 spesies ikan pelangi di seluruh dunia.

Peternak ikan pelangi pada umumnya menggunakan wadah bak beton untuk membudidayakan ikan pelangi. Pemijahan indukan secara massal, panen larva maksimal umur 1 bulan, dan pakan alami larva. Seluruh tahapan budidaya itu dilakukan di luar ruangan.

Kelemahan teknik budidaya itu produksi rendah, memerlukan tempat luas, dan potensi hama lebih banyak.

Wadah berisi substrat dari tali rafia sebagai tempat telur ikan pelangi

Wadah berisi substrat dari tali rafia sebagai tempat telur ikan pelangi

Selain itu sulit mengetahui produktivitas indukan dan tahapan reproduksi yang tepat. Pada 2005 Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Ikan Depok (BPPBIH Depok) mengkoleksi ikan hias pelangi merah dari Papua dan membudidayakan secara intensif, yaitu padat tebar tinggi dan pemberian pakan intensif tanpa mengandalkan pakan alam.

Setahun kemudian tim peneliti berhasil memproduksi larva atau ikan baru menetas dan belum tumbuh sempurna organ tubuhnya.

Budidaya intensif
Tim sukses memijahkan indukan di akuarium dalam ruangan dan wadah terbatas. Upaya budidaya ikan pelangi di luar habitat terus dilakukan. Pada 2007 BPPBIH Depok bersama Institut de Recherche pour le Developpement Perancis, dan Akademi Perikanan Sorong, Provinsi Papua, melakukan ekspedisi ke Papua.

Ekspedisi itu berhasil mendatangkan 24 spesies ikan rainbow, di antaranya ikan rainbow kurumoi Melanotaenia parva ke Depok, Jawa Barat.

Ikan pelangi kurumoi jantan berwarna jingga, betina putih perak

Ikan pelangi kurumoi jantan berwarna jingga, betina putih perak

Kini BPPBIH Depok memusatkan kegiatannya untuk membudidayakan ikan pelangi jenis kurumoi. Keistimewaan ikan pelangi kurumoi karena di seluruh tubuhnya berwarna jingga dan bagian linea literalis berwarna hitam.
Itulah yang menjadi dasar pemilihan budidaya jenis itu.

Baca juga:  Penghasil Oksigen Alternatif di Akuarium

Keberadaan kurumoi di alam juga semakin langka karena penurunan kualitas lingkungan asli akibat pencemaran dan penangkapan yang berlebihan. Mendatangkan ikan dari habitiat asli ke lingkungan baru bukan tanpa kendala. Awalnya pemeliharan larva berumur 10 hari di luar habitat asli hanya menghasilkan 10—20% yang bertahan hidup.

Lebih sulit
Teknik budidaya rainbow fish kurumoi ala BPPBIH dapat diterapkan untuk rainbow fish jenis lain dan mudah dilakukan peternak atau pembudidaya untuk berbagai tujuan. Ikan pelangi dapat dibudidayakan di dataran tinggi dan rendah. Kondisi optimal air untuk pembenihan hingga pemijahan pH 8—9 dan kesadahan 50—250 mg pper liter.

Ukuran kolam disesuaikan dengan besarnya ikan yang ada di dalamnya. Untuk larva, kolam berukuran 50 cm x 50 cm x 50 cm, ikan dewasa atau indukan memerlukan kolam berukuran 2 m x 1 m x 1 m berisi 200—250 ekor. Padat penebaran induk 1—2 pasang per 10 liter.

Pemeliharaan induk salah satu tahapan penting dalam rangkaian budidaya ikan pelangi. Lakukan seleksi untuk menentukan induk jantan dan betina dengan melihat warnanya. Ikan jantan berwarna jingga dan betina berwarna putih keperakan.

Indukan ikan pelangi dipelihara dalam kolam semen

Indukan ikan pelangi dipelihara dalam kolam semen

Perlu diperhatikan juga teknik pemberian makanan supaya terjadi keseimbangan gizi. Kini rainbow fish dewasa juga mau mengonsumsi pakan pelet, cacing darah, dan pakan pabrikan yang dijual di pasaran.

Berikan pakan campuran pelet pada pagi hari dan bloodworm atau cacing beku pada sore hari. Jumlah pakan 3—5% dari bobot tubuh. Pemeliharaan induk sampai ikan matang gonad dengan ciri induk berwarna jingga lebih tajam untuk induk jantan, sedangkan induk betina perutnya cenderung lebih gendut.

Pemeliharaan benih
Saat tanda-tanda itu terlihat berarti indukan siap pijah. Pemijahan terjadi pada umur 7 bulan saat panjang indukan 5 cm. Ikan rainbow memijah alami baik secara berpasangan atau massal.

Pemijahan berpasangan terjadi dalam satu wadah terdiri satu induk jantan dan satu induk betina. Adapun pemijahan massal lebih dari satu pasang induk dalam satu wadah. Perbandingannya adalah 3 indukan jantan dan 2 betina.

Baca juga:  Ikan Hias Baru: Mendunia Rp7,5-Juta/Bulan

Ikan rainbow bertelur secara bertahap. Telur menempel pada substrat seperti tanaman eceng gondok, hidrila, dan tali rafia. Kekurangan substrat tanaman mudah busuk dan akan mengganggu penetasan telur. BPPBIH menggunakan tali rafia karena tidak busuk dan dapat digunakan berulang-ulang.

Untuk membuat substrat, potong tali rafia sepanjang 30 cm dan ikat sebanyak 15—20 potong selanjutnya bentuk menyerupai akar seperti di alam.

Induk memijah menjelang pagi, sehingga pembudidaya meletakkan substrat dalam kolam sekitar pukul 17.00 sehari sebelumnya. Telur yang menempel di subtrat dapat dilihat pada pagi hari mulai pukul 06.00—07.00. Jika sudah menemukan telur di subtrat, segera angkat substrat dari wadah pemijahan untuk ditetaskan. Wadah penetasan telur berupa kontainer plastik, baskom, atau bak beton.

Kutu air dan cacing darah pakan alami rainbow fish

Kutu air dan cacing darah pakan alami rainbow fish

Volume air di wadah penetasan minimal 3 liter. Selanjutnya masukkan 1—2 substrat yang sudah ada telurnya ke wadah penetesan. Telur berkualitas bagus berwarna bening dan sebaliknya yang tidak bagus akan berwarna putih susu. Sepasang induk mengeluarkan telur hingga 450 butir dan menetas setelah 5—7 hari masa inkubasi. Larva yang berumur sekitar 2 hari mulai berenang di permukaan air.

Panen larva
Saat itulah larva dipanen dengan mengangkat larva dengan centong atau mangkuk. Indukan rainbow kurumoi sebanyak 200—300 ekor menghasilkan 20.000 ekor larva. Pakan larva berumur 1—15 hari diberi berupa infusoria atau rotifer yaitu hewan mikroskopis yang hidup di air tawar.

Frekuensi pemberian pakan minimal 4 kali. Adapun larva berumur 15—25 hari diberi pakan moina atau kutu air yang ukurannya lebih besar. Frekuensi pemberian pakan minimal 2 kali.

Dengan sistem pemeliharaan itu kelangsungan hidup ikan bertahan sampai 90%. Benih ikan pelangi hingga mencapai calon indukan membutuhkan waktu sekitar 4—6 bulan.

Indonesia dengan keunggulan sumberdaya perairannya harus menjadi penghasil ikan-ikan eksotis dan bernilai komersial tinggi. Pamor rainbow fish yang semakin terkenal diharapkan dapat memajukan perekonomian masyarakat Papua melalui budidaya intensif yang meminimalisir pengambilan dari alam.

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Tags:
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x