cara menghasilkan buah tin berkualitas tinggi

Budidaya intensif menghasilkan buah tin berkualitas tinggi.

Dua puluh lima buah tin merah dalam piring itu terlihat mulus, segar, dan berukuran hampir seragam. Cita rasa manis memenuhi rongga mulut ketika mencicipi buah surga hasil panen di kebun tin milik Bambang Murdianto.

Tekstur buah tin segar itu legit seperti manisan. Pantas bila konsumen rela membayar Rp300.000 (th 2018) untuk mendapatkan 1 kg tin terdiri atas 12—18 buah dari kebun Bambang.

buah tin
Buah tin produksi Bambang Murdianto berkualitas premium

Meski berharga premium, para pelanggan berdatangan ke kebun tin milik Bambang untuk memesan. “Sekitar 5 orang kerap memesan tin setiap hari,” ujar pekebun tin di Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Sejak medio 2017 Bambang memproduksi 1—2 kg tin per hari dari 10 tanaman. Ia membudidayakan tin di dalam rumah tanam untuk menghasilkan buah berkualitas premium.

Menggunakan rumah tanam (greenhouse)

Menurut Bambang, “Buah lebih mulus jika dibandingkan dengan penanaman tanpa rumah tanam.” Selain itu produksi buah juga sulit saat musim hujan. Tin berisiko lebih tinggi terserang hama dan penyakit bila dibudidayakan di lahan terbuka.

Menurut kata ayah 2 anak itu hama dan penyakit yang kerap menyerang tin adalah kutu putih dan penyakit karat daun. Untuk mengatasi kutu putih ia mengandalkan insektisida berbahan aktif profenovos.

rumah tanam buah tin, greenhouse buah tin
Rumah tanam menjaga buah tin dari serangan hama dan penyakit

Adapun fungisida berbahan aktif maneb dan zineb ia gunakan untuk menanggulangi karat daun. Pemakaian pestisida sesuai petunjuk di kemasan.

“Sebaiknya pengendalian hama dan penyakit dilakukan sebelum buah matang agar tin tetap aman dikonsumsi, maksimal sebulan sebelum panen,” ujarnya. Bambang mulai membudidayakan Ficus carica sejak 2012.

Memilih jenis buah tin pilihan

Perawat bedah itu tertarik membudidayakan tin setelah melihat foto piza bertabur irisan tin saat mengunjungi sebuah laman di dunia maya.

“Saya suka membuat piza dan penasaran cita rasa penganan bertabur tin,” kata Bambang. Apalagi semua bagian tanaman tin bermanfaat. Ranting pada saat pemangkasan dapat digunakan untuk memproduksi bibit baru. Daun tin pun berkhasiat bagi kesehatan.

pengemasan buah tin
Pengemasan buah tin ala Joko Witono

Sejak itu ia rajin berburu tanaman anggota famili Moraceae itu hingga ke luar kota. Dari hasil perburuan itu, Bambang mengoleksi tin berjenis taiwan golden fig (TGF) jumbo, brown turkey modified (BTM) 6, dan masui dauphine. Yang disebut terakhir cocok untuk produksi buah karena berukuran besar dan bercita rasa manis. Pada tahap awal Bambang fokus memperbanyak bibit.

Baca juga:  Potensi Pertanian Gunung Kidul yang Tersembunyi

Waktu produksi buah

Pada Juni 2017 Bambang mulai fokus memproduksi buah berkualitas. Permintaan buah tanaman kerabat sukun itu tinggi menjelang puasa, sedangkan buah yang tersedia terbatas.

Nutrisi/ pupuk pohon tin

Ia lalu menanam tin di tanah di dalam greenhouse. Tujuannya agar penyerapan nutrisi lebih optimal. Sebagai sumber nutrisi, Bambang mengandalkan pupuk kotoran kambing, bukan sapi. Menurut pengalamannya, pupuk kambing menghasilkan jumlah buah lebih banyak dan pertumbuhannya normal. Adapun pupuk sapi hanya menggenjot pertumbuhan vegetatif. Kualitas buah pun kurang maksimal.

Peneliti tanaman buah di Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT) Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Ir. Sobir, M.Si., menuturkan, unsur hara dalam kotoran hewan sangat bermanfaat untuk tanah dan tanaman.

Komposisi di dalam pupuk kandang bisa berbeda antara satu tempat dengan tempat lain. Secara umum kandungan fosfor (P) dan kalium (K) pupuk kambing lebih tinggi dibandingkan dengan pupuk kotoran sapi. Kedua unsur itu berfaedah menggenjot produksi buah tin.

Pada kotoran sapi kandungan nitrogen lebih dominan sehingga berperan memicu pertumbuhan vegetatif. Bambang juga memberikan pupuk tambahan berupa NPK hingga tanaman berumur 6 bulan.

Ketika tanaman berumur 6 bulan Bambang menambahkan pupuk kalium nitrat (KNO3) untuk memacu tin berbuah. Menurut Bambang tin berbuah perdana ketika berumur 7 bulan dan menghasilkan 1—2 buah per hari. Ciri buah siap panen warna buah merah kehitaman.

Pengemasan buah tin

Bambang memanen 1—2 kg buah per dua hari dari 10 pohon berumur setahun pasca tanam. Ia membalut tin dengan tisu, lalu memasukkannya ke dalam kotak. Tujuannya agar kulit buah tidak rusak akibat gesekan.

Harap mafhum, kulit tin rentan lecet karena tipis. Ia memberi tahu konsumen jika ada buah yang kondisinya tidak sempurna seperti lecet. Namun, lazimnya konsumen tetap membeli asalkan buah hanya lecet kecil dan bersih.

Bambang Murdianto
Bambang Murdianto menghasilkan buah tin berkualitas sejak 2017

Menurut Bambang saat ini para pekebun tin mulai banyak yang fokus memproduksi buah lantaran permintaan terus meningkat.

Salah satunya Joko Witono. Pekebun tin di Sumengko, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, itu memanen 2—3 kg buah tin per hari dari 250-an tanaman (th 2018) berumur setahun.

Baca juga:  Kenapa Perlu Budidaya Jambu Kristal?

Harga buah tin per kilo gram

Ia menanam varietas blue giant, black jack, TGF jumbo, dan BTM 6. Joko menjual buah tanaman kerabat beringin itu dengan harga Rp250.000—Rp300.000 per kg (th 2018) untuk perorangan dan Rp100.000 per kg (th 2018) untuk pedagang yang membeli dalam jumlah banyak. Konsumen Joko berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Menurut Joko, permintaan buah tin pada masa mendatang bakal terus meningkat. Ia baru saja menerima permintaan 1 ton tepung tin per bulan dari Jepang. Namun, ia belum bisa memenuhi permintaan itu lantaran jumlah buah masih terbatas.

Untuk menghasilkan 1 ton tepung buah tin berasal dari 3,5 ton tin segar dengan kematangan 70—80%. Permintaan tinggi membuat para pekebun berlomba menghasilkan buah tin berkualitas.

Panduan singkat agar menghasilkan panen buah tin berkualitas tinggi

panduan singkat agar menghasilkan panen tin bermutu

Keterangan gambar :

  1. Pilih bibit tin jenis taiwan golden fig (TGF) jumbo, brown turkey modified (BTM) 6, dan masui dauphine setinggi 30-50 cm hasil cangkok.
  2. Tanam bibit ke dalam lubang sedalam 40 cm, berisi media tanam dengan campuran sekam, tanah dan pupuk kandang/ kotoran kambing dengan perbandingan 3:1:1.
  3. Tanam bibit dengan jarak tanam 2 m x 2 m.
  4. Ketika bibit pecah tunas atau 2 pekan pasca tanam, berikan 2 sendok makan (sdm) pupuk NPK per tanaman. Berikan pupuk itu dua pekan sekali selama satu bulan.
  5. Sebulan setelah pemupukan NPK, tingkatkan dosis menjadi 4 sendok makan per tanaman per 2 pekan sekali selama 6 bulan. Setelah itu ganti pupuk NPK dengan pupuk KNO3 dengan takaran 4 sendok makan per tanaman per dua pekan sekali. berikan 2 kg pupuk kandang kambing per tanaman setiap 6 bulan sekali.
  6. Panen buah yang sudah matang dengan ciri warna merah kehitaman (tergantung jenis). bungkus buah tin dengan kertas tisu atau jaring styrofoam, lalu masukkan ke dalam kotak.
  7. Ketika tanaman berumur 1 tahun 7 bulan atau setinggi 2 meter, remajakan pohon dengan memangkas tanaman hingga tersisa 0.5 meter dari media tanam.
  8. Ulangi pemupukan mulai dari awal lagi. Dosis dan intensitas pemupukan seperti langkah 5.

Demikianlah artikel mengenai cara menghasilkan buah tin berkualitas tinggi, lengkap dengan dosis dan interval pemupukan serta peremajaan pohon tin. Semoga bermanfaat.

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d