Buah Pupia Remajakan Kulit

Buah Pupia Remajakan Kulit 1

Buah pupia menghaluskan dan meremajakan kulit.

Aril buah pupia mempertahankan keremajaan kulit.

Aril buah pupia mempertahankan keremajaan kulit.

Kulit berfungsi melindungi jaringan dan organ dalam tubuh dari lingkungan luar. Fungsi sebagai benteng terluar tubuh itulah yang membuat kulit terpapar berbagai kondisi. Contoh kulit di bagian wajah, bagian tubuh yang sejak lahir tidak pernah tertutup pakaian sehingga selalu terpapar debu, panas matahari.

Industri kosmetik pun meluncurkan beragam produk perawatan kulit. Salon, spa, dan berbagai penyedia layanan perawatan kecantikan tumbuh di berbagai tempat. Kosmetik berbasis bahan sintetis menjadi bisnis raksasa di seluruh dunia. Sejatinya perawatan kulit tidak melulu harus menggunakan bahan kimia pabrikan. Masyarakat etnis Jawa menggunakan rimpang temu giring Curcuma heyneana untuk mencerahkan kulit.

Lebih cerah
Umbi bengkoang maupun mentimun juga kerap menjadi bahan pendingin kulit, terutama bagian wajah. Sayang, efektivitas bahan-bahan itu untuk mempertahankan keremajaan kulit belum teruji secara klinis. Kurangnya data penelitian ilmiah terhadap bahan herbal itu mendorong Prof Surapol Natakankitkul, periset di Fakultas Farmasi Universitas Chiang Mai, Thailand, meneliti khasiat herbal secara klinis.

Ia meneliti khasiat buah pupia Momordica cochinchinensis dalam mempertahankan kecantikan kulit. Surapol menggunakan aril—selaput pelindung biji—buah kerabat peria itu untuk membuat krim pencerah kulit. Ia memeras minyak dari aril dengan pengempa mekanik sembari memanaskan aril itu dalam suhu 60°C untuk mempertahankan protein yang mudah rusak dalam suhu tinggi. Ia memperoleh minyak sebanyak 15% bobot aril.

Selanjutnya Surapol memperkecil ukuran partikel minyak itu hingga 100 nm menggunakan alat homogenizer bertekanan tinggi. “Partikel nano lebih cepat diserap sehingga meningkatkan efektivitas zat aktif,” ujar pria berusia 59 tahun itu. Semula Surapol membuat krim dengan kandungan minyak pupia 1%, 3%, dan 5%. Lantaran minyak pupia berwarna merah pekat, maka krim berkonsentrasi 3% dan 5% berwarna jingga.

Prof Surapol Natakankitkul, periset di Fakultas Farmasi Universitas Chiang Mai, Thailand, meneliti khasiat herbal secara klinis.

Prof Surapol Natakankitkul, periset di Fakultas Farmasi Universitas Chiang Mai, Thailand, meneliti khasiat herbal secara klinis.

Ketika dioleskan ke permukaan kulit, krim itu menampakkan warna kekuningan di kulit sehingga mengurangi penampilan subjek penelitian. Krim itu lantas tidak diujikan kepada subjek. Sementara warna krim 1% yang kuning gelap tidak menampakkan bekas saat dioleskan ke kulit sehingga ia melanjutkan uji klinis hanya dengan krim berkonsentrasi 1%.

Baca juga:  Lezat Ketika Muda

Ada 4 krim yang Surapol berikan kepada subjek penelitian, yaitu krim dasar tanpa bahan aktif, krim mengandung 1% minyak pupia, krim dengan 1% nanopartikel lipid pembawa (tanpa bahan aktif), dan krim dengan 1% minyak pupia nanopartikel. Sebanyak 20 perempuan berusia 34—48 tahun yang menjadi subjek penelitian dilarang menggunakan kosmetik apa pun sepekan sebelum pengamatan.

Efektif
Selama pengamatan, setiap subjek penelitian menggunakan krim 2 kali sehari selama 8 pekan di area siku bagian dalam dan 2,5 cm ke atas (arah bahu) serta ke bawah (arah telapak tangan). Perubahan tekstur kulit diukur dengan alat skin visiometer. Alat itu menyinari kulit lalu mengukur serapan cahaya. Kulit terang lebih banyak memantulkan cahaya ketimbang kulit gelap. Semakin banyak keriput, cahaya yang dipantulkan pun semakin sedikit.

Setelah 8 pekan perlakuan, subjek penelitian yang menggunakan krim mengandung nanopartikel minyak pupia serta subjek dengan krim yang mengandung minyak pupia mengalami perbaikan signifikan (lihat tabel Cerah Tanpa Keriput). Anehnya subjek yang mendapat perlakuan krim plasebo maupun krim nanopartikel tanpa bahan aktif pun menunjukkan pengurangan kerutan.

565_-125Surapol menduga, hal itu lantaran krim secara umum memperbaiki kelembapan dan elastisitas kulit meskipun krim itu tidak mengandung bahan aktif apa pun. Menurut Surapol khasiat mempertahankan keremajaan kulit itu lantaran kandungan betakaroten dan likopen—zat sejenis yang lazim dijumpai dalam wortel dan tomat. Namun, kadar likopen dalam aril buah pupia jauh lebih tinggi.

Kadar likopen tomat hanya 31 µg per gram, sementara aril pupia mencapai 380 µg per gram (baca Pupia Jaga Jantung, Trubus Februari 2016). Sifat antioksidan likopen mampu mencegah dan memperbaiki kulit yang rusak. “Partikel radikal bebas menyebabkan kulit rusak. Jika radikal bebas bisa diredam, sel kulit punya waktu meregenerasi jaringan,” kata ayah 3 anak itu.

Baca juga:  Cemara Cantik di Cikarang

Sejatinya krim yang mengandung minyak pupia saja efektif mengurangi kerutan dan menjaga kecerahan kulit. Masalahnya minyak pupia mudah rusak. Itu sebabnya Surapol berinisiatif menyusutkan ukuran partikel minyak pupia menjadi bentuk nanopartikel. “Partikel nano lebih stabil dan tahan simpan, sedangkan minyak biasa bakal rusak oleh oksigen dari udara dalam 6 bulan,” tutur pria jangkung itu.

Makanan sehat berkontribusi terhadap kesehatan kulit.

Makanan sehat berkontribusi terhadap kesehatan kulit.

Bentuk nanopartikel juga lebih mudah terserap melalui pori-pori kulit sehingga efektivitasnya meningkat. Menurut dr Willy Setyabhakti SpKK, dokter spesialis kulit di Willy Skin Centre, Jakarta Barat, kesehatan kulit tidak cukup hanya dengan perlakuan dari luar (topikal). “Asupan nutrisi juga perlu diperhatikan, selain itu juga dipengaruhi kesehatan mental dan psikis,” kata Willy.

Kesehatan psikis alias pikiran pun mempengaruhi kondisi kulit. Ia mencontohkan bahwa orang yang bahagia kerap terlihat lebih nyaman dipandang. Itu lantaran hormon endorfin yang dilepaskan otak memperlancar siklus tubuh dan mempercepat regenerasi sel rusak, termasuk jaringan kulit.

Popularitas pupia di Thailand kini tengah menanjak. Surapol menyatakan bahwa di Negeri Siam, produk kecantikan berbasis pupia semakin banyak bermunculan dalam 2 tahun terakhir. “Sejatinya dengan konsumsi rutin pun kulit bisa tampil cantik, tetapi tentu saja perlu waktu lebih lama,” katanya. Maklum, melalui konsumsi oral, kandungan likopen bakal terserap ke seluruh tubuh.

Menurut Janto Gunawan, produsen minuman berbahan pupia di Serpong, Tangerang Selatan, pelanggannya rata-rata merasakan perbaikan menyeluruh dalam tubuh mereka, termasuk kulit. Artinya kulit elok tidak hanya bisa diperoleh dengan mengoleskan krim. Melalui konsumsi rutin pupia, kulit dan seluruh tubuh sehat. (Argohartono Arie Raharjo)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Tags:
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x