Buah Naga Panen Sepanjang Tahun

Buah Naga Panen Sepanjang Tahun 1

Letak geografi dan perawatan intensif merangsang buah naga berbuah sepanjang tahun.

Panorama di kebun percobaan Aripan, Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbu Tropika), Solok, Sumatera Barat, itu begitu indah. Barisan 500 tanaman buah naga Hylocereus polyrhizus berjejer rapi dengan tajuk yang rimbun.

Pada beberapa sulur tanaman bergelayut buah ranum siap panen. Tanaman berumur 3 tahun dengan tinggi tiang pancang 160 cm. Setiap bulan setidaknya 3 kg buah naga dipetik dari setiap tiang.

Kebun buah naga itu berketinggian tempat 425 m di atas permukaan laut (m dpl). Tanaman mampu berbuah sepanjang tahun.

Periode muncul bunga dan saat panen berlangsung rata-rata setiap dua pekan. Itu sebabnya dalam waktu yang bersamaan dalam satu tanaman bisa ditemukan dua fase generatif—bunga dan buah. Keunggulan itu berkat pemeliharaan tanaman intensif dan letak geografi kebun yang menguntungkan.

Pertanian Intensif

Balitbu sangat ketat melakukan pengawasan dan pengelolaan kebun demi panen buah terbaik setiap saat. Lembaga riset itu membudiayakan buah naga menggunakan sistem tiang beton tunggal. Jarak antar tiang 3 m x 3 m. Setiap tiang terdiri atas 4 tanaman.

Semua tanaman buah naga yang dikebunkan berasal dari bibit hasil setek. Bibit yang dipilih merupakan bibit sehat—bebas kontaminasi hama maupun penyakit.

Balitbu juga menerapkan pengawasan secara berkala untuk memantau gejala awal serangan hama dan penyakit. Perawatan agar tanaman tumbuh optimal.

Pencegahan terhadap kehadiran organisme pengganggu tanaman menjadi perhatian utama. Sebab satu tanaman saja terserang penyakit maka dalam waktu singkat akan menular ke tanaman lain. Perlu diingat mengobati tanaman buah naga yang sudah sakit masih sulit dilakukan hingga kini.

Di kebun buah naga Balitbu tanaman yang teridentifikasi sakit akan dimusnahkan total alias eradikasi. Cabang terinfeksi akan segera dipangkas lalu dikubur atau dibakar. Pemeliharaan tanaman berupa sanitasi kebun dilakukan teratur untuk menjaga performa kebun.

Baca juga:  Rp 20-juta Sebulan dari Buah Naga

Kebun bersih, sehat, dan bersinar matahari penuh menjadi tempat yang nyaman bagi pertumbuhan buah naga.

Untuk menjaga pasokan air bagi tanaman, Balitbu memasang instalasi sistem irigasi tetes. Jika tidak ada hujan dalam dua hari maka penyiraman hingga 1 jam. Air yang dibutuhkan 5—10 liter per tiang. Jika frekuensi hujan yang turun sangat deras maka penyiraman dihentikan.

Tanaman buah naga bisa berbuah sepanjang tahun asal teknik budidaya yang diterapkan tepat dan lokasi kebun yang menguntungkan.

Tanaman buah naga bisa berbuah sepanjang tahun asal teknik budidaya yang diterapkan tepat dan lokasi kebun yang menguntungkan.

Sementara untuk memasok kebutuhan hara tanaman Balitbu memilih kombinasi pupuk organik dan kimia. Keduanya diberikan setiap dua bulan. Balitbu mengatur frekuensi aplikasi pupuk cenderung rapat agar penyerapan pupuk lebih efektif.

Pupuk organik berupa pupuk kandang sapi ditaburkan 20 kg per tiang. Sementara pupuk buatan berupa NPK yang diberikan sekitar 300—400 gram per tiang.

Perlakuan lain yakni penyemprotan minyak asiri sereh wangi Andropogon citratus. Konsentrasi sebanyak 1—2 cc minyak sereh wangi dalam 1 liter air. Frekuensi penyemprotan setiap bulan. Sereh wangi bahan alami yang memiliki 2 peran sekaligus. Tanaman anggota keluarga Poaceae itu berfungi sebagai fungisida dan insektisida.

Keistimewaan Daerah Khatulistiwa

Selain aspek budidaya yang menjadi kunci utama, lokasi kebun juga menjadi faktor lain yang menunjang kelangsungan hidup pertanaman buah naga.

Kebun buah naga Balitbu unggul lantaran berlokasi di sekitar garis khatulistiwa. Kondisi agroklimat setempat yang cenderung panas membuat buah naga hidup sentosa. Itu sebabnya pengembangan buah naga di Sumatera Barat sangat menguntungkan.

Bahkan kebun buah naga milik pekebun setempat di sekitar lokasi kebun buah naga Balitbu sudah bermunculan. Sejatinya tanaman asal Benua Amerika bagian tengah dan selatan itu sudah ditanam secara komersial di tanahair sejak 2000.

Baca juga:  Kebaikan Okra

Sayangnya, sampai kini belum ada data resmi luas pertanaman buah naga di Indonesia. Sentra pengembangan buah naga yang utama tersebar di sejumlah lokasi di Pulau Jawa.

Namun, di provinsi lain seperti Sumatera Barat, Riau, Lampung, dan Kepulauan Riau pun sudah banyak ditemukan kebun-kebun buah naga milik pekebun setempat. Di Provinsi Kalimantan Timur, misalnya, kebun buah naga berkembang pesat. Pada 2014 tercatat 1500 ha pertanaman buah naga ada di provinsi itu.

Buah Naga Panen Sepanjang Tahun 2

Periode Produksi Buah Naga di Indonesia

Sayangnya, periode pembungaan dan produksi buah naga tidak serempak. Fakta di lapangan menunjukkan, sentra pengembangan buah naga di dekat ekuator yakni 5°LU sampai 5°LS—meliputi Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur—buah naga mampu berproduksi sepanjang tahun.

Sementara pada lokasi yang jauh dari garis ekuator yakni lebih dari 50LS—ujung selatan Pulau Sumatera dan pulau Jawa—justru sebaliknya. Buah naga hanya berproduksi selama 6—7 bulan dalam setahun.

Di Daerah Istimewa Yogyakarta musim berbunga dan berproduksi buah naga berlangsung pada Oktober—Mei. Artinya pada Juni—Agustus produksi buah di kebun sedang kosong.

Begitupula periode produksi buah naga di sejumlah negara. Di belahan bumi utara seperti Jepang dan Amerika Serikat, periode panen buah naga berlangsung sejak musim panas hingga awal musim gugur.

Periode itu biasanya berlangsung pada April—Oktober. Sementara di negara bagian New South Wales, Australia, tanaman buah naga hanya berproduksi selama 3 bulan yakni pada Februari—April.

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Tags:
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x