Briket tempurung kelapa hasilkan kalori setara pembakaran batubara.

Briket tempurung kelapa hasilkan kalori setara pembakaran batubara.

Briket tempurung kelapa menghasilkan panas melebihi batubara.

Tukiran memerlukan 3—4 kg arang kayu untuk mendidihkan air setiap hari. Pedagang minuman di Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, itu menghabiskan Rp15.000—Rp20.000 untuk membeli arang dalam sehari. Ia dapat menekan biaya bahan bakar jika menggunakan briket tempurung kelapa. Tukiran hanya menggunakan 2 kg. Harga briket Rp6.000 per kg. Penggunaannya lebih hemat Rp3.000—Rp8.000 per hari.

Briket tempurung juga mempunyai panas yang stabil. Menurut guru besar Jurusan Kimia Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Bambang Setiaji, pembakaran arang batok menghasilkan kalori 7.300 kkal. Angka itu setara dengan energi pembakaran batubara tua.

Melebihi batubara
Bambang mengatakan, “Batubara Indonesia di Sumatera hanya menghasilkan kalori berkisar 5.000—6.000 kkal. Batubara Jawa Barat lebih rendah lagi, 3.000—4.000 kkal, tidak beda jauh dengan kayu bakar.” Alumnus Teknik Kimia Universitas Salford Manchester, Inggris, itu menyebut kalori arang tempurung bahkan melebihi cangkang sawit yang hanya di kisaran 6.000 kkal.

Implikasi energi tinggi, dalam jumlah sama arang batok kelapa menghasilkan panas lebih tinggi ketimbang bahan lain sehingga lebih efektif membakar. Selain itu bagi para pedagang makanan dan pengusaha katering biaya briket juga relatif murah dibandingkan dengan konsumsi gas.

Imam Hidayat produksi briket berdensitas tinggi.

Imam Hidayat produksi briket berdensitas tinggi.

Pendiri Coconut Centre Indonesia, Imam Hidayat, berinovasi membuat briket dari tempurung kelapa dengan kepadatan atau densitas tinggi yaitu di atas 95%. Bila direndam briket akan tenggelam dan tidak hancur atau pecah ketika dibanting. Untuk medapatkan kualitas bagus memerlukan pengolahan yang baik, Imam menggunakan teknik pirolisis untuk meng-arangkan tempurung Cocos nucifera itu. Teknik pirolisis efektif membentuk arang hingga perbandingan 3:1. Artinya dari 3 kg tempurung dapat menjadi 1 kg arang.

Baca juga:  Yuk Ketahui 6 Cara Budidaya Kakao - Buah Coklat

Imam mengatakan, metode pengarangan konvensional mempunyai perbandingan 5:1. Pirolisis juga meminimalisir pembentukan abu. Untuk menghentikan pemanasan saat pengarangan, Imam menghindari menyiram dengan air. Api padam secara alami.

Menurut Imam penggunakan mesin pres biasa, menghasilkan briket berdensitas rendah. Dalam pembuatan briket, kendala saat ini kelangkaan bahan baku berupa berupa tempurung kelapa. Hal itu imbas volume ekspor kelapa butir masih sangat tinggi. Tempurung ikut serta dalam ekspor kelapa itu. Selain itu berkembangnya industri kerajinan berbahan batok kelapa juga menjadi salah satu pesaing dari produsen briket tempurung kelapa.

Untuk mendapatkan bahan baku tempurung kelapa, Imam mendatangkan dari beberapa daerah di Indonesia seperti Sumatera, Kalimantan, dan Papua. Pasar briket dari dalam negeri dan luar negeri pun sangat tinggi. Kini Imam melayani pasar ekspor Ukraina dan negara-negara lain di Eropa Timur. Di luar negeri seperti Korea, Amerika Serikat, atau Asia Barat briket menjadi sebagai bahan bakar pemanas ruangan atau bahan bakar shisa. (Muhammad Awaluddin)

Briket Tempurung Kelapa )P: tru8us

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d