Hina Singh bersama rekan di Departemen of Pengobatan Oriental Bioteknologi, Universitas Kyung Hee di Gyeonggi-do, Korea Selatan melakukan uji khasiat ekstrak daun borage secara in-vitro untuk antikanker.

Hina Singh bersama rekan di Departemen of Pengobatan Oriental Bioteknologi, Universitas Kyung Hee di Gyeonggi-do, Korea Selatan melakukan uji khasiat ekstrak daun borage secara in-vitro untuk antikanker.

Gulma borage berkhasiat antikanker.

Namanya masih asing, borage. Gulma liar Borago officinalis itu bersosok elok. Banyak orang menganggap tanaman semak setinggi maksimal 1 meter itu sekadar gulma. Meski tumbuh liar, kini di beberapa kota seperti Makassar, Yogyakarta, dan Semarang terdapat penyedia bibit borage. Harap mafhum, sosok tanaman elok, lezat di lidah, berkhasiat pula.

Khasiat borage luar biasa sebagaimana hasil riset Hina Singh bersama rekan di Departement of Oriental Medicine Biotechnology, Universitas Kyung Hee di Gyeonggi-do, Korea Selatan. Mereka menguji khasiat ekstrak daun borage secara in-vitro. Tanaman anggota famili Boraginaceae itu ampuh meluruhkan kanker dengan daya bunuh sel kanker hingga 60%.

Nanopartikel
Bagaimana duduk perkara borage mengatasi sel kanker? Hasil penelitian Hina Singh dan rekan menyatakan ekstrak tanaman itu mengandung senyawa polifenol yang berfungsi sebagai antioksidan. Borage memiliki aktivitas antikanker dan antimikroba. Selain itu, dalam bidang farmasi tanaman asal Mediterania itu memiliki banyak manfaat teurapeutik. Faedah lain sebagai antibiotik, antikanker, penurun panas, dan penurun tekanan darah.

Untuk menguji efektivitas tanaman borage sebagai antikanker, Hina Singh dan rekan memadukannya dengan teknologi terbaru yaitu nanopartikel. Nanopartikel merupakan partikel koloid berukuran nanometer (10-9). Dunia farmasi, menggunakan nanopartikel sebagai media penghantar obat. Kelebihan utama selain dari ukuran yang sangat kecil, nanopartikel dapat disuspensikan menjadi larutan yang tidak mudah mengendap dan biodegradable (Dapat diurai oleh tubuh). Hal itu membuat ekstrak Borage dapat dengan aman dihantarkan dan diurai didalam tubuh.

Borage dapat dikonsumsi dalam bentuk sayuran dan dihidangkan seperti teh herbal.

Borage dapat dikonsumsi dalam bentuk sayuran dan dihidangkan seperti teh herbal.

Nanopartikel terbagi menjadi dua jenis yaitu nanopartikel logam dan nonlogam. Pada nanopartikel logam, ion logam yang digunakan akan menjadi inti yang mengikat berbagai zat. Adapun pada nonlogam, umumnya berbentuk nanokapsul yang bersifat biodegradable. Hina Singh dan rekan menggunakan nanopartikel dengan inti logam yaitu nanopartikel perak (silver nanoparticles) untuk menguji ekstrak borage sebagai antikanker.

Baca juga:  Karena Tala Tahan Layu

Ion logam perak (Ag+) berperan sebagai inti dari nanopartikel itu. Ekstrak dari tanaman borage yang kaya akan senyawa polifenol (antioksidan) berpadu dengan silver nanoparticles (AgNPs) dan perak nitrat (AgNO3) sebagai media penghantar senyawa antikanker. Nanopartikel yang membawa ekstrak itu dapat membedakan sel yang sehat dengan sel kanker dikarenakan perbedaan muatan. Antara sel sehat dengan nanopartikel memiliki muatan yang sama positif (+) sehingga tidak terjadi reaksi tarik menarik.

Pada sel kanker muatan sel itu cenderung negatif (–) sehingga terdapat daya tarik menarik akibat perbedaan muatan (Lihat ilustrasi: biosintesis ekstrak borage). Kelebihan utama yang ditawarkan oleh metode penghantaran nanopartikel dibandingkan dengan metode pengobatan kanker lainnya yaitu tidak merusak bahkan tidak mengganggu sel sehat. Kinerja utama yang diharapkan dari kolaborasi antara tanaman borage dengan nanopartikel adalah terhentinya pembelahan sel kanker oleh zat antikanker (antioksidan) serta penyebaran sel kanker.

Nanopartikel berperan sebagai penghantar zat antikanker dan senyawa ekstrak borage yang bekerja sebagai agen antikanker. Setelah berhasil menghantarkan zat antikanker pada sel target (sel kanker), zat antikanker itu akan dilepaskan. Lalu, zat antikanker dapat menghentikan pembelahan sel kanker dengan mekanisme merusak DNA yang mengatur pembelahan sel sehingga sel kanker akan berhenti membelah (metastasis).

579_ 33Untuk menguji antikanker, obat diberikan dengan konsentrasi 1 µg, 2 µg, 5 µg, dan 10 µg (mikogram) per ml pada inkubasi sel kanker. Konsentrasi yang digunakan berbeda karena ingin mengetahui konsentrasi paling efektif. Pengulangan penelitian sebanyak tiga kali. Dosis yang efektif adalah 10 µg. Salah satu zat antikanker adalah antioksidan yang bekerja mengikat radikal bebas. Kinerja antioksidan untuk melindungi sel sehat dari radikal bebas serta mencegah kerusakan DNA. Dengan demikian, sel kanker akan terhenti membelah disertai dengan penghentian penyebaran secara alami.

Dosen dan mahasiswa Biologi Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, Topik Hidayat, S.Pd., M.Si., Ph.D. dan Mutia Audi Sudiana sudah melakukan reviu mengenai tanaman yang dapat menghalau sel kanker. Ekstrak tanaman seperti stroberi dan ciplukan. Apa pun ekstrak tanaman yang dikolaborasikan dengan nanopartikel diharapkan menjadi salah satu alternatif pengobatan kanker yang ampuh dan dapat segera diterapkan dalam dunia medis.

Baca juga:  Irigasi Tetes Cabai Penyelamat Saat Kemarau

Uji praklinis membuktikan bahwa borage menghambat adenosin trifosfat (ATP), sumber energi bagi sel kanker. Padahal, sel kanker memerlukan banyak energi karena pembelahan yang sangat cepat. Akibat penghambatan itu maka sel kanker kekurangan pasokan energi sehingga sel kanker akhirnya mati. Ekstrak borage sangat selektif, hanya menyerang sel kanker yang memiliki kelebihan ATP; sel-sel lain yang normal di dalam tubuh, tak diserang.

Kanker salah satu penyakit paling menakutkan di dunia. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2016 terdapat 30 juta penderita kanker. Dari jumlah itu 20 juta di antaranya berakhir dengan kematian. WHO memprediksi pada dua dekade berikutnya jumlah kematian akibat kanker meningkat hingga 70%. Menurut data Balitbang Kementerian Kesehatan (2015) ada 643.792 orang atau sekitar 1,4‰ (permil) dari jumlah penduduk Indonesia yang menderita kanker. Provinsi Jawa Tengah menjadi provinsi dengan penderita kanker terbanyak yaitu sejumlah 86.638 orang .

Beracun
Begitu banyak khasiat yang dimiliki oleh tanaman Borage. Namun, daun Borago officinalis itu juga beracun. Konsumsi melebihi 25—30 g ekstrak daun borage kering dapat menyebabkan keracunan bagi hati. Daun borage mengandung zat lendir, tanin, saponin, resin, minyak atsiri, potasium, kalsium, dan vitamin C. Daun borage mengandung sejumlah kecil alkaloid pyrrolizidine yang terbukti beracun bagi hati. Namun, tingkat alkaloid beracun sangat rendah.

Selain itu, perempuan hamil dilarang menelan ekstrak itu sekalipun dalam jumlah kecil karena dapat menyebabkan keguguran dan pertumbuhan janin kurang baik. Ada cara pemakaian yang aman. Untuk memperoleh khasiat borage, campur 5—7 g ekstrak daun kering dengan air secukupnya. Rendam selama 5—10 menit, minum tiga cangkir sehari. Selain itu borage dapat direbus dan ditumis dengan bawang putih, disajikan dengan kentang. (Mutia Audi Sudiana, Mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d