Bonsai mustam peraih best in show pada kontes bonsai “West Bandung Together” di Lembang, Bandung Barat.

Bonsai mustam peraih best in show pada kontes bonsai “West Bandung Together” di Lembang, Bandung Barat.

Memangkas dan merangsang tanaman berbuah strategi memenangi kontes bonsai.

Bupati Bandung Barat, Drs., Abu Bakar, M.Si., menancapkan bendera best in show di sisi pot bonsai mustam. Sontak tepuk tangan para pengunjung dan pehobi bergumuruh. Menurut juri asal Semarang, Jawa Tengah, Andreas Tukimin, bonsai mustam Diospyros montana itu layak meraih best in show. Pasalnya bentuk tunas cucu hingga tunas cicit begitu detail. “Tidak mudah membentuk tunas detail,” kata Andreas.

Mustam sohor sebagai tanaman yang pertumbuhannya lambat. Selain itu proporsi tanaman juga pas dan pemilihan pot sesuai. “Terlihat sang perawat telaten, juga punya visi bagus untuk merawat bonsai,” kata juri yang juga pehobi bonsai sejak 1988 itu. Di balik sosok elok itu ada Atep Kurtubi yang telaten merawat mustam. Menurut perawat bonsai sejak 2000 itu, salah satu kunci perawatan mustam adalah pemangkasan.

Rangsang berbuah

Perawat bonsai peraih best in show asal Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, Atep Kurtubi.

Perawat bonsai peraih best in show asal Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, Atep Kurtubi.

Atep Kurtubi memangkas mustam sepekan sebelum kontes sehingga ketika penilaian terlihat bakal tunas baru. “Tunas baru muncul ciri kedetailan,” kata Kurtubi. Selain itu, Atep juga menyeleksi tunas yang tidak terpakai agar bonsai lebih rapi dan sesuai kriteria penilaian. Perlakuan lainnya merangsang bonsai asal tanaman endemik Pulau Madura itu berbuah. Caranya dengan aplikasi pupuk perangsang buah beberapa pekan menjelang kontes.

Atep juga merangsang pembungaan dengan mengurangi penyiraman. “Jika ingin bonsai mustam berbuah jangan setiap hari disiram atau volume penyiraman dikurangi agar merangsang tanaman berbuah,” katanya. Bonsai lain yang juga mencuri perhatian adalah serut Streblus asper milik pehobi asal Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Imam Santoso. Menurut Andreas, bonsai berukuran jumbo itu terlihat berumur tua.

Bonsai serut milik pehobi asal Wonosobo, Jawa Tengah, meraih best size kelas utama.

Bonsai serut milik pehobi asal Wonosobo, Jawa Tengah, meraih best size kelas utama.

“Sang perawat bonsai sangat telaten merawat hingga ke cucu dan cicit ranting,” katanya. Andreas mengatakan, kriteria penilaian meliputi bentuk batang dan akar, keserasian cabang, ranting, dan kematangan. Selain itu kesesuaian tanaman dengan pot juga menjadi kriteria penilaian. “Sesuai namanya bon dan sai, menghendaki kesesuaian antara tanaman dan pot,” kata Andreas.

Baca juga:  Irit Pakan, Tapi Bongsor

Menurut perawat bonsai peraih best size large kelas utama, Yayat Hidayat, hal yang perlu diperhatikan dalam merawat bonsai adalah mengenal karakter tanaman. Pria asal Ciputat, Tangerang Selatan, Provinsi Banten itu mencontohkan, bonsai serut rawatannya terlihat optimal jika 8 hari menjelang kontes dilakukan pemangkasan. “Pas hari penilaian kondisi bonsai bagus-bagusnya karena tunas baru bermunculan,” kata Yayat Hidayat.

Menurut Yayat Hidayat menjaga kebersihan bonsai pun nilai lebih dalam penilaian. Adapun penambahan aksesori harus senatural mungkin. “Bila ingin aplikasi lumut harus jauh-jauh hari agar terlihat alami,” katanya. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah unsur estetika tanaman. Jangan sampai pemasangan aksesori berlebihan sehingga tidak sesuai dengan kriteria penilaian bonsai unggul.

576_ 55Menurut ketua panitia acara, Bambang Setiaji, kontes dan pameran bonsai nasional yang berlangsung pada 26 September—8 Oktober 2017 itu merupakan agenda kerja Perhimpunan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Bandung Barat. “Tujuannya sebagai ajang temu kangen para penggemar bonsai seluruh tanah air, khususnya wilayah Bandung Barat dan sekitarnya,” katanya.

Penyerahan bendera best in show secara simbolis oleh bupati Bandung Barat, Drs., Abu Bakar, M.Si., (memakai peci).

Penyerahan bendera best in show secara simbolis oleh bupati Bandung Barat, Drs., Abu Bakar, M.Si., (memakai peci).

Pameran dan kontes itu berbarengan dengan peresmian cabang baru PPBI Bandung Barat. “Kontes kali ini memperebutkan piala bergilir Bupati Bandung Barat dan diagendakan menjadi acara rutin tahunan,” kata Bambang. Total 337 bonsai meramaikan acara. Peserta datang dari Bandung, Tasikmalaya, Karawang, Depok, Bekasi, Tangerang, dan Wonosobo. Pembagian kelas terdiri dari regional 138 pohon, kelas madya 43 pohon, kelas utama 20 pohon, dan kelas prospek 136 pohon.

Ketua PPBI pusat, Sapto Darsono, mengatakan, usai pelaksanaan kontes akan tumbuh makin banyak petani bonsai di Bandung Barat yang memiliki sumberdaya alam yang mendukung sebagai sentra tanaman hias terutama bonsai. Sapto mengatakan, bonsai tidak melulu sebagai komoditas. Namun, sangat berpotensi sebagai pariwisata. “Memang belum ada sentra bonsai sebagai pariwisata. Namun sangat memungkinkan jika di wilayah Bandung Barat dikembangkan sentra baru bonsai untuk pariwisata,” katanya. (Muhamad Fajar Ramadhan)

Baca juga:  Kedelai Unggul Baru

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d