Bonsai Euscaphis japonica atau Korean sweetheart  tree tampil apik saat berbuah lebat.

Bonsai Euscaphis japonica atau Korean sweetheart tree tampil apik saat berbuah lebat.

400 bonsai, 120 tamu asing, dan 20 negara.

Selama sepekan, Mokpo menjelma menjadi kota bonsai. Mokpo atau warga setempat biasa menyebutnya Mokpo-si adalah nama kota di Provinsi Jeollanam-do, Korea Selatan. Di kota itulah diselenggarakan pameran dan konvensi Asia-Pacific Bonsai Friendship Federation (ABFF) pada 1—7 September 2017.

ABFF adalah subkelompok kontinental World Bonsai Friendship Federation (WBFF), yang menyelenggarakan kongres bonsai dunia pada awal 2017 di Saitama, Jepang. Pemerintah Korea Selatan memilih Mokpo lantaran lokasinya yang memiliki panorama indah di ujung barat daya Semenanjung Korea. Pameran dilakukan di halaman dan gedung Mokpo Culture and Art Hall.

Bonsai berkualitas prima

ABFF Convention yang ke-6 di Korea Selatan didominasi oleh bonsai bergaya shari dan jin.

ABFF Convention yang ke-6 di Korea Selatan didominasi oleh bonsai bergaya shari dan jin.

Pameran yang memukau para undangan dan pengunjung itu menampilkan sekitar 400 bonsai pilihan. Deretan bonsai berukuran besar dipamerkan di tempat terbuka. Penataannya rapi di atas meja yang dilengkapi dengan informasi singkat tentang jenis, pemilik dan asal pohon. Tiap tanaman diletakkan dengan jarak yang cukup longgar antara satu dengan yang lain. Itu sangat membantu para pencinta bonsai untuk mengabadikan tanaman-tanaman unik itu. Adapun bonsai-bonsai berukuran sedang dan kecil dipamerkan di dalam beberapa ruangan di dalam gedung. Jumlah cukup banyak dan secara umum kualitasnya baik. Kebanyakan bonsai yang dipamerkan memiliki gaya jin dan shari.

Gaya jin dan shari biasanya didominasi oleh cemara atau Juniperus chinensis, tetapi di Mokpo, Taxus cuspidate juga tampil dengan gaya itu. Taxus itu mirip lohansung tetapi ukuran daunnya sangat kecil. Bonsai lain yang hadir dan bahkan mendominasi pameran ialah red pine atau Pinus densiflora. Yang unik, meski Korea dan Jepang jaraknya cukup dekat, tetapi pinus di Jepang didominasi oleh black pine dan five needle pine. Itu menggambarkan adanya perbedaan kondisi iklim kedua negara tetangga itu.

Artis dan pakar bonsai Korea menggelar demonstrasi pembuatan bonsai dari bahan tanaman jenis cemara.

Artis dan pakar bonsai Korea menggelar demonstrasi pembuatan bonsai dari bahan tanaman jenis cemara.

Selain shari dan jin, pebonsai Korea juga menampilkan deadwood tiruan. Pehobi di Korea memiliki bonsai dengan batang pohon yang benar-benar berongga. Untuk itu mereka mengandalkan kemajuan teknologi dalam proses pembuatannya. Mereka melubangi batang kayu dengan cara sandblasting. Itu adalah sebuah proses pembersihan permukaan dengan menembakkan partikel (pasir) ke suatu permukaan material sehingga menimbulkan gesekan atau tumbukan. Permukaan tersebut akan menjadi bersih dan kasar dengan tingkat kekasaran disesuaikan dengan ukuran pasir serta tekanannya. Dari tumbukan dan gesekan partikel (pasir), menghasilkan kekasaran tertentu pada permukaan objek. Pengerjaannya sepotong demi sepotong. Di pameran itu juga dilaksanakan demontrasi bonsai oleh para pakar dari Korea. Satu pohon besar dikeroyok oleh lima orang sampai terbentuk bonsai besar yang cukup menarik hati. Demontrasi itu dilaksanakan di Mokpo Peace Square, sebuah lapangan besar di pusat kota Mokpo.

Baca juga:  Juara dari Tengah

20 negara
Pameran yang diselenggarakan setiap 2 tahun itu dihadiri oleh sekitar 120 tamu asing dari 20 negara. Mereka antara lain berasal dari Amerika Serikat, Australia, Indonesia, Malaysia, Spanyol, Taiwan, Thailand, Vietnam, Tiongkok, dan beberapa negara Asia Timur.

Para peserta konvensi diajak mengunjungi taman bonsai di Sinan-gu bagian tenggara Negeri Ginseng.

Para peserta konvensi diajak mengunjungi taman bonsai di Sinan-gu bagian tenggara Negeri Ginseng.

Selain menghadiri pameran, mereka juga melakukan tur ke taman bonsai Cheonsaseom Bunjae Park di pulau Sinan-gu. Perhatian pemerintah Korea Selatan terhadap acara bonsai itu cukup besar, terbukti dengan hadirnya beberapa menteri kabinet dalam peresmian acara. (Ir. Budi Sulistyo, ketua Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia Cabang Jakarta dan anggota Bonsai Club International)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d