Bonsai di Tanah Terkunci 1
Gaya bonsai Juniperus sp: miring,  menggantung, bunjin (kulit terkelupas)

Gaya bonsai Juniperus sp: miring,
menggantung, bunjin (kulit terkelupas)

Beragam bonsai karya seniman Eropa.

Bukti kepiawaian mereka bisa dilihat pada sebuah bonsai Juniperus chinensis koleksi Milan Roskos, warga Kucin, Slovakia. Penampilan bonsai itu sangat menarik. Batangnya tegak sedikit miring dengan percabangan di ujung pohon setengah menggantung. Cabang dan ranting diatur sangat rapi. Penampilannya terlihat sangat natural meski tingginya hanya 57 cm. Bonsai lain berupa tusam Pinus parviflora setinggi 75 cm. White pine itu sejenis pinus berdaun pendek yang lazim tumbuh di daerah subtropis.

Koleksi Eric Tomco dari Bratislava, Slovakia, itu memiliki percabangan menarik. Di bagian bawah muncul sebuah cabang yang menonjol ke kanan. Koleksi lain yang menarik ialah pinus mugo koleksi Andras Koos dari Hungaria. Bonsai setinggi 57 cm itu bergaya bunjin alias mengekspos kulit terkelupas. Ada pula Taxus cuspidata koleksi Eva Koos dari Hungaria yang bergaya informal upright setinggi 62 cm. Eva Koos juga mengoleksi Pseudocydonia chinensis setinggi 54 cm. Pohon tua berdaun lebar itu berakar terbuka dengan pembentukan gerak menuju setengah menggantung.

Pinus sp. Bentuk menarik dengan gaya  bunjin di ujung

Pinus sp. Bentuk menarik dengan gaya
bunjin di ujung

Paling bergengsi

Bonsai-bonsai itu tersaji di Main Hall Agro Complex di Nitra, Slovakia, negara yang berjuluk Tanah Terkunci. Di gedung yang mirip dengan lokasi pameran Pekan Raya Jakarta itu diselenggarakan pameran bonsai dan suiseki internasional bertajuk Bonsai Slovakia 2014, Pameran Internasional Bonsai, Suiseki, dan Teh ke-17. Sebanyak 200 pot bonsai ditampilkan di pameran akbar dan paling bergengsi di Eropa timur itu. Kegiatan pebonsai yang berlangsung pada 24 – 27 April 2014 itu ditunjang oleh tiga kedutaan besar: Indonesia, Jepang, dan Vietnam.

Baca juga:  Kolam Sehat Seleksi Umpan

Semua bonsai peserta dipamerkan di atas meja secara berderet dengan latarbelakang kain putih polos dan disorot lampu. Fasilitas itu merupakan standar sebuah pameran bonsai dan suiseki bertaraf internasional. Standar serupa juga diterapkan di setiap pameran bonsai di Indonesia. Dengan latar-belakang putih dan semua bonsai tersorot lampu, setiap bagian tanaman dapat diamati secara detail. Sementara suiseki dipamerkan dalam rak-rak yang tersusun rapi dan disorot lampu.

Pseudocydonia chinensis. Tumbuhan asli di Eropa timur

Taxus cuspidata, mengekspos kulit terkelupas

Bonsai-bonsai itu berasal dari berbagai negara seperti Ceko, Polandia, Austria, Hungaria, Bulgaria, Rusia, dan Slovakia sebagai tuan rumah. Saya dari Indonesia dan Takahiro Mori dari Jepang dan tiga artis dari negara Eropa timur melakukan demonstrasi pembuatan bonsai. Unjuk kebolehan membentuk bonsai dilakukan secara serentak oleh ke-5 artis di meja yang diatur berderet-deret. Masing-masing pedemo disertai asisten untuk membantu kelancaran pembentukan bonsai.

Pada kesempatan itu saya memperlihatkan cara membentuk cemara buaya Juniperus chinensis, bahan lokal setempat. Adapun artis dari Eropa timur membawa bahan dari negaranya, yang umumnya tanaman subtropis: seperti cemara, pinus, larix, dan taxus. Selain mengajar, saya pun menjadi juri untuk memilih bonsai dan suiseki terbaik. Sebelumnya, saya dan istri diberi kehormatan membuka pameran bonsai, suiseki, dan teh dengan menggunting pita bersama tuan rumah Vladimir Ondejcik. Acara pembukaan kemudian dilanjutkan dengan minum teh ala ritual di Tiongkok yang dilakukan dengan sangat cermat.

Pseudocydonia chinensis. Tumbuhan asli di Eropa timur

Pseudocydonia chinensis. Tumbuhan
asli di Eropa timur

535_ 75-1Hari Indonesia

Selain pameran bonsai, ajang itu juga menjadi atraksi budaya dari beberapa negara. Pavilliun Indonesia yang memasang gambar Candi Borobudur sebagai latar belakang memperoleh kunjungan yang ramai. Di gerai, Indonesia menampilkan atraksi pengolahan kopi kelas utama yang digerus langsung lalu diseduh di tempat.

Baca juga:  Susu Sapi: Produksi Melonjak 100%

Pengunjung bisa merasakan nikmatnya kopi dari berbagai daerah di Indonesia. Sementara pavilliun Vietnam menampilkan atraksi minum teh. Dalam acara itu juga, didemonstrasikan wu shu dan melukis wajah dan tubuh.

Lokasi tempat pameran berstandar internasional

Lokasi tempat pameran berstandar internasional

Hari ketiga atau pada 26 April 2014 merupakan hari Indonesia. Pada kesempatan itu, Indonesia menampilkan berbagai macam acara kesenian: tari jaipong, nyanyian, demonstrasi masak nasi goreng, dan peragaaan musik angklung, serta menari poco-poco bersama. Acara Indonesia yang dibuka oleh duta besar Indonesia, Djumantoro P. Purbo itu memperoleh sambutan yang sangat meriah dari pengunjung.

Dalam pameran itu, juga tersedia bursa alat dan sarana bonsai, yakni: pot, gunting, dan kawat bonsai. Juga ditawarkan beragam jenis teh dari berbagai penjuru dunia. Di luar gedung berlangsung bazar besar. Komoditas yang dijual: buah-buahan, tanaman hias, aneka hiasan dan aksesori. Buah-buahan segar dari daerah empat musim seperti apel, stroberi, dan ceri berkualitas tinggi dijual dengan harga sangat murah bila dibandingkan dengan di Indonesia.

Dengan sejumlah kegiatan itu, panitia mampu menarik perhatian 40.000 pengunjung, atau sekitar sepertiga dari jumlah penduduk Kota Nitra, kota kecil berjarak 538 km dari Ljubljana, ibukota Slovakia atau ditempuh 4 jam 56 menit dengan kereta api. (Budi Sulistyo, praktikus bonsai di Jakarta)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments