580-H086-1

Bluberi berasal dari negara subtropis, mampu berbuah di negara tropis seperti di Indonesia. Bluberi mampu bertahan hidup puluhan tahun seperti teh.

Salah satu kunci sukses budidaya bluberi, pH tanah asam.

Bluberi di tanah air hanya tumbuh di dataran tinggi seperti Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Maklum, buah kerabat stroberi itu hanya adpatif di ketinggian di atas 800 m di atas permukaan laut. Habitat asli buah itu memang asli dari Amerika Utara, yang memiliki 4 musim dalam setahun. Saat musim dingin, suhu udara harian hanya 4—5C. Hal itu berlangsung selama minimal 3 bulan.

Saat musim dingin itulah biji berkecambah menjadi tanaman baru, yang akan tumbuh pada musim berikutnya yaitu musim semi. Kondisi suhu rendah itu memecah dormansi biji. Itu sebabnya begitu diboyong ke iklim tropis Indonesia, biji bluberi tidak kunjung menjadi buah lantaran absen kondisi suhu rendah itu. Meskipun tidak mutlak—beberapa biji bisa berkecambah tanpa perlakuan khusus.

Tanah asam

Penyimpanan benih dalam suhu dingin meningkatkan keberhasilan perkecambahan hingga 70%. Selain kejutan suhu, perendaman 24 jam dalam 200—1.000 ppm asam giberelat (GA3) atau pupuk pertumbuhan juga meningkatkan keberhasilan perkecambahan.  Di Indonesia, bluberi tumbuh di daerah bersuhu harian 17—20C. Tanaman anggota famili Ericaceae itu memerlukan tanah agak masam dengan  pH  4,5—4,8.

Di tanah dengan pH lebih dari 6, pertumbuhan melambat, pucuk menjadi kekuningan, dan tanaman akhirnya mati. Untuk mencapai pH 4,5, benamkan 60—65 g belerang per m2 atau kapur dolomit sesuai kebutuhan. Ukur ulang keasaman tanah setahun sekali untuk memastikan kondisi tumbuh terjaga. Demikian pula benih bluberi menyukai media tanam yang bersifat asam.

Dari beberapa percobaan, benih bluberi mudah tumbuh di media tanam dengan pH sekitar 5,5. Kondisi itu bisa direkayasa dengan menambahkan satu per empat sendok teh cuka ke dalam media semai. Kebanyakan biji berbagai spesies Vaccinium—termasuk luberi—bersifat fotoblastik. Artinya, penyinaran beberapa jam setiap hari memicu perkecambahan.

580-H087-1

Hasil panen bluberi.

Semaian biji dapat diletakkan di tempat yang mendapat cukup sinar matahari. Sebelum menyemai, simpan biji di ruangan bersuhu 3—5C selama 90 hari. Selanjutnya siapkan wadah semai berisi media tanam basah ber-pH 5,5 (lihat ilustrasi Tumbuh Setelah Dingin). Setelah semai, taburkan media tanam membentuk lapisan tipis menutupi biji. Letakkan wadah semai di tempat yang terlindung dari sinar matahari langsung.

Baca juga:  Air Panas Vs Kutu Perisai

Semprotkan air ke media semai untuk mempertahankan kelembapan.  Normalnya, dalam 6—12 pekan, kecambah mulai muncul. Setelah cukup besar, pindahkan bibit ke pot berisi media tanam yang terdiri atas campuran pupuk condign matang dan pasir dengan perbandingan 1:1. Lepaskan bibit bluberi dalam pot dengan hati-hati untuk menjaga keutuhan sistem perakarannya yang halus.

Penanaman

Siramkan  air  secukupnya  dan tempatkan pot di lokasi yang cukup mendapatkan sinar matahari. Bluberi sensitif pupuk kimia. Untuk meningkatkan keberhasilan pertumbuhan, berikan pupuk organik cair 2—3 pekan pascapindah tanam. Bibit bluberi bisa dipindahkan ke lahan atau ke pot besar ketika tingginya 20—30 cm. Jika lokasi penanaman belum siap, pastikan tanaman mendapatkan pasokan air yang cukup agar tidak kekeringan.

580-H087-2

Tanaman bluberi mulai berbunga pada umur setahun setelah tanam. Buah siap panen dua bulan setelah mekar bunga.

Perakaran tanaman bluberi rapat dan melebar sehingga lubang tanam lebar lebih baik daripada yang dalam. Campurkan tanah subur yang mengandung bahan organik dengan peat moss dengan perbandingan 1:1. Peat moss menurunkan pH media tanam menjadi  asam permanen, berkisar 4,5—4,8. Jika sulit memperoleh peat moss, ganti dengan pakis yang lazim menjadi media tanam anggrek.

Basahi peat moss sebelum penanaman bibit. Peat moss kering bisa menyerap kelembapan dari bibit bluberi sehingga berisiko bibit mati kekeringan. Atur jarak tanam agar tidak terlalu berdekatan. Penanaman terlampau rapat menyebabkan kompetisi hara dan sinar matahari, sedangkan kalau terlalu longgar menghalangi penyerbukan silang (lihat ilustrasi Setelah Lulus Semai).

Baca juga:  Cara Menghilangkan Bau Lumpur Pada Ikan

Lapisan mulsa di atas lubang tanam mempertahankan kelembapan dan mencegah pertumbuhan gulma. Jangan gunakan daun, potongan rumput, atau lapisan kertas koran sebagai mulsa karena dapat menghalangi pasokan oksigen ke perakaran. Siram teratur agar tanah lembap tetapi tidak sampai jenuh air. Berikan kompos untuk memasok hara. Hindari memberikan pupuk kimia karena dapat melukai perakaran.

Bluberi sangat sensitif terhadap pupuk kimia yang mudah larut dalam air. Pemupukan berlebih bisa menyebabkan perakaran terbakar. Berikan pupuk kimia 2 kali selama masa pertumbuhan dengan dosis 2 ons NPK 12:4:8 di jarak 30 cm dari pangkal batang. Jika tanaman menguning, berikan 1 ons amonium sulfat. Sesuaikan pemupukan lanjutan dengan pertumbuhan ruas daun.

580-H088-1

Buah bluberi muda.

Ketika tunas daun kedua atau ketiga muncul,berikan 4 ons pupuk NPK 12:4:8. Pada fase kemunculan daun ke 4, 5, 6 dan seterusnya, tingkatkan dosis pupuk menjadi 6 ons, 8 ons, dan 10 ons. Bluberi memerlukan tanah berdrainase baik dan sinar matahari penuh. Jika tumbuh di bawah teduhan, produksi buah merosot. Makanya penanaman bluberi perlu menghindari tempat yang tertutup tajuk tanaman lain. Selain menghalangi sinar, terjadi kompetisi mendapatkan air dan nutrisi dari tanah.

Jika tajuk terlalu rimbun, aliran udara juga terganggu. Bluberi adalah tanaman berumah tunggal, artinya bunga jantan dan betina berada di tanaman yang sama sehingga tidak ada kesulitan penyerbukan. Bila di suatu area terdapat beberapa varietas bluberi, bisa terjadi penyerbukan silang yang memungkinkan muncul varietas baru yang lebih baik. (Dadang Gusyana, S.Si., M.P., American Society of Agronomy (ASA) dan anggota PERAGI, Jawa Barat.)

580-H088-2

Gradasi buah blueberi. Ukuran terbesar biasanya bunga dengan penyerbukan sempurna oleh serangga.

 

 

 

 

 

 

580-H087-3

Buahkan Bluberi

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Similar Posts