Bintang itu Superstar

Bintang itu Superstar 1
Kecil-kecil cabai rawit. Belle dari kelas anakan betina A dinobatkan sebagai best of chick (BOC)

Kecil-kecil cabai rawit. Belle dari kelas
anakan betina A dinobatkan sebagai best of chick (BOC)

Lima kali mengepakkan sayap Superstar meraih best of the best (BOB) di Kontes Serama Asean III di Kediri, Jawa Timur.

Kepakkan sayap itu sungguh berarti karena menunjukkan keaktifan serama. Selama 5 menit di babak puncak, Superstar 5 kali mengepakkan sayap. Pesaingnya rata-rata hanya 2—3 kali. Menurut Ir Karjono, juri dari Jakarta, Superstar juga mampu mempertahankan posisi ekor tetap tegak selama 5 menit. “Ini tanda serama itu fokus,” ujar Karjono.  Salah satu pesaing terberat, King Kubing, kampiun jantan dewasa A kehilangan fokus dan turun ekor. Serama klangenan Lambang Budianto, pehobi dari Pamekasan, Jawa Timur, itu juga berulang-ulang membusungkan dada sambil menarik kepala ke belakang. Pantas saat pemungutan suara dengan menaruh kertas putih, seluruh juri—5 juri—meletakkan kertas putih itu di atas meja Superstar.

Ini adalah kali ke-2 serama berumur 1 tahun yang turun di kelas jantan tanpa lawi itu meraih gelar BOB. Sebelumnya Superstar meraih BOB di

kontes serama Kediri 3 bulan lalu. Menurut Lambang tidak ada perawatan khusus untuk seramanya. Superstar rutin berlatih 2 kali sehari masing-masing selama 2 jam. Sepekan menjelang lomba, Superstar berhenti latihan dan ditaruh di kandang berlampu redup. “Dengan begitu stamina Superstar prima di kontes,” ujar Lambang.

Darah  juara

Kontes yang digelar di Gumul Paradise Island, Kediri, itu diikuti 334 serama dari berbagai daerah di Indonesia. Wajar jika para pemilik serama yang memboyong piala merasa bangga karena berhasil mengalahkan banyak pesaing. “Pesertanya beragam, antusiasnya pun sangat baik,” ujar Edy Yuwono, penanggung jawab acara. Edy mendatangkan 6 juri dari berbagai daerah dan 2 juri asal Malaysia. Meski terjadi penurunan jumlah peserta dibanding tahun sebelumnya, tetapi Edy menuturkan terjadi peningkatan kualitas serama terutama di kelas anakan.

Baca juga:  Atasi Musuh Mawar Gurun

Selaras dengan pendapat Edy saat final best of chick (BOC) berlangsung seru. “Masing-masing peserta memiliki kelebihan,” ujar Andry, juri asal Blitar. Serama milik Ricky Tangkilisan, Belle, menjadi pemenang. Karakter Belle yang ceria dan tubuh yang proposional membuat juri jatuh hati. “Belle saya beli sesaat sebelum kontes,” ujar pehobi asal Makassar, Sulawesi Selatan, yang pulang membawa 30 serama untuk dikembangbiakan itu.

“Ini adalah kali pertama Belle mendapat juara,” ujar Agus Metro, pemilik awal Belle. Ia pun menuturkan serama berumur 1 bulan itu memang memiliki darah juara. Valluta, kakak Belle, sempat meraih gelar Duta Serama Indonesia pada 2012. Induknya, Kuda, kondang di kalangan pencinta serama di negeri jiran. Menurut Agus tidak ada perlakuan istimewa untuk Belle. Serama itu hanya mengonsumsi pakan jagung, millet,

dan voer 1—2 kali setiap hari. Serama betina berbobot 100 gram itu dilatih selama 15 menit setiap hari dengan iringan musik, meniru suasana kontes.

Malaysia

Di kelas bergengsi lainnya, laga bintang kecil, Mata Lelaki menjadi juara. Nama itu diberikan si empunya, Roni Agung, agar setiap mata yang melihat langsung menyukainya. “Mayoritas pemain serama itu laki-laki,” ujar Roni, pehobi asal Blitar, Jawa Timur, yang memprediksi Mata Lelaki dapat juara di kelas laga bintang kecil. Serama berumur 40 hari itu selalu dimandikan dengan sampo khusus setiap Jumat. Setelah itu Mata Lelaki dijemur selama 30—120 menit. “Ke depannya ini calon jagoan saya,” ujar Roni.

Lomba yang berlangsung pada 8 Desember 2013 itu terpaksa meniadakan kelas raja kebas. “Jumlah peserta kurang memadai,” ujar Doni Panser, panitia acara. Kontes yang dihadiri pehobi dari Malaysia itu berlangsung meriah dan  mengundang decak kagum juri asal Malaysia. “Gaya serama Indonesia adalah yang terbaik yang pernah saya lihat di wilayah Asia tenggara,” ujar Sahaedi bin Yasoof. Lebih jauh Sahaedi menuturkan kualitas serama di Indonesia berkembang lebih pesat dibanding di Malaysia. Hal senada disampaikan Nik Ibrahim dari Kelantan, Malaysia. “Kualitas serama di sini tinggi sehingga persaingannya ketat,” ujarnya. (Rizky Fadhilah dan Dian Adijaya S)

Baca juga:  Panen Sebulan Lebih Cepat

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x