Bikin Sendiri Semangka Cinta 1
Dr Lutfi Bansir MP, perkenalkan teknik pijat batang untuk menghambat aliran air dari tanah ke buah yang terlalu subur pertumbuhannya.

Dr Lutfi Bansir MP, perkenalkan teknik pijat batang untuk menghambat aliran air dari tanah ke buah yang terlalu subur pertumbuhannya.

Cara mudah membuat semangka cinta.

Mengungkapkan cinta dengan bunga? Dr Lutfi Bansir MP justru mengungkapkannya dengan buah semangka Citrullus lanatus. Selama dua purnama Lutfi sabar “mencetak” buah semangka berbentuk hati untuk pujaan hati. Mencetak buah berbentuk hati sebenarnya bukan hal baru. Maklum, 5 tahun silam, Taman Wisata Buah Mekarsari (TWM) di Jonggol, Bogor, sukses membuat semangka, melon, dan pamelo beragam bentuk seperti kotak dan bintang.

Ketika itu TWM membuktikan anak bangsa pun sanggup mencetak buah berbentuk tak lazim seperti pernah dilakukan Jepang pada era 1980-an dengan semangka kotak. Namun, ketika itu teknik ala TWM tergolong canggih karena cetakan buah berbahan akrilik tidak tersedia di pasaran. Akrilik polimer semacam plastik yang mirip kaca. Ia lebih unggul daripada plastik dan kaca karena tak gampang berubah bentuk seperti plastik dan tak mudah pecah seperti kaca.

Pijatan batang
AF Margianasari, ketua tim peneliti melon kotak TWM, memesan cetakan buah khusus di pabrik khusus agar sesuai dengan bentuk dan ukuran buah yang akan dibuat. Hanya pekebun terlatih yang mampu mengikuti jejak TWM membentuk melon kotak. Sebab, perusahaan itu dilakukan secara hidroponik di dalam rumah kaca. Mereka juga mengatur pemberian air agar semangka atau melon tidak pecah karena volume buah melebihi volume cetakan.

“Bila melon biasa dalam pot butuh 4 liter air setiap hari, maka melon kotak cukup 2 liter per hari,” kata AF Margianasari. Lain teknik TWM, lain pula cara Lutfi. Dekan Fakultas Pertanian Universitas Kalimantan Utara itu membuat semangka berbentuk hati di lahan terbuka. “Saya modifikasi agar mudah diterapkan mahasiswa praktik dan pekebun biasa,” kata Lutfi. Maklum di lahan terbuka air yang masuk ke lahan sulit dikontrol karena hujan bisa turun setiap saat.

Baca juga:  Menanam Semangka di Polybag/ Pot

Pada cetakan plastik atau kaca, keduanya gampang pecah. Sementara bila cetakan kuat, buah cepat busuk. Lutfi menyiasati alam yang tak bisa diatur dengan teknik pijatan batang. “Saya amati pertumbuhan buah setiap hari. Bila terlihat pertumbuhan buah terlalu cepat maka batang dipijat, bahkan dirusak,” kata Lutfi. Dengan demikian aliran air dari tanah ke buah terhambat sehingga pertumbuhan buah melambat.

Lutfi mengamati perkembangan buah itu setelah memasukkan semangka ke dalam cetakan, yaitu ukuran setara telur ayam kampung. Ia memilih cetakan yang gampang diperoleh di pasaran. “Kebetulan saat ini ada stoples kue berbentuk hati dengan bahan akrilik,” kata Lutfi. Di Pasar Bulungan, Kalimantan Utara, harga stoples itu Rp76.000. Ia dapat memuat semangka berbobot maksimal 3,5 kg.

Teknik membentuk buah pernah booming di Jepang pada era 80-an dan di Indonesia pada 2009

Teknik membentuk buah pernah booming di Jepang pada era 80-an dan di Indonesia pada 2009

Pilih ruas
Lutfi lantas melubangi bagian atas stoples dengan besi panas untuk memasukkan tangkai buah. Seperti layaknya stoples kue, stoples itu dapat digunakan berulang-ulang setelah panen. Menurut Lutfi, teknik mencetak semangka berbentuk hati dimulai sejak buah berbunga yaitu umur 21 hari sejak tanam. Saat itu ia menyeleksi bunga paling layak menjadi buah. “Pilih bunga di ruas ke-13 sampai ke-22,” kata Lutfi.

Buah yang muncul sebelum ruas ke-13 kualitasnya kurang optimal karena bunga muncul saat umur tanaman masih muda. Sebaliknya bunga yang muncul di ruas ke-23 dan seterusnya terlalu tua. Setelah berumur 40 hari sejak tanam—atau buah seukuran telur ayam kampung—ia memasukkannya ke dalam stoples. Sejak itu ia mengamati buah setiap hari dan membolak-balik agar tidak benjol.

Jika buah terlalu subur, Lutfi memijit batangnya hingga pecah agar pasokan air terhambat. Total jenderal pengamatan sejak buah “dipingit” dalam stoples adalah 20 hari. Pada umur 60 hari, Lutfi panen semangka cinta. Menurut Ir Edhi Sandra MS, ahli fisiologi tanaman di Institut Pertanian Bogor, teknik merekayasa bentuk buah dapat diterapkan di buah berkulit elastis karena lebih mudah menyesuaikan dengan cetakan.

Baca juga:  Inovasi dari Serambi Mekah

“Ini terobosan untuk pasar buah eksotis pada momentum tertentu yang bisa dilakukan pekebun,” kata Edhi. Sebut saja semangka atau melon berbentuk hati untuk hari Valentine, sementara bentuk bintang untuk momentum kenaikan kelas sebagai hadiah atas prestasi anak. (Destika Cahyana, SP, peneliti di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Bogor)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *