Konsumsi biji pepaya membantu mengatasi wasir.

Malapetakan itu datang ketika Anto Dirgantoro batuk bersamaan dengan mengejan. Dampaknya tekanan berlebihan pada otot anus sehingga menyebabkan wasir. Menurut dokter spesialis penyakit dalam dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, dr Probosuseno SpPD K-Ger, wasir terjadi akibat pembuluh vena di sekitar otot anus melebar dan membesar. Dalam dunia medis, kondisi itu dikenal dengan sebutan hemoroid.

Biji pepaya terbukti secara empiris meredakan gangguan wasir.

Tandanya darah keluar dari anus akibat aktivitas mengejan saat buang hajat sehingga pembuluh vena yang tipis itu pecah. Akibatnya muncul benjolan pada anus yang dapat menimbulkan rasa nyeri, gatal, dan ketidaknyamanan. Penyebab wasir antara lain konstipasi atau sembelit, terlalu banyak duduk, menderita penyakit yang membuat penderita sering mengejan seperti pembesaran prostat jinak atau kenker prostat. Menurut herbalis di Kelapa gading, Jakarta Utara, Maria Andjarwati, wasir disebabkan mengejan terlalu kuat. Itu karena kotoran terlalu keras akibat kurang konsumsi serat. Anto memang jarang mengonsumsi makanan yang mengandung serat seperti sayuran dan buah. Akibat gaya hidup itu Anto mengalami konstipasi atau sulit buang air besar. Itulah salah satu penyebab wasir.

Probosuseno mengatakan, penyempitan saluran kemih dan sering melahirkan anak juga memicu wasir. Ketika wasir kian parah mengakibatkan pembengkakan dan pendarahan di anus. Begitulah pengalaman Anto. Pria 53 tahun itu tidak kuat menderita sakit. Pada hari ketiga ia memutuskan memerikasakan diri ke dokter. Dokter mendiagnosis Anto mengidap wasir dan harus menjalani operasi. Saat itu juga ia opname di sebuah rumah sakit.

Konsumsi makanan berserat mengurangi risiko wasir atau hemoroid

Karena Anto batuk, dokter akhirnya menunda operasi dan memberikan obat pereda batuk. Dokter memberikan obat batuk dosis rendah. Itu lantaran Anto pernah menderita penyakit jantung. Itulah sebabnya penderitaanya kian lama karena batuk tak kunjung sembuh. Saat terbaring di rumah sakit selama opname, saudara yang bezuk menyarankan Anto untuk mengonsumsi biji pepaya.

Tak berpikir panjang Anto pun mengikuti anjuran itu. Semula ia hanya mengonsumsi daging buah pepaya. Setelah itu ia mengumpulkan seluruh biji buah Carica papaya itu. Ia menelan biji buah pepaya utuh. “Setengah gelas biji pepaya saya telan langsung tanpa dikunyah,” kata Anto. Ia juga tidak mencuci biji buah anggota famili Caricaceae itu. Sebab, biji itu terlindung dalam buah sehingga sangat bersih.

Pria kelahiran Menteng, Jakarta Pusat, 1963 itu menelan biji pepaya tanpa kunyahan untuk menghindari citarasa pahit. Ketika biji pepaya terkunyah dan pecah saat itu pula lidah mencecap pahit. Baru juga sekali konsumsi menjelang tidur, pada keesokan harinya Anto merasakan perubahan. Wasir mulai mengempis, rasa sakit pun mereda. Pada hari berikutnya Anto kembali mengonsumsi setengah gelas biji pepaya. Frekuensi konsumsi hanya 1 kali per hari menjelang tidur.

Batal operasi

Temumangga mampu atasi wasir

Anto mengonsumsi biji pepaya tanpa sepengetahuan dokter yang merawatnya. Setelah tiga hari berturut-turut konsumsi biji pepaya, dokter memeriksa wasir Anto. Dokter pun terkejut karena wasir sudah jauh berkurang, sehingga dokter membatalkan operasi. Setelah opname selama dua pekan, dokter mengizinkan ayah 4 anak itu pulang. Tiba kembali di rumah, warga Kalibata, Jakarta Selatan, itu melanjutkan konsumsi biji pepaya hingga 2 pekan.

Volume konsumsi sama, setengah gelas sekali konsumsi. Frekuensi konsumsi juga sama, yakni 1 kali sehari. Ia menuturkan, selama konsumsi biji pepaya kondisi tubuhnya semakin baik. Derita wasir pun berakhir. Menurut Anto bagian yang bermanfaat adalah selubung lunak yang membungkus biji pepaya. Anto mengamati biji pepaya yang ditelannya keluar dalam keadaan utuh karena tidak tercerna oleh lambung.

Selain menyembuhkan wasir, ternyata konsumsi biji pepaya juga menyembuhkan batuk yang diderita Anto. Bagaimana duduk perkara biji pepaya membantu mengatasi hemoroid? Penelitian Marian Naseem dan Muhammad Karam Nasir, dari Universitas Karachi, Pakistan, menemukan bahwa buah pepaya serta bijinya bermanfaat bagi tubuh manusia. Menurut mereka kandungan nutrisi dalam biji pepaya berupa vitamin C, kalsium, potasium, zat besi, serta thiamin dan magnesium dapat meningkatkan kesehatan.

Dari hasil penelitianya diketahui biji pepaya mengatasi penyakit lever, untuk detoksifikasi, menekan sel kanker, dan antiinflamasi. Herbalis di Kelapagading, Jakarta Utara, Maria Andjarwati, belum pernah meresepkan biji pepaya untuk pengobatan wasir. Ia biasanya menggunakan cairan dari biji pepaya untuk mengatasi cacingan pada anak-anak. Untuk mengobati wasir, Andjar meresepkan 2 kapsul temumangga tiga kali setiap hari.

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d