Rangkaian meja bernuansa klasik untuk menemani santap malam bersama pujaan hati

Rangkaian meja bernuansa klasik untuk menemani santap malam bersama pujaan hati

Klasik, romantis, dan manis.

Valentine merupakan momen istimewa bagi jutaan pasang kekasih di dunia. Masyarakat di berbagai negara mempunyai cara sendiri untuk merayakan Valentine. Di Amerika Serikat perayaan Valentine ditandai dengan saling bertukar kartu bertuliskan kata-kata cinta. Sementara itu di Jepang para wanita akan memberikan sekotak cokelat pada pria yang dikasihi.

Di tanahair Valentine juga disambut dengan suka cita. Buket bunga, cokelat, dan beragam kado menyemarakkan hari kasih sayang. Ketua Ikatan Perangkai Bunga Indonesia (IPBI) cabang Jakarta Selatan, Lucia Raras, menuturkan menampilkan bunga mawar Rosa chinensis di atas meja makan dalam beragam nuansa bisa menyempurnakan malam Valentine.

Anastasia Ferwidyasari, Sugiyanti Go Wijaya, dan Lucia Raras (searah jarum jam) mengeksplorasi kecantikan mawar dalam rangkaian untuk meja

Anastasia Ferwidyasari, Sugiyanti Go Wijaya, dan Lucia Raras (searah jarum jam) mengeksplorasi kecantikan mawar dalam rangkaian untuk meja

Klasik
Raras bersama Anastasia Ferwidyasari dan Sugiyanti Go Wijaya yang tergabung dalam IPBI Jakarta Selatan mengeksplorasi kecantikan mawar dalam rangkaian bunga penghias meja bertema klasik, romantis, dan manis. Sang ratu kembang paling banyak dipilih untuk mewakili isi hati sebab melambangkan kesetiaan, romantisme, dan keberanian. Biasanya tangkai-tangkai mawar itu hadir dalam bentuk sederhana berupa buket saja.

Cara membuatnya mudah hanya diikat menggunaan tali atau pita. Padahal, bunga anggota keluarga Rosaceae itu bisa tampil memukau menemani santap malam istimewa bersama sang terkasih. Untuk membuat rangkaian bertema klasik, Raras mengusung warna merah. Ibu tiga anak itu memilih kuntum mawar dan anyelir sebagai materi utama penyusun rangkaian.

Ia memotong tangkai kedua bunga itu hingga 10—15 cm dari pangkal kelopak. Sebagai wadah rangkaian, ia mengikat sebuah batang kering berbentuk gelombang di sebuah tempat lilin besi panjang. Di sana ia meletakkan floral foam di beberapa titik dan menancapkan bunga di atasnya. Penggemar kopi itu menambahkan anyelir dan mawar mini, keduanya berwarna merah muda, untuk menghias rangkaian.

Baca juga:  Hidroponik Air Mancur

Kehadiran daun eukaliptus berwarna hijau tua dan silver dust hijau perak memberikan kesan segar. Semua materi flora sengaja dibuat rendah agar tidak menghalangi pandangan. Raras menuturkan rangkaian penghias meja tidak boleh menutupi mata peserta jamuan makan. “Itu sebabnya tinggi rangkaian sebaiknya lebih rendah atau tidak melebihi tinggi kepala,” ujarnya.

Rangkaian meja untuk kawula muda

Rangkaian meja untuk kawula muda

Rangkaian itu tampak elegan berpadu dengan interior ruangan di sebuah restoran bergaya Italia, Bianco Sopari D’Italia di Serpong, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Lilin merah, gelas kaca, dan aksesori khas Valentine yang diletakkan di atas meja membuat tema klasik semakin kental. Sugiyanti Go Wijaya menuturkan rangkaian klasik pas sekali bagi orang yang ingin menikmati Valentine dengan sentuhan gaya tempo dulu. “Biasanya jenis rangkaian seperti itu lebih disukai pasangan berusia dewasa,” ujarnya.

Romantis
Masih menggunakan materi utama yang sama, Raras dan kedua sahabatnya itu menghadirkan rangkaian nan romantis. Kali ini mereka bermain dengan vas-vas kaca untuk wadah. Ada yang berbentuk setengah bola, kubus, dan trapesium. “Siapa saja bisa mewujudkannya sendiri sebab hanya menggunakan teknik potong,” ujar Raras. Ia hanya perlu mengatur tinggi rendah bunga agar tercipta keharmonisan.

Raras memilih sebuah vas setengah bola berukuran besar dan tiga vas kecil berbentuk sama di bagian tengah meja. Ia mengisi vas besar dengan buket mawar merah. Pada vas kecil ia hanya meletakkan setangkai bunga. Di sisi kanan dan kiri meja, wanita ramah itu menata apik vas-vas berbentuk trapesium dan kubus yang berpadu apik dengan buket mawar merah dan mawar mini merah jambu.

Rangkaian mawar bertema romantis

Rangkaian mawar bertema romantis

Berbeda dengan dua rangkaian sebelumnya, pada rangkaian yang mengusung tema manis, ketiga sahabat itu memilih merah jambu sebagai unsur warna dominan. “Itu adalah warna yang mampu mewakili jiwa-jiwa muda yang sedang jatuh cinta,” ujar Anastasia Ferwidyasari. Itu sebabnya rangkaian itu cocok bagi kawula muda yang ingin menghabiskan Valentine bersama sang pujaan hati.

Baca juga:  Lampu Simelongka

Para perangkai bunga profesional itu hanya menggunakan mawar sebagai materi flora. Mereka membentuk sang ratu bunga itu menjadi sebuah buket dan rangkaian berbentuk hati yang menarik. Para perangkai membuat simbol hati dengan cara memotong floral foam lalu menutup bagian tepinya dengan kayu manis untuk mempertegas pola. Di atas floral foam itu, kuntum-kuntum mawar tersusun rapi.

Meski simpel, tetapi padu padan mawar dengan lilin berwarna senada, gelas kaca, dan wine mampu menyulap meja kotak sederhana menjadi lebih menawan. Beragam rangkaian berbahan utama mawar merah itu memang sederhana, tetapi member kesan semarak perayaan Valentine. (Andari Titisari)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d