Hidroponik

Rancangan hidroponik berputar agar tanaman memperoleh sinar matahari secara merata.

Perangkat hidroponik berputar dengan talang horizontal yang disusun bertingkat.

Perangkat hidroponik berputar dengan talang horizontal yang disusun bertingkat.

Kris Ermawan tampak kewalahan melayani pertanyaan para pengunjung stan miliknya pada ajang Agricultural Network Indonesia (Agrinesia) 2016 di Sanur, Provinsi Bali. Selesai menjawab pertanyaan salah satu pengunjung, bersambung menjawab pertanyaan pengunjung yang lain. Begitu seterusnya. Para pengunjung itu penasaran dengan dua perangkat hidroponik hasil rancangan Kris yang terpajang di depan stan.

Pria asal Kota Denpasar, Bali, itu merancang kedua perangkat hidroponik dengan teknik nutrient film technique (NFT) yang dirancang vertikal. Bedanya pada perangkat pertama, Kris memasang pipa secara horizontal bertingkat. Adapun pada perangkat satunya lagi terdiri atas 5 pipa terpasang vertikal. Yang membuat pengunjung penasaran kedua perangkat hidroponik itu dapat berputar secara otomatis.

Merata
Beberapa pengunjung mengira perangkat hidroponik yang berputar sekadar untuk atraksi. Kris merancang perangkat hidroponik yang dapat berputar otomatis agar tanaman memperoleh paparan sinar matahari merata. “Perangkat ini cocok diletakkan di halaman rumah yang tidak memperoleh sinar matahari penuh atau hanya mendapat sinar matahari dari satu sisi,” ujar Kris.

Kris Ermawan dan perangkat hidroponik berputar hasil rancangannya.

Kris Ermawan dan perangkat hidroponik berputar hasil rancangannya.

Dengan keunggulan itu, seorang perempuan asal Kota Bogor, Jawa Barat, akhirnya membeli sepasang perangkat hidroponik rancangan Kris. Meski terlihat canggih, Kris sebetulnya merancang perangkat hidroponik itu dengan bahan sederhana. “Agar perangkat hidroponik bisa berputar saya menggunakan motor yang membuat kipas angin berputar ke kiri dan ke kanan,” ujar Kris.

Semula Kris menggunakan dinamo agar perangkat dapat berputar. Namun, jika menggunakan dinamo putarannya terlalu kencang. Jika dinamo menjadi poros perputaran perangkat, maka perangkat rentan bergoyang saat berputar kalau perangkat tidak simetris. Oleh sebab itu Kris membuat poros putaran perangkat dengan membuat lintasan berbentuk lingkaran yang terbuat dari alumunium.

Baca juga:  Beginilah 7 Tahap Cara Menanam Cabe Hidroponik

Alumnus Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di Surabaya, Jawa Timur, itu merancang lintasan menyerupai prinsip kerja laher yang kerap digunakan untuk poros perputaran roda, seperti pada roda sepeda motor. Kris membuat diameter lintasan lebih besar daripada laher agar sekaligus dapat menopang kerangka perangkat. “Dengan begitu perangkat berputar lebih stabil asalkan diletakkan pada permukaan yang benar-benar rata,” tutur pemilik usaha bernama LED Desain and Art itu.

Untuk menggerakkan lintasan itu ia menggunakan motor bekas dari kipas angin. Meski perangkat hidroponik itu dapat berputar, tidak mengganggu aliran nutrisi. Pada perangkat itu nutrisi dari dalam bak penampung disedot menggunakan pompa hingga mengisi tabung dari pipa polivinilklorida berdiameter 4 inci atau 114 mm yang terpasang di bagian puncak perangkat.

Nutrisi

Perangkat hidropnik berputar yang disusun vertikal.

Perangkat hidropnik berputar yang disusun vertikal.

Pada perangkat yang talangnya disusun horizontal secara bertingkat, nutrisi mengalir secara gravitasi berdasarkan kemiringan talang. Sementara pada perangkat vertikal nutrisi mengalir dengan cara menetes pada masing-masing wadah tanam. Ahli hidroponik di Jakarta, Yos Sutiyoso, menuturkan belum pernah mencoba membudidayakan sayuran menggunakan perangkat hidroponik seperti hasil rancangan Kris.

Menurut alumnus Institut Pertanian Bogor itu perangkat yang dirancang dapat berputar hanya salah satu strategi agar tanaman dapat memperoleh sinar matahari secara merata. Paparan sinar matahari yang tidak merata memang menjadi salah satu kendala dalam budidaya hidroponik secara vertikal. “Cara lain dengan mengupayakan agar tajuk tanaman tumbuh tegak,” tutur Yos yang berpengalaman membudidayakan sayuran hidroponik.

Yos menuturkan jika tajuk tanaman tumbuh tegak maka daun tidak akan saling menutupi. “Dengan begitu masih ada celah bagi sinar matahari mengenai tanaman lain yang berada di bawahnya,” ujarnya. Bagaimana cara membuat tajuk tanaman terlihat tegak? Menurut Yos hindari menggunakan sumber nitrogen (N) pada nutrisi hidroponik yang berasal dari amonium (NH4+).

Sumber nutrisi hidroponik AB mix.

Sumber nutrisi hidroponik AB mix.

Sumber nitrogen berupa amonium biasanya terdapat pada beberapa jenis pupuk seperti Urea atau pupuk NPK 15:15:15 yang diproduksi beberapa produsen tertentu. Yos mengatakan efek menggunakan nitrogen yang bersumber dari amonium membuat sel-sel tanaman seperti balon, besar tapi tidak berisi. Akibatnya, tanaman seperti sawi menjadi berdaun lebar, tapi batang daunnya lemah sehingga daun terkulai seperti layu.

Baca juga:  Panen Stroberi Hidroponik

“Daun yang terlalu lebar dan terkulai dapat menghalangi tanaman di bawahnya dari paparan sinar matahari,” tuturnya. Efek lain tanaman juga mudah terserang hama dan penyakit. Yos menyarankan sebaiknya gunakan sumber nitrogen yang berasal dari nitrat (NO3-), seperti kalium nitrat (KNO3). Sumber nitrogen dalam bentuk nitrat membuat dinding sel tanaman lebih kuat.

Efek pada sawi, misalnya, berdaun lebih kecil, tapi lebih tebal dan kaku. Tulang daun tampak kekar sehingga dapat membentuk tajuk yang tegak. “Dari segi rasa lebih renyah saat dikonsumsi,” kata Yos. (Imam Wiguna)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d