Berpesta di Tanjungbunga 1
Pekan Flora Flori Nasional ke-7 dilaksanakan di Maccinisombala, Tanjungbunga, Makassar

Pekan Flora Flori Nasional ke-7 dilaksanakan di Maccinisombala, Tanjungbunga, Makassar

Pelaku agribisnis dari seluruh wilayah di Indonesia berpesta.

Ilyas mengolah buah markisa Passiflora edulis menjadi jus yang nikmat. Citarasa jus masam manis menyegarkan. Produsen di Malino, Provinsi Sulawesi Selatan, itu mengemas jus dalam botol volume 1.000 ml. Botol tertata apik dalam dus yang menarik. Namun, Ilyas sulit memasarkan 2.000 botol produksinya setiap bulan. Ia mencoba memasarkan ke berbagai pasar swalayan di Kota Makassar, tetapi markisa senilai Rp140-juta hanya laku sebagian kecil.

Direktur Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian, Hasanuddin Iskandar yang memimpin langsung acara temu bisnis itu berhasil mencarikan solusi bagi Ilyas pada akhir acara. Temu binis salah satu acara di Pekan Flora Flori Nasional (PF2N) ke-7 di Makassar. Acara itu menarik minat 100-an peserta dari berbagai sektor bisnis pertanian. Ada petani tanaman hias dari Tangerang, pekebun bunga potong di Kabupaten Gowa, pekebun pisang di Jawa Timur, pengolah buah salak dari Sumatera Utara, beberapa wakil pasar swalayan nasional di Makassar, serta perbankan hadir untuk bertemu di ajang bisnis pertanian itu.

Aneka buah unggul lokal Nusantara

Aneka buah unggul lokal Nusantara

Teknologi budidaya
Gubernur Sulawesi Selatan, M. Syahrul Yasin Limpo, dan istri Wakil Presiden, Mufidah Jusuf Kalla, membuka Pekan Flora Flori Nasional ke-7 pada 6 November 2014. Usai pembukaan, Mufidah mengelilingi arena pameran seluas 2 ha. Ia dengan antusias mengelilingi tenda raksasa terdiri atas 148 gerai yang memamerkan buah dan bunga unggulan, baik segar, maupun olahan dari daerah peserta.

Ketua Perhimpunan Anggrek Indonesia itu juga mengunjungi tenda khusus berisi aneka anggrek dendrobium pot. Namun, yang paling menarik perhatian Mufidah ialah kebun melon yang tengah memasuki masa panen. Sebanyak 14 varietas melon seolah bersaing untuk memamerkan buahnya yang ranum. Mufidah memanen perdana buah Cucumis melo itu sekaligus memesan 3 bungkus benih untuk ditanam di kebunnya.

Melon berkualitas dihasilkan dari lahan marginal, tempat pameran berlangsung

Melon berkualitas dihasilkan dari lahan marginal, tempat pameran berlangsung

Beragam pelaku agribisnis juga memamerkan aneka komoditas seperti cabai besar, keriting, rawit, terung, dan labu yang menarik perhatian pengunjung. Bagi para pengunjung teknologi drip irigasi masih baru dan menarik. Begitu juga wolkaponik—paduan hidroponik dengan akuaponik—menyedot perhatian mereka. Mereka takjub menyaksikan selada, seledri, dan bayam di talang air tumbuh tanpa pupuk.

Baca juga:  Siam Berpesta Hortikultura

Nutrisinya hanya pupuk organik di media tanam serta feses ikan di kolam di bawah pertanaman. Pompa mini lalu menarik air kotoran ikan ke puncak wolkaponk lalu mengalir ke talang air atau pipa melewati tanaman. Sirkulasi air itu berlangsung selama 24 jam. Yang tak kalah menarik bagi pengunjung ialah labu hias dan labu jingga yang tumbuh di berbagai area sebagai tanaman pergola.

Tanaman anggota Cucurbitaceae itu merambat di atas pergola dan membentuk kanopi sehingga jalanan di bawahnya teduh. Di situlah pengunjung bernaung dari terpaan sinar matahari terik. Kehadiran pergola labu bukan hanya di jalan setapak tetapi juga di atas jembatan kayu yang menghubungkan daratan dengan “pulau kecil” tempat tenda raksasa dipasang.

Klinik Hortikultura melayani pertanyaan dan permasalahan yang dihadapi pengunjung

Klinik Hortikultura melayani pertanyaan dan permasalahan yang dihadapi pengunjung

Hari pangan
Tema pameran yang berlokasi di Maccinisombala, Tanjungbunga, Makassar, itu Ramah Lingkungan Menjawab Tantangan Abad ke-21. Tema itu sejalan dengan kampanye FAO, Feeding the World, Caring for the World. Itulah sebabnya materi pameran dikaitkan dengan pertanian ramah lingkungan. Contoh pemakaian pupuk organik untuk semua pertanaman, pemanfaatan biopestisida, serta ajir awet.

Mufidah Jusuf Kalla, panen perdana melon di arena pameran

Mufidah Jusuf Kalla, panen perdana melon di arena pameran

Menurut Ketua panitia PF2N, Soesilo, penanaman sayuran secara bertingkat alias vertikal kultur dan hidroponik juga relevan dengan tema pameran. “Metode itu bisa menjadi contoh bagi masyarakat perkotaan yang tidak memiliki halaman. Atau bahkan di pedesaan yang lahan pertanian makin sempit,” ujarnya. Selain acara PF2N, panitia juga menggelar pameran Hari Pangan Sedunia (HPS) di lokasi yang berseberangan. Di ajang itu dipamerkan pangan-pangan olahan dan pangan alternatif dari berbagai daerah di Indonesia.

Beberapa pangan alternatif misalnya nasi berbahan bulir jali Coix lacrima-jobi atau singkong serta mi berbahan jagung. Panitia juga menyelenggarakan lomba anggrek, merangkai buah, bunga, dan sayur, temu bisnis, investasi hortikultura, pengenalan durian unggul, membuat tabulampot, dan tanam jamur tiram. (Syah Angkasa)

Sayur dan buah lokal unggul dipamerkan di kapal pinisi

Sayur dan buah lokal unggul dipamerkan di kapal pinisi

Temu Bisnis dipandu langsung Dirjen Hortikultura Hasanuddin Iskandar

Temu Bisnis dipandu langsung Dirjen Hortikultura Hasanuddin Iskandar

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *