Berpadu Makin Manjur 1
Kombinasi daun sirsak dan herbal lain maksimalkan khasiatnya

Kombinasi daun sirsak dan herbal lain maksimalkan khasiatnya

Khasiat daun sirsak makin terasa jika berpadu dengan herbal lain.

Bersatu makin teguh. Begitulah metode pengobatan beragam kanker. Para herbalis memadukan beragam herbal untuk memperkuat khasiatnya. Beberapa dokter sekaligus herbalis seperti dr Paulus Wahyudi Halim MedChir di Tangerang Selatan, Provinsi Banten dan dr Sidi Aritjahja (Yogyakarta) sepakat pengobatan kanker lebih efektif menggunakan kombinasi herbal, bukan tunggal. Demikian juga Prof Dr Mochammad Yusuf di Sukabumi, Jawa Barat, senantiasa meresepkan kombinasi herbal.

Selain tanaman obat yang berkhasiat antikanker, pasien kanker juga memerlukan herbal lain yang berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh. Menurut herbalis di Tangerang Selatan, Banten, Lukas Tersono Adi, daun sirsak sebagai antikanker bekerja seperti kemoterapi. Senyawa aktif acetogenins dalam daun sirsak menyerang sel kanker tanpa merusak sel sehat. Sementara kemoterapi menghancurkan sel kanker sekaligus sel sehat.

Lukas Tersono Adi " Sebaiknya hindari penggunaan herbal anti kanker dalam satu ramuan"

Lukas Tersono Adi ” Sebaiknya hindari penggunaan herbal anti kanker dalam satu ramuan”

Herbal pendamping

Lukas mengatakan, “Pasien yang mengonsumsi daun sirsak kerap merasakan mual dan pusing akibat efek kemoterapi daun sirsak.” Selain itu efek kemoterapi daun sirsak juga membuat tubuh lemas. Untuk mengatasi itu, herbalis mesti mengombinasikan daun sirsak dengan herbal lain yang membuat tubuh tetap segar dan nafsu makan terjaga seperti rimpang kunyitputih Curcuma zedoaria, daun dewa Gynura divaricata, dan daun sambung nyawa Gynura procumbens.

Herbalis alumnus Universitas Diponegoro itu lazim meresepkan daun sirsak dan kunyitputih untuk kanker terutama yang berlokasi di saluran pencernaan. “Zat aktif dalam kunyitputih bagus untuk masalah pencernaan dan mag,” kata Lukas. Cara mengolah daun sirsak dan kunyitputih juga mudah. Pasien cukup merebus 30-60 g rimpang segar kunyit putih dan 10 g simplisia daun sirsak dalam 3 gelas air hingga menjadi 1 gelas.

Pasien mengonsumsi ramuan itu pada pagi dan sore. Kondisi pasien membaik setelah mengonsumsi ramuan selama 3-4 bulan. “Syaratnya pikiran pasien rileks dan tekun mengonsumsi herbal itu,” kata Lukas. Menurut Lukas pasien kanker stadium awal sebaiknya menghindari paduan daun sirsak dengan herbal lain yang berkhasiat antikanker seperti keladitikus Typhonium flagelliforme dan mahkota dewa Phaleria macrocarpa. Sebab, metabolisme tubuh semakin berat dan bisa berdampak buruk bagi ginjal. Pasien juga akan merasa mual dan muntah.

Baca juga:  Aman untuk Nabatiwan

Sinergisistas

Paulus memadukan daun sirsak dan herbal antikanker lain seperti keladitikus dan kulit manggis untuk pasien kanker ganas. Dokter yang pernah praktik 8 tahun di Uganda dan Etiopia itu membuat ramuan berdasarkan sinergisitas antarherbal agar berkhasiat maksimal. Selain itu, pasien juga mengonsumsi herbal lain yang berguna meningkatkan daya tahan tubuh seperti temulawak dan sambiloto.

Sejak 2011 kombinasi daun sirsak dan kunyitputih tersedia dalam bentuk kapsul. Menurut distributor produk itu untuk area Jakarta, Adi Wijaya, gabungan daun sirsak dan kunyitputih berefek lebih kuat dalam menangani kanker dan penyakit lain. Produsen memilih kunyitputih karena tanaman anggota famili Zingiberaceae itu memiliki aneka khasiat seperti antivirus, antibakteri, dan ampuh mengatasi keputihan.

Mengkudu bisa menjadi pendamping daun sirsak

Mengkudu bisa menjadi pendamping daun sirsak

Dalam satu kapsul mengandung 400 mg ekstrak daun sirsak dan 100 mg ekstrak rimpang kunyitputih. Menurut Adi respons masyarakat terhadap produk itu bagus. Sebab saat itu belum banyak produk serupa. Kini permintaan produk itu relatif stabil. Menurut dr Sidi kunyitputih memang berkhasiat antikanker. Namun, daun zuurzak-sirsak dalam bahasa Belanda-memiliki kelebihan ketimbang herbal untuk kanker lainnya.

Kunyit putih mengandung protein yang hanya efektif untuk menghambat mitosis sel kanker dari kelenjar. Beberapa contoh kanker kelenjar adalah kanker prostat dan adenokarsinoma alias pankreas. Sementara cakupan khasiat daun sirsak lebih luas daripada kunyitputih.

Mengkudu

Selain mujarab mengatasi sel kanker dari kelenjar, daun sirsak juga tokcer mengendalikan kanker yang berasal dari sel jaringan ikat. Contohnya antara lain fibroadenokarsinoma pada kanker payudara dan kanker rahim. Selain kunyitputih, daun sirsak juga cocok berpadu dengan buah mengkudu Morinda citrifolia. Menurut Lukas sah-sah saja memadukan daun sirsak dengan mengkudu.

Sebab buah anggota famili Rubiaceae itu tidak berefek kemoterapi. Buah kerabat kopi itu bagus untuk pencernaan, memperbaiki daya tahan tubuh, antiinflamasi, dan melancarkan peredaran darah. “Mengkudu juga mengandung antioksidan,” kata Lukas. Pada 2013 perusahaan produsen herbal di Indonesia membuat produk gabungan antara daun sirsak dan mengkudu.

Baca juga:  Kebun Sekolah

Khasiat utama produk itu mencegah penyakit akibat radikal bebas seperti tumor dan kanker. Produk itu juga bermanfaat untuk memperbaiki metabolisme, menurunkan tekanan darah tinggi, dan mengatasi asam urat. Menurut farmakolog dari Universitas Padjadjajaran, Prof Dr Anas Subarnas MSc Apt, daun sirsak bisa dipadukan dengan aneka herbal seperti kunyitputih dan buah mengkudu.

Kombinasi herbal bisa meningkatkan atau menurunkan daya kerja herbal. Oleh karena itu, herbalis harus mengetahui khasiat herbal yang akan dipadukan sehingga tercipta sinergisitas. Jika memungkinkan perpaduan herbal itu berdasarkan riset ilmiah. Herbalis di Kota Batu, Jawa Timur, Wahyu Suprapto, juga memadukan daun sirsak dengan herbal lain untuk mengatasi kanker serviks stadium 3.

Menurut Wahyu kanker stadium 3 termasuk kanker tingkat lanjut yang mendapat pasokan makanan dari jaringan sekitar. Bukan hanya mengandalkan energi dari adenosin trifosfat (ATP) sendiri. Oleh karena itu herbal yang diberikan mesti majemuk, bukan herbal tunggal. Sebab, kecepatan replikasi sel kanker sangat cepat. Jika hanya mengandalkan daun sirsak, sel kanker semakin membesar.

Keladi tikus fitokemoterapi sama seperti daun sirsak

Keladi tikus fitokemoterapi sama seperti daun sirsak

Lima tahun

Wahyu meresepkan 20 g daun sirsak, 40 g keladitikus, 40 g kunyitputih, 20 g temumangga Curcuma mangga, dan 30 g sambiloto Andrographis paniculata. Daun sirsak dan keladitikus berperan sebagai fitokemoterapi. Kunyitputih dan temumangga berkhasiat merusak sel kanker. Sementara untuk antiradang dan menguatkan sel darah merah Wahyu mengandalkan sambiloto.

Pasien memerlukan herbal antiradang karena pada beberapa kasus disertai dengan perlukaan. Wahyu juga mengatakan sel darah merah perlu diperkuat karena berperan sebagai media transportasi makanan dan oksigen. Jika pasien menderita kanker diikuti dengan pendarahan, Wahyu menambahkan buah merah untuk menambah hemoglobin.

Semua herbal itu dalam bentuk serbuk. Untuk mendapat khasiat itu, pasien merebus 10 g setara satu sendok makan yang terisi penuh kombinasi herbal itu dengan 2 gelas air hingga menjadi 1 gelas. Ramuan dikonsumsi 3 kali sehari. Namun, jika kanker semakin mengecil dosis berkurang hingga satu kali sehari. Menurut Wahyu pasien kanker yang sembuh baru dikatakan aman dari sel ganas itu jika melewati 5 tahun. (Riefza Vebriansyah)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments