Produksi benih melon eksklusif PT Tunas Agro Persada menguasai 50% dari pasar nasional.

PT Tunas Agro Persada bermula dari distributor benih, kini jadi produsen benih.

PT Tunas Agro Persada bermula dari distributor benih, kini jadi produsen benih.

Melon kinanti, adinda, dan legita bercitarasa sangat manis. Tingkat kemanisan melon-melon itu lebih dari 14o briks. Tekstur daging buah kinanti renyah, adinda lembut, sedangkan legita legit. Ketiga varietas itu produksi PT Tunas Agro Persada yang menguasai pasar melon eksklusif di Indonesia. Produsen benih hortikultura di Jawa Tengah, PT Tunas Agro Persada, berupaya menjaga kualitas melon.

Cipto Legowo (baju putih) dan Dwi Kartika, dua direktur PT Tunas Agro Persada.

Cipto Legowo (baju putih) dan Dwi Kartika, dua direktur PT Tunas Agro Persada.

“Kami tidak mau asal produksi, karena kualitasnya harus dijaga,” kata Direktur Pemasaran PT Tunas Agro Persada, Ir Cipto Legowo. Setiap kali hendak merilis varietas baru, produsen asal Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah itu, lewat divisi Buah Segar menanam benih untuk produksi buah segar. Tujuannya untuk mengenalkan varietas baru. Ia lantas mendistribusikan buah varietas baru itu ke beberapa pasar swalayan multinasional.

Kuasai melon

Permintaan sebuah pasar swalayan mencapai 10 ton melon per pekan. Namun, PT Tunas Agro Persada hanya sanggup memenuhi maksimal 4 ton. Itu mengindikasikan pasar menerima melon varietas baru produksi PT Tunas Agro Persada. Setelah pasar membutuhkan varietas baru, PT Tunas Agro Persada memproduksi massal benihnya. Itulah strategi pemasaran perusahaan yang berdiri pada 2001 itu.

Presiden Joko Widodo mengapresiasi benih produksi nasional menggantikan benih impor.

Presiden Joko Widodo mengapresiasi benih produksi nasional menggantikan benih impor.

Cipto baru akan merilis kirani sebagai varietas baru pada 2017. Namun, ia memperkenalkan melon itu di acara Hari Pangan Sedunia di Boyolali, Jawa Tengah, dan Fruit of Indonesia di Parkir Timur Senayan, Jakarta—keduanya pada November 2016. Pada ekshibisi itu 3—4 ton buah habis terjual dalam 1—2 hari. “Panitia sering menegur karena tidak ada lagi buah yang dipamerkan,” kata Cipto.

Dengan memperkenalkan buah terlebih dahulu, pemasaran benih lebih ringan karena masyarakat telah mengenal buahnya. PT Tunas Agro Persada sukses menguasai  pasar benih melon eksklusif hingga 50%. Namun, volume itu masih jauh dari produksi melon konvensional secara nasional sebesar 2,5—3 ton per tahun. Benih melon konvensional dikuasai oleh melon berjaring.

Semangka raksasa, 30,5 kg produksi PT Tunas Agro Persada memecahkan rekor MURI.

Semangka raksasa, 30,5 kg produksi PT Tunas Agro Persada memecahkan rekor MURI.

Menurut alumnus Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya itu permintaan benih melon konvensional kini turun. Sebaliknya, permintaan benih melon eksklusif meningkat dari tahun ke tahun. Banyak petani justru beralih ke benih melon premium. Musababnya keuntungan petani lebih besar. Dampaknya permintaan benih melon eksklusif semakin hari semakin bertambah.

Menurut Cipto pasar benih melon premium itu kurang dari 10% dari produksi benih melon nasional yang mencapai 2,5—3 ton per tahun. Benih melon berjaring masih menguasai pasar karena masyarakat lebih dahulu mengenalnya. Selain itu harganya murah dan daya tahan buah lebih lama sehingga pedagang memilihnya. Namun, seiring dengan peningkatan ekonomi masyarakat, permintaan buah melon eksklusif melonjak 5—7% per tahun.

Baca juga:  Babak Baru Tanam Tin

Distributor ke produsen

PT Tunas Agro Persada lahir dari sebuah perusahaan distributor benih asal Taiwan, yaitu PT Tani Unggul Sarana, yang akhirnya menjelma menjadi perusahaan baru yang memproduksi beragam benih buah dan sayuran pada 2001.

Kirani (putih), andalan anyar PT Tunas Agro Persada.

Kirani (putih), andalan anyar PT Tunas Agro Persada.

PT Tunas Agro Persada digawangi oleh Bobby Sasono Robin sebagai Direktur Utama, Cipto Legowo, dan Dwi Kartika M. Ghazalie sebagai Direktur Riset dan Produksi.

Hingga kini perusahaan berumur 14 tahun itu produksi beragam varietas, di antaranya melon 8 varietas, semangka (10), dan cabai (4). Tunas Agro juga memproduksi benih jagung manis, tomat, terung, kubis, caisim, mentimun, kacang panjang ungu, dan pepaya. Benih melon menjadi salah satu andalan Tunas Agro untuk meraup omzet. Sebanyak 30% omzet perusahaan itu berasal dari benih melon.

Benih semangka juga menjadi andalan Tunas Agro. Selain kedua komoditas itu, benih penyumbang laba Tunas Agro adalah cabai,  jagung manis, dan mentimun. Tiga tahun terakhir Tunas Agro memproduksi benih pepaya. Salah satu varietas cabai yang jadi andalan ialah jacko 99 karena tahan lama dan tidak cepat gembos. Jacko 99 pun tahan pengangkutan. Selain itu, ada varietas cabai legawa yang sangat produktif.

Kirani, daging sangat menarik, rasa sangat manis.

Kirani, daging sangat menarik, rasa sangat manis.

Petani cabai di Kabupaten Jember, Jawa Timur, membuktikan keunggulannya. Pada petikan keempat, hasilnya mencapai hampir 1 ton sekali petik dari luas 0,25 ha atau kurang lebih 5.000 tanaman. Sementara sosok tanaman masih segar. Varietas cabai lain, jinawi yang juga unggul. ”Tajuk tanaman ramping,” tutur Dwi Kartika M Ghazali, pemulia PT Tunas Agro Persada.

Cabai keriting hibrida itu mampu berproduksi 1,15—1,30 kg per tanaman. Produktivitas cabai keriting rata-rata 0,7—0,8 kg per tanaman. Keruan saja produktivitas per ha pun terkatrol menjadi 23,76—24,54 ton. Bandingkan dengan produktivitas cabai keriting hibrida lain yang hanya 16—18 ton per ha. Varietas kembang kol bernama jayanti cukup istimewa dengan bobot mencapai 8 ons per buah. Kelebihan jayanti tahan penyakit dan berproduktivitas tinggi.

Golden melon mengangkat pamor melon tanpa jaring.

Golden melon mengangkat pamor melon tanpa jaring.

Kini Tunas Agro Persada berkembang menjadi produsen benih nasional yang terdepan dan inovatif.  Lewat sejumlah riset, mereka menemukan banyak varietas unggul baru. Pada 2010, perusahaan itu mempunyai cabai steril. “Saat ini, mau produksi apa pun kami sanggup,” kata Cipto.  Kualitas produksi terjamin karena mendapat sertifikat ISO 9001:2008 pada 2011. Cipto menargetkan pada 2017, produk mereka mendapat sertifikat ISO 9001:2015.

Baca juga:  Funchamp ke-16

Untuk menghasilkan varietas-varietas berkualitas, Tunas Agro Persada memiliki peralatan lengkap, di antaranya laboratorium benih untuk mengukur kadar air, daya kecambah, daya tumbuh, dan bobot per 100 biji. Adapun sarana dan peralatan paling mutakhir ialah laboratorium bioteknologi. Dengan fasilitas canggih itu, mereka dapat  mengetahui deoxyribo nucleic acid (DNA) satu tanaman.

Lahan penelitian PT Tunas Agro Persada di Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah.

Lahan penelitian PT Tunas Agro Persada di Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah.

Biasanya hasil persilangan ditanam secara manual. Secara visual, tanaman terlihat tumbuh seragam, tetapi secara genetik sifatnya belum diketahui. Dengan menguji tanaman itu di laboratorium, petugas dapat mengetahui tanaman hasil persilangan itu sempurna atau belum.  Dengan demikian untuk menghasilkan varietas unggul pun lebih cepat.  Sifat genetis satu buah asing pun dapat diketahui dengan memeriksakan di laboratorium genetika itu. Tanaman itu kelak mudah dicarikan pasangan untuk penyilangan.

Fasilitas

Tunas Agro Persada tidak sekadar memproduksi benih, tetapi kualitasnya pun terbukti unggul. Itu terbukti dari prestasi selama 6 tahun berturut-turut, yakni melon-melon adinda, kinanti, dan legita sukses meraih juara pada beberapa kontes melon. Bahkan perusahaan itu pernah tampil sebagai juara umum dengan menyabet 4 gelar dalam Jambore Varietas Hortikultura Dataran Menengah di Sukabumi, Jawa Barat, pada Oktober 2012.

Pepaya cikita, produksi terbaru PT Tunas Agro Persada.

Pepaya cikita, produksi terbaru PT Tunas Agro Persada.

Pada acara itu melon kinanti meraih juara pertama kategori melon terbaik dan mahesa, menjadi semangka terbaik. Melon adinda dan semangka lonjong masing-masing meraih juara ketiga.  Prestasi lain, pada lomba Varietas Hortikultura PF2N 2013 atas nama legita yang menjuarai melon tidak berjaring. Pada Jambore Varietas 2014, Tunas Agro Persada tampil sebagai juara umum dengan meraih 4 penghargaan, yakni melon kinanti (juara I), semangka mahesa (juara I).

Melon kinanti kembali meraih juara pertama kategori melon tanpa jaring pada Jambore Varietas di Banyuwangi 2015.  Selain varietas yang berkualitas, Tunas Agro  kerap menghasilkan produk unik. Misal labu raksasa berbobot 73 kg, semangka raksasa berbobot 30,4 kg. Keduanya tercatat di rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).  Dengan bobot empat kali semangka biasa, Citrulus lunatus itu sebagai pemegang rekor buah semangka terbesar di Indonesia.

Melon rapingo, buatan PT Tunas Agro Persada.

Melon rapingo, buatan PT Tunas Agro Persada.

Bobot semangka biasa rata-rata 5—8 kg. Bentuknya bulat lonjong bermotif warna hijau muda kekuningan di antara warna hijau tua, ciri khas semangka. Mereka bisa membuat semangka unik itu karena memiliki indukan yang mengandung gen raksasa dan gen unik lain. Namun, tidak semua kegiatan berkebun berjalan lancar. Pernah menjelang panen kebun melon seluas 4 ha terdiri atas 60.000 tanaman habis disapu banjir bandang.

Dengan harga jual Rp10.000 per kg, kerugiannya mencapai Rp600-juta, habis dalam 1 jam. Namun, musibah itu tidak menyurutkan semangat untuk terus berproduksi. Hingga saat ini PT Tunas Agro Persada menjadi salah satu penghasil benih buah dan sayuran terkemuka di Indonesia. Selain memproduksi benih unggul, Tunas Agro pun mendistribusikan pupuk organik cair dan mulsa plastik.  (Syah Angkasa)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d