Berjaya di Dua Kota 1
Sansevieria baru  persilangan antara S. ‘pearsonii’ dan S. ‘basebal’ meraih juara pertama di kelas hibrida madya roundleaf

Sansevieria baru persilangan antara S. ‘pearsonii’ dan S. ‘basebal’ meraih juara pertama di kelas hibrida madya roundleaf

Hasil silangan menang di kontes perdana.

Jerih payah Santoso menghabiskan sebagian malamnya untuk menyilangkan indukan-indukan lidah mertua berbuah manis. Tiga sansevieria hibrida hasil silangan pehobi senior di Temanggung, Jawa Tengah, itu menorehkan prestasi gemilang di kontes nasional sansevieria di Taman Anggrek Indonesia Permai, Jakarta Timur. Ketiga lidah

mertua yang berlomba di bawah bendera Sindoro Sumbing itu masing-masing merebut juara pertama, kedua, dan ketiga pada kontes yang diselenggarakan oleh Metropolitan Sansevieria Club itu.

Hibrida-hibrida itu berjaya sebab Santoso telaten memberikan perawatan rutin. Anggota keluarga Liliaceae itu hidup sejahtera di media tanam campuran pasir malang, sekam mentah, dan humus bambu. Setiap pekan, Santoso rutin menyemprotkan pupuk daun dan pupuk akar, serta antihama setiap bulan. Pantas, bila penampilan tanaman sangat prima.

Baru

Sang juara pertama merupakan hasil persilangan antara S. ‘personii’ dengan S. ‘baseball’. “Ini pertama kalinya tanaman itu mengikuti kontes dan langsung menyabet posisi pertama,” kata Santoso. Sosoknya yang cantik berhasil memikat perhatian para juri yang terdiri atas Febri Widhi Armanu (Magelang), Eko Arisanto (Jakarta), dan Syah Angkasa (Jakarta).

Mereka sepakat menobatkan tanaman berumur 2 tahun itu sebagai juara pertama sebab karakter tanaman nyaris sempurna yakni berdaun tebal, jarak antardaun rapat, kompak, dan mempunyai garis datar alias corak berwarna hijau tua yang tajam.

Menurut Taufik Hidayat, ketua panitia, sosok tanaman itu tergolong baru. “Salah satu unsur penilaian pada kelas hibrida adalah adanya unsur kebaruan sebab tujuan menyilangkan adalah mencari bentuk baru,” kata Taufik. Kontes pada 26—27 April 2014 itu mempertandingkan 9 kelas dengan total peserta sebanyak 142. Peserta datang dari berbagai kota seperti Jakarta, Depok, Tangerang, Temanggung, Wonosobo, dan Malang. Semua tanaman yang turun kontes memiliki kualitas terbaik. Persaingan paling ketat ada di kelas variegata. Maklum, variegata memang jadi primadona.

Juara variegata senior anthurium

Juara variegata senior anthurium

Di kelas variegata madya roundleaf, S. ‘samurai dwarf’ milik Tangerang Sansevieria Club (TSC) tampil paling menonjol. “Corak variegata tipe striata (selang-seling hijau kuning, red) pada tanaman itu sangat nyata,” kata Febri Widhi Armanu, juri kontes. Kombinasi warna hijau dan kuning sangat bagus dengan batasan warna yang jelas. Pun sosok tanaman meliuk indah dengan susunan daun dari bawah ke atas semakin besar, tanda sehat.

Baca juga:  Duri Tajam Tetap Sentosa

Anthurium

Anthurium variegata milik Hariyanto dari Surakarta, Jawa Tengah, juga menorehkan prestasi gemilang. Para juri sepakat menabalkan tanaman berumur 1,5 tahun itu menjadi yang terbaik di kelas variegata senior. Kelas variegata sesi paling bergengsi pada acara yang bertajuk Kontes Anthurium Bersatu itu. Menurut juri asal Kota Batu, Jawa Timur, Ujud Rofianto, anthurium itu istimewa karena daun yang variegata merata dari bawah sampai atas. Keunggulan itulah yang membawa tanaman anggota famili Araceae itu mengalahkan pesaing dari berbagai kota yang juga tampil cantik.

Kontes di Semarang, Jawa Tengah, itu berlangsung meriah. Menurut ketua panitia, Nildi Rasyid, kontes pada 27 April 2014 itu diikuti 142 tanaman. Padahal, “Panitia menargetkan kontes diikuti 100 tanaman,” kata Nildi. Kontes itu terbagi ke dalam 9 kelas yaitu pemula, prospek, madya, utama, kobra, variegata senior, variegata junior, golden, dan mix atau nonjenmanii. (Andari Titisari/Peliput: Riefza Vebriansyah)

535_ 79

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *