Keunggulan boer: ukuran tubuh besar, kualitas kulit dan karkas baik, lemak daging rendah, fertilitas tinggi, musim kawin sepanjang tahun, dan laju pertumbuhan cepat

Keunggulan boer: ukuran tubuh besar,
kualitas kulit dan karkas baik, lemak daging
rendah, fertilitas tinggi, musim kawin
sepanjang tahun, dan laju pertumbuhan
cepat

M. Alexander Kaunang memelihara 2.000 kambing di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut (dpl).

Untuk menuju lokasi peternakan kambing Boer Stud di Desa Pandanrejo, Kotamadya Batu, Jawa Timur, perlu kelihaian mengendarai mobil. Harap mafhum jalan menuju lokasi selebar badan truk itu berbatu dan berlumpur di beberapa titik. Salah perhitungan, kendaraan bisa selip. Dari gerbang Desa Pandanrejo, waktu tempuh ke peternakan kambing Boer Stud cuma 20 menit melintasi kebun-kebun apel malang. Begitu memasuki peternakan kambing milik M Alexander Kaunang seluas 20 ha suasana tampak asri.

Peternakan Boer Stud mengelola 2.000 kambing di lahan 20 ha

Peternakan Boer Stud mengelola 2.000
kambing di lahan 20 ha

Sejauh mata memandang tampak hamparan rumput gajah yang tumbuh subur. Itulah salah satu pakan hijauan bagi 2.000 kambing yang dipelihara di 6 kandang, masing-masing seluas 1.000 m2. Kambing-kambing di  peternakan itu bukan kambing biasa. Dari total 2.000 kambing, 750 ekor merupakan kambing burja, 700 kambing boer, dan 550 kambing jawa. M Alexander Kaunang mengungkapkan Boer Stud memang fokus mengembangbiakkan kambing burja dan boer sebagai pedaging unggul.

Jawa-australia

Martinus Alexander mulai beternak kambing pada 2010. Ia mendatangkan kambing boer dari Asosiasi Penangkar Kambing Boer Australia. Ia mendatangkan 36 jantan dan 160 betina kambing boer. Sosok kambing boer khas, lebar, panjang, tubuh berbulu putih, kepala cokelat, dan berkaki pendek. Ia lantas menyilangkan induk jantan boer dan induk betina kambing jawa. Peternak berumur 39 tahun itu memperoleh kambing jawa bersosok kecil dengan telinga tegak dari Malang dan sekitarnya.

Hasil  persilangan itu menghasilkan kambing burja singkatan dari boer dan jawa. Alexander mengatakan, “Kambing boer dipakai sebagai induk karena merupakan kambing pedaging unggul.” Sementara penggunaan kambing jawa sebagai induk karena merupakan kambing lokal Indonesia sehingga memiliki daya tahan tinggi. Menurut peneliti di Balai Penelitian Ternak (Balitnak), Prof Dr lr Sumadi MS, sifat baik kambing kacang—nama lain kambing jawa—memiliki resistensi tinggi terhadap parasit, daya tahan tinggi terhadap perubahan cuaca dan pakan berkualitas rendah, serta tingkat reproduktivitas yang tinggi.

Baca juga:  Bintaro Atasi Rayap

Sementara sifat unggul dari boer adalah ukuran tubuh besar, kualitas kulit baik, lemak daging rendah, fertilitas tinggi, musim kawin sepanjang tahun, laju pertumbuhan cepat, dan kualitas karkas baik. Alumnus Universitas Gadjah Mada itu juga menyebutkan persilangan merupakan cara terbaik meningkatkan produktivitas ternak, karena proses seleksi alam membutuhkan waktu yang lama. “Peningkatannya hanya 2—4% per tahun,” ujarnya.

Penambahan bobot tubuh burja amat pesat. Burja baru lahir berbobot 3—3,5 kg. Laju pertumbuhan bobot mencapai 200 g per ekor per hari. Kambing burja berumur 4 bulan bisa berbobot 20—25 kg per ekor. Bandingkan dengan bobot kambing jawa pada umur sama hanya 15 kg Karkas kambing burja juga tinggi mencapai 55%. Artinya, dari 100 kg bobot hidup mampu dihasilkan 55 kg daging. Sementara, kambing lokal hanya 45—48%.

Berdasar umur

Alexander merawat kambing unggulan itu secara khusus di kandang kokoh beratap seng. Setiap kandang memiliki sekat berukuran 6 m x 6 m. Di setiap sekat terdiri atas 15 kambing. Ia menjelaskan biaya investasi kandang mencapai Rp700.000 per m2. Biaya investasi mahal lantaran seluruh kandang memakai pipa besi, kecuali lantai yang memakai bilah-bilah kayu selebar 5 cm.  Sekat-sekat di dalam kandang itu dapat di bongkar-pasang menyesuaikan dengan jumlah kambing

“Kambing burja dewasa membutuhkan ruang minimal 1,5 m2,” kata Alex. Supaya kambing-kambing itu nyaman, Alex juga melengkapi setiap kandang dengan tempat pakan dari seng berbentuk setengah tabung dengan lebar 30 cm. Di dalamnya disediakan pula 2—3 tempat air minum dari jeriken ukuran 20 liter yang dibelah menjadi dua. Peternak itu membuat kandang sesuai standar kesejahteraan hewan internasional. Sekadar contoh, ia memisahkan kambing-kambing itu berdasarkan kelompok umur.

Baca juga:  Ketumbar Sumber Bugar

Alex membaginya menjadi 6 kawasan kandang yaitu: kandang kawin, hamil muda, hamil tua, laktasi, dan 2 kandang penggemukan. Anakan kambing berumur 1—2,5 bulan menghuni kandang laktasi. Yang menarik di salah satu bagian kandang laktasi terdapat kamar khusus bagi indukan dan anaknya yang baru lahir. “Sebagai masa pengenalan anak dan induknya,” ujar ayah 2 putra itu. Selama 7—10 hari indukan akan menyusui anaknya di kamar berukuran 70 cm x 100 cm itu.

Alumnus Universitas Surabaya itu lantas memindahkan induk dan anak tadi ke kandang menyusui massal selama 2,5 bulan atau sampai selesai masa laktasi. Alex juga menyediakan kandang khusus karantina untuk kambingnya yang sakit. “Agar penyakit tidak menular, kambing dipisahkan selama sepekan,” ujarnya.

Populasi kambing yang besar itu memang membutuhkan ketersediaan pakan. Oleh sebab itu dari luas 20 ha hampir 15 ha merupakan padang rumput gajah, kaliandra, dan gamal. Setiap pukul 07.00 dan 13.00 truk pengangkut terlihat berlalu lalang mengantarkan rumput ke setiap kandang. Di sana menunggu 3  orang yang sigap mendistribusikan rumput-rumput itu ke wadah pakan di setiap kandang. Setiap kali angkut truk itu membawa hingga 6,5 ton rumput. Satu jam sebelum pemberian rumput, Alex memberi konsentrat berupa pelet berkadar protein 21%. Frekuensi pemberian pelet itu  2 kali sehari.

Alex sebenarnya tidak hanya mengawinkan pejantan boer dengan betina jawa. Ia juga memproduksi anakan boer murni melalui perkawinan sesama induk boer. Alasannya agar peternak tidak kesulitan mencari pejantan boer untuk menghasilkan kambing burja. Saat ini Alex menjual seekor pejantan boer berumur 7—8 bulan seharga Rp15-juta, sedangkan pejantan burja dijual Rp52.000 per kg. Ia menjual burja berumur 4 bulan berbobot rata-rata 20—25 kg. Dari ketinggian 1.200 meter dpl itu Alex sudah rutin memproduksi 200 burja jantan dan 60 boer jantan setiap bulan. (Rizky Fadhilah)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d