Karet kebo atau beringin karet Ficus elastica sudah lama dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional cina.

Karet kebo atau beringin karet Ficus elastica sudah lama dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional cina.

Konsumsi beringin karet membantu pemulihan strok.

Sebagai panitia penyelenggara kurban pada Idul Adha 2016, Surya sibuk membantu membelikan sapi untuk warga yang hendak berkurban. Namun, sepulang membeli sapi di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, badannya terasa tidak enak. Otot-otot terasa tegang, kepala berat hingga bayangan kabur, sampai telinga tidak bisa mendengar. Ia menahan rasa sakit dalam perjalanan ke rumah di atas boncengan sepeda motor.

Setiba di rumah, ia kesulitan berjalan. Sebelah kaki terasa berat sehingga ia harus berjalan menyeret dan pincang. Surya tidak bisa menggerakkan kaki dan tangan. Bahkan ia tidak kuat untuk sekadar mengambil tusuk gigi. “Saya kira karena kecapaian,” ujarnya. Keluarga segera memboyong ayah 4 anak itu ke klinik di Kota Depok, Jawa Barat. Dokter mendiagnosis pria berusia 67 tahun itu terkena strok.

Bakal lumpuh
Tes laboratorium menunjukkan, tekanan darah, kolesterol, dan gula darahnya melebihi ambang batas. Tekanan darah Surya mencapai 180/90 mmHg (normal 135/85 mmHg), kolesterol 200 mg/dl (normal kurang dari 200 mg/dl), dan kadar gula darah 250 mg/dl (normal kurang dari 180 mg/dl). Bahkan, “Dokter bilang saya akan lumpuh total dalam 3—7 hari,” ujarnya mengenang.

Dokter menganjurkan Surya menjalani rawat inap di rumah sakit. Namun, ia menolak dan memilih menjalani rawat jalan. Ahli medis itu juga memberikan tiga macam obat untuk menstabilkan kondisi Surya. Menurut dokter spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit Umum Pusat dr Sardjito, Yogyakarta, Prof Dr dr Nyoman Kertia SpPD-KR, penyebab strok adalah pendarahan di otak akibat pecahnya pembuluh darah.

Baca juga:  Kreasi Sabut Kelapa

Pemicu lain, otak kekurangan oksigen akibat penyumbatan pembuluh darah. “Penyumbatan pembuluh darah biasanya karena kolesterol tinggi, hipertensi, atau stres,” ujar guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada itu. Penderita strok akibat penyumbatan pembuluh darah lebih berpeluang pulih asal segera memperoleh penanganan. Adapun penderita strok akibat pecahnya pembuluh darah lebih sulit penanganannya.

Surya pulih dari strok berkat konsumsi karet kebo.

Surya pulih dari strok berkat konsumsi karet kebo.

Sebab, pembuluh darah di otak telanjur rusak. Lantaran dokter mendiagnosis bakal mengalami kelumpuhan, Surya menjadi enggan menempuh pengobatan medis. Surya justru memilih pengobatan alternatif. Sehari setelah ke dokter ia menjalani pijat dan terapi akupunktur. Meski begitu, ia tak kunjung membaik. “Kaki dan tangan kaku, tidak bisa digunakan untuk memegang,” ujar kakek 7 cucu itu.

Dari seorang tukang pijat ia memperoleh informasi bahwa daun karet kebo baik untuk mengatasi strok. Karet kebo sebutan untuk tanaman beringin karet Ficus elastica. Embel-embel kebo (kerbau) mengacu pada bentuk daun yang besar dan tebal. Informasi yang ia peroleh, karet kebo banyak digunakan untuk terapi pengobatan tradisional. Sang tukang pijat lantas memberi Surya sekarung daun karet kebo.

Kembali membaik
Surya yang berdomisili di Depok, Jawa Barat itu mengambil 5 lembar daun Ficus elastica, memotong kecil-kecil, lalu merebusnya dalam 3 gelas air. Hasil rebusan ia sisakan dari 3 gelas air menjadi 2 gelas. Air rebusan itu berwarna putih susu dari getah fikus. Surya mengonsumsi rebusan itu dua kali, pagi dan malam hari menjelang tidur. Berharap mendapatkan kesembuhan Surya rutin mengonsumsi rebusan tanaman anggota keluarga Moraceae itu.

Baca juga:  Rival Kanker Ovarium

Pada hari ke-20 sejak mulai mengonsumsi, Surya mulai merasakan perubahan. Ia mulai mampu menggerakkan kakinya. Ia pun bisa berjalan meski harus berpegangan dinding. Yang menggembirakan, pada hari ke-40 pascakonsumsi ia sembuh total. Kaki dan tangannya kembali normal. “Sekarang bisa memegang telepon selular,” kata Surya. Kemampuan itu sejalan dengan membaiknya kondisi kesehatan Surya.

Sambung nyawa salah satu herbal untuk mengatasi strok.

Sambung nyawa salah satu herbal untuk mengatasi strok.

Hasil pengujian laboratorium menunjukkan, tekanan darah, kolesterol, gula darah, dan asam urat di angka normal. Tekanan darah 120/80 mmHg, kolesterol 130 mg/dl, gula darah 150 mg/dl, dan asam urat 4 mg/dl. Menurut herbalis di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Yayuk Ambarwulan, beringin karet bukan herbal baru. Sejak dahulu masyarakat memanfaatkan tanaman asli Asia itu untuk pengobatan tradisional.

Selain untuk mengatasi strok, beringin karet berfaedah untuk mengatasi asam urat, reumatik, dan kelelahan. “Karet kebo bersifat agak panas sehingga mampu membuka pembuluh darah yang tersumbat,” ujar Yayuk. Selain itu karet kebo juga melancarkan aliran darah. Bagian tanaman karet kebo yang dapat dimanfaatkan untuk pengobatan adalah daun dan akar gantung.

Yayuk menyarankan menggunakan daun ke 5—7 dari ujung. Cara konsumsinya, ambil 1—2 lembar daun karet kebo lalu rebus dalam 1,5—2 liter air sampai bersisa separuhnya. Konsumsi air rebusan itu 2 kali sehari, pagi dan malam. Ia menyarankan berhenti mengonsumsi karet kebo setelah kondisi membaik. Sebab, konsumsi terlalu banyak dapat mengurangi kelenturan sendi.

Agar tetap aman dikonsumsi, Yayuk menyarankan untuk menambahkan rebusan daun randu Ceiba pentandra. Untuk membuatnya, ambil 7—11 lembar daun randu lalu rebus dalam 1,5—2 liter air. “Pagi dan sore minum rebusan karet kebo, siang dan malamnya minum rebusan daun randu,” ujarnya. Yayuk menjelaskan selama ini karet kebo banyak digunakan sebagai tanaman peneduh.

571_ 123

Ia kerap menjumpainya di pinggir jalan. Lantaran habitatnya yang di pinggir jalan kandungan karbon (polutan) tinggi. Belum lagi debu-debu jalanan yang menempel. Itu sebabnya Yayuk jarang meresepkannya. Kalaupun menggunakan, ia memilih karet kebo hasil budidaya atau yang masih di alam. Untuk mengatasi strok Yayuk menggunakan kombinasi umbi dan daun dewa, sambung nyawa, dan lada. Konsumsi kapsul umbi dan daun dewa serta sambung nyawa 2—3 kali sehari. Sementara seduhan lada dikonsumsi pada malam hari. (Desi Sayyidati Rahimah/Peliput: Syah Angkasa)

Ilustrasi Bahrudin

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d