Buah berkualitas hasil pemangkasan rutin

Buah berkualitas hasil pemangkasan rutin

Pemangkasan rutin menghasilkan pohon kuat dan buah jambu madu bermutu tinggi.

Dahan itu menopang belasan jambu madu deli hijau. Kegembiraan Suharyadi, pemilik pohon, berubah kesedihan ketika dahan itu patah. Buah-buah berdiameter 3 cm itu pun jatuh berserak. Kerugian pekebun di Binjai, Sumatera Utara, itu bukan hanya 2—3 kg setara Rp70.000—Rp100.000. Pada musim-musim mendatang, ia tidak bisa lagi memanen buah dari cabang itu.

Suharyadi mengelola total 600 pohon di lahan 8.000 m2. Pohon-pohon itu tumbuh menjulang setinggi rata-rata 2 meter. Daun-daunnya rimbun menutupi batang dan cabang di bawahnya. Buah nan lebat menggelayuti cabang-cabang yang panjang hingga 70—100 cm. Itulah sebabnya banyak cabang bengkok atau merunduk menahan beban buah anggota famili Myrtaceae itu.

Cabang horizontal harus ditopang supaya tidak patah saat berbuah

Cabang horizontal harus ditopang supaya tidak patah saat berbuah

Pemangkasan
Patahnya dahan jambu madu deli hijau di kebun itu karena Saharyadi lalai memangkas sehingga tumbuh memanjang. Ia lupa mempertimbangkan bobot buah terus bertambah seiring waktu. Ketika bobot buah mencapai 3 kg, cabang berdiameter 2 cm itu tidak mampu menahan sehingga patah. Di cabang yang patah itu terdapat 3 dahan yang masing-masing terdiri atas puluhan buah berbobot 800—1.000 g/dompolan.

Pekebun di Jampitan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Bayu Arisidi menghadapi masalah serupa. Dahan jambu madu di kebun Arisidi patah ketika ukuran buah membesar. Karena belum matang sempurna, citarasa buah pun kurang manis. Menurut Sunardi untuk mengatasi masalah itu, pekebun harus rutin memangkas dahan atau cabang. Sunardi pelopor pengembangan jambu air deli hijau di Binjai, Sumatera Utara.

Akibat ranting patah, buah tidak matang

Akibat ranting patah, buah tidak matang

Menurut pemilik kebun pembibitan Mulia Tani itu pemangkasan juga untuk menghasilkan buah berkualitas. Ia memangkas bentuk (karakter) dan pangkas penyeimbang. Pangkas karakter saat tanaman berumur 4 bulan untuk membuat bentuk tanaman menarik. Pada saat itu tanaman tumbuh dengan cabang memanjang. Pemangkasan bentuk terdiri atas horizontal dan vertikal. Pangkas horizontal memangkas cabang-cabang sehingga mengarah ke keluar.

Baca juga:  Uap Panas Cegah Lalat Buah

Namun “Untuk tipe pemangkasan horizontal, tanaman harus dinaungi agar buahnya tidak belang-belang atau putih pucat,” kata Sunardi. Warna buah di bagian atas tajuk yang terpapar sinar matahari cenderung pucat. Adapun buah di bagian bawah tetap hijau. Pekebun yang memangkas horizontal harus menopang cabang agar tidak patah atau merunduk. Sementara pemangkasan cabang vertikal mengarahkan tanaman tumbuh tegak.

Lakukan pemangkasan rutin untuk membentuk percabangan

Lakukan pemangkasan rutin untuk membentuk percabangan

Daun-daun di bagian atas melindungi buah di bawah dari sengatan sinar matahari. Kelemahan tipe pangkas vertikal ialah frekuensinya harus sering. Bila tidak, tanaman semakin tinggi sehingga bisa tumbang tertiup angin. “Tinggi pohon tidak boleh lebih dari 2 meter,” ujar kolektor 20 jenis jambu air itu. Setelah tercapai bentuk ideal, Sunardi melakukan pemangkasan penyeimbang setiap 3 bulan. Ia memangkas cabang dan ranting di bagian kiri dan kanan tanaman agar sosok jambu tetap menarik.

2—3 cabang
Pekebun di Lubukpakam, Deli Serdang, Sumatera Utara, Ericson juga rutin memangkas setelah kulit cabang berwarna cokelat atau berdiameter 2—3 cm. Ia menyisakan 20 cm dari pangkal cabang. Pada 3—4 pekan setelah pangkas, muncul banyak tunas baru, tergantung kesuburan tanaman. Ericson hanya menyisakan 2—3 cabang. Bila cabang baru itu berubah cokelat, ayah satu anak itu kembali memangkas dan menyisakan 30 cm.

Cabang patah akibat tidak memperhitungkan bobot buah saat ukuran maksimal

Cabang patah akibat tidak memperhitungkan bobot buah saat ukuran maksimal

Begitu seterusnya hingga tinggi tanaman maksimal 2 m. Dengan model pemangkasan itu, cabang dan ranting jambu deli hijau terlihat rapi dan kekar. Oleh karena itulah pekebun jambu madu deli hijau sejak 2012 itu tidak khawatir cabang dan ranting patah akibat menahan beban buah besar dan lebat. Ia juga memangkas sebagian daun tua agar sinar matahari masuk dalam tajuk. Persentasi sinar yang menembus tajuk mencapai 50%.

Baca juga:  Cangkang Telur Pembersih

Menurut Yos Sutiyoso, ahli Fisiologi Tanaman di Jakarta, pemangkasan cabang dan ranting pohon buah sangat penting. Tujuannya tidak sekadar membentuk tajuk dan memperbesar cabang dan ranting. Pemangkasan membuat sinar matahari menembus tajuk sehingga menerpa batang, cabang, ranting, bahkan buah. Bila masih hijau, bagian tanaman itu bahkan ikut berfotosintesis sehingga menambah jumlah karbohidrat dan energi yang dihasilkan.

Ericson rutin memangkas jambu sehingga percabangan rapi

Ericson rutin memangkas jambu sehingga percabangan rapi

Dengan demikian C/N ratio dengan karbon besar. Kondisi itu menyebabkan tanaman kuat, tidak mudah meranggas. Setelah pemangkasan, berikan pupuk organik seperti pupuk kandang atau NPK berimbang untuk merangsang tunas baru. Untuk tujuan pembuahan, maka nutrisi lain berupa kalium, fosfor, dan magnesium. Pilihan lain pupuk kotoran sapi, kambing, atau puyuh yang mengandung unsur fosfor lebih tinggi atau pupuk anorganik dengan kandungan fosfor dan kalium yang lebih tinggi.

Bila tanaman sehat dan berumur 7—8 bulan, pohon dapat dirangsang berbunga. Setelah 3—4 pekan, muncul tunas bunga di cabang dan ranting. Kini pekebun tak perlu cemas, dahan atau ranting pohon kerabat cengkih itu bakal patah. Disiplin memangkas menghasilkan pohon bergas alias gagah sehingga mampu menahan beban buah. (Syah Angkasa).

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d