Berduet Cegah Jerawat 1
Masker kulit manggis cocok dipadukan dengan bengkuang untuk mengurangi produksi minyak di wajah.

Masker kulit manggis cocok dipadukan dengan bengkuang untuk mengurangi produksi minyak di wajah.

Duet kulit manggis dan bengkuang atasi jerawat.

Jerawat momok menakutkan bagi wanita. Kehadirannya kerap membuat kepercayaan diri kaum hawa menurun. Gangguan kulit itu muncul karena beragam pemicu seperti minyak berlebih, tumpukan sel kulit mati, stres, polusi udara, dan perubahan hormonal. Itu sebabnya, wanita berusaha keras mencegah jerawat dengan beragam produk dan
perawatan kecantikan.

Herbalis estetika di Jakarta, dr Soeklola menuturkan salah satu pemicu jerawat produksi minyak berlebih di kelenjar minyak yang lambat laun menumpuk sehingga menyumbat pori-pori. Kondisi itu meningkatkan aktivitas bakteri Propionibacterium acne pada kulit sehingga menimbulkan radang. Penyebab lain berupa ketidakseimbangan hormon, kesalahan pemakaian kosmetik, dan makanan berminyak. “Jerawat mudah sekali datang sehingga butuh perawatan rutin,” ujar Soeklola.

Antioksidan kulit manggis lebih tinggi dibanding stroberi, jeruk, apel, dan anggur.

Antioksidan kulit manggis lebih tinggi dibanding stroberi, jeruk, apel, dan anggur.

Ekstrak
Salah satu produk kecantikan alami yang berpotensi mengusir jerawat adalah masker berbahan kulit manggis dan bengkuang. Penelitian Leny Irawati dari Jurusan Pendidikan Tata Rias, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya, membuktikan masker dari perpaduan kulit manggis dan pati bengkuang mampu mengurangi produksi minyak dan
mengecilkan pori-pori, sekaligus mengempiskan, mengeringkan, dan mengangkat jerawat sehingga kulit wajah cerah. Leny menguji keampuhan duet masker alami itu pada 30 responden berusia 17-25 tahun dengan keluhan kulit wajah berminyak dan berjerawat.

Leny menyediakan dua masker kulit manggis Garcinia mangostana berupa ekstrak dan bubur, masing-masing mengandung 2,46% dan 1,46% xanthone. “Ekstrak hanya bisa dilakukan oleh pihak yang memiliki kemampuan dan alat, sedangkan bubur dapat dibuat siapa saja dan tidak butuh keahlian,” ujarnya. Selanjutnya, ia membagi responden
menjadi 4 kelompok, masing-masing terdiri atas 5 orang.

Makanan berlemak menjadi salah satu pemicu jerawat.

Makanan berlemak menjadi salah satu pemicu jerawat.

Pada kelompok 1, 2, dan 3, ia memberikan masker campuran ekstrak kulit manggis dan pati bengkuang, masing-masing perbandingan 4:1, 3:2, dan 2:3. Sementara itu, pada kelompok 4, 5, dan 6, ia memberikan masker campuran bubur kulit manggis dan pati bengkuang, masing-masing dengan perbandingan 4:1, 3:2, dan 2:3. Ia mengoleskan masker
ke wajah setiap responden setiap hari selama 5 pekan.

Baca juga:  Paras Mulus Karena Kefir

Leny menggunakan metode skor untuk mengetahui efektivitas setiap campuran bahan. Komposisi masker campuran bubur kulit manggis dan pati bengkuang dengan perbandingan 2:3 memperoleh skor tertinggi untuk mengurangi produksi minyak wajah yaitu 2.26. Sementara itu, masker ekstrak kulit manggis dan pati bengkuang dengan perbandingan 2:3 memperoleh paling tinggi untuk mengempiskan, mengeringkan, dan mengangkat dengan masing-masing skor 3.68, 3.12, dan 3.58.
Xanthone memang kondang sebagai senyawa yang multifungsi seperti antibakteri, antiradang, antipenuaan, anticendawan, dan antivirus. Nilai oxygen radical absorbance capacity (ORAC) xanthone atau senyawa aktif dalam kulit manggis mencapai 17.000—20.000. Bandingkan dengan stroberi, jeruk, apel, dan anggur, masing-masing hanya 2.600, 2.400, 1.400, dan 1.100.

Antioksidan jeruk hanya 2.400 ORAC.

Antioksidan jeruk hanya 2.400 ORAC.

Leny menuturkan proses ekstraksi mendesak keluar zat aktif xanthone sehingga hasil yang diperoleh pada responden lebih optimal dibanding bubur kulit manggis. Ia memilih bengkuang Pachyrrizus erosus sebagai partner kulit manggis sebab berfungsi memutihkan kulit, menghilangkan noda hitam, menyembuhkan bisul, dan menahan
kelebihan minyak wajah. Selain itu, pati bengkuang berguna sebagai perekat masker.

Antibakteri
Penelitian Novia Anastasia dari Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Surakarta, membuktikan kadar senyawa alfamangostin sebanyak 0,1% berkadar bunuh minimal terhadap bakteri Propionibacterium acne penyebab jerawat. Alfa mangostin merupakan senyawa turunan xanthon yang diisolasi dari kulit buah manggis. Sementara pada kadar
5% mampu membunuh bakteri Staphylococcus aureus.

Wajah mulus bebas jerawat idaman para wanita.

Wajah mulus bebas jerawat idaman para wanita.

Kulit buah tanaman keluarga Cluciaceae itu juga andal melawan melanoma. Penelitian Jing J. Wang dan rekan dari Departemen Bioteknologi Medis, Fakultas Ilmu Medis, Universitas Flinders, membuktikan pemberian 5 mg/ml alfa-mangostin mampu menghambat pertumbuhan sel melanoma SK-MEL-28 hingga 90%, sedangkan pemberian 5 mg/ml 8-deoxygartanine pada dosis 5 mg /ml berdaya hambat 92%. Sementara itu, pemberian 7,5 ug/ml alfa-mangostin menyebabkan 59,6% sel melanoma bunuh diri. Persentase kematian sel sangat menakjubkan lantaran pada sel yang tidak diobati hanya 1,7% yang mati.

Baca juga:  Rawat Wajah Tanpa Jerawat

Kini, kulit manggis menjadi andalan herbalis untuk mengatasi masalah kulit. Valentina Indrajati, herbalis di Bogor, Jawa Barat, misalnya, menggunakan ampas ekstrak kulit manggis untuk menghaluskan kulit tubuh. Cara penggunanya mudah. “Cukup balurkan ampas ke seluruh tubuh, gosok, lalu bilas dengan air,” ujarnya. Kulit pun tampil cantik menawan. (Andari Titisari)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *