Muhammad Iqbal Harraz, S.E., M.M., mengimpor kelinci demi mencetak kelinci berkualitas.

Muhammad Iqbal Harraz, S.E., M.M., mengimpor kelinci demi mencetak kelinci berkualitas.

Pehobi menggunakan beragam cara untuk berburu kelinci berkualitas. Harga hingga puluhan juta per ekor bukan masalah.

Selama 60 detik degup jantung Muhammad Iqbal Harraz, S.E., M.M., makin kencang. Ketegangan tergambar jelas di muka Iqbal yang menatap lekat laptop miliknya. Namun, beberapa saat kemudian keadaan berbalik 180°. Senyum kebahagiaan dan kepuasan terpancar dari wajahnya. Bahkan ia pun bisa tertawa lepas. Padahal, sebelumnya ia duduk mematung di hadapan laptop selama 15 menit.

Iqbal bahagia bukan karena mendapatkan profit bermain saham, tapi karena ia berhasil mendapatkan kelinci idaman. Pada Mei 2016 itu warga Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, itu mengikuti lelang kelinci hias secara daring. Penyelenggara lelang penangkar kelinci terkenal di Amerika Serikat (AS) yang diikuti sekitar 15 peserta dari AS, Kanada, dan Indonesia. Pesaing Iqbal termasuk penangkar kelinci beken di Negeri Abang Sam.

Kontes kelinci di Indonesia tidak hanya di kota-kota besar.

Kontes kelinci di Indonesia tidak hanya di kota-kota besar.

“Saya deg-degan mengikuti lelang itu karena pada satu menit terakhir masih tersisa 4 peserta,” kata pemilik tempat penangkaran kelinci Quraish Rabbits Iqbal (QRI) itu. Beruntung pada detik terakhir harga yang diajukan Iqbal lebih tinggi ketimbang peserta lainnya. Pria kelahiran Jakarta itu pun berhak mendapatkan kelinci holland lop jantan berumur 5 bulan setelah membayar Rp14,5-juta.

Berkualitas
Bagi Iqbal itulah harga kelinci termahal yang pernah dibeli. Menurut Iqbal jumlah itu pantas untuk jenis kelinci itu. Lazimnya ia hanya merogoh kocek Rp9 juta—Rp10 juta per ekor untuk membeli kelinci impor dan tanpa harus mengikuti lelang. Iqbal hanya mengajukan kriteria kelinci incaran seperti jenis kelamin dan warna kepada penangkar terpercaya melalui surat elektronik atau media sosial.

Holland lop salah satu kelinci terpopuler saat ini.

Holland lop salah satu kelinci terpopuler saat ini.

Pembelian kelinci melalui lelang itu kebijakan penangkar dan cara itu baru bagi Iqbal. Yang paling penting ia mendapatkan kelinci idaman. Iqbal tertarik membeli holland lop lantaran hanya memiliki betina. Direktur Operasional Taman Bunga Nusantara, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, itu, bermaksud menangkarkan jenis itu. Padahal, sebetulnya holland lop bukanlah jenis kelinci utama di tempat Iqbal.
“Mayoritas kelinci peliharaan saya berjenis rex, californian, dan new zealand,” kata pehobi kelinci sejak 2009 itu. Aerosmith—nama kelinci hasil lelang—tiba di tanahair sebulan pascalelang. Agar dapat beradaptasi di tempat baru, Iqbal memberikan pakan berupa rumput hay. Selang 5—7 hari kelinci mengonsumsi pelet secara bertahap. Selain itu, letak kandang yang semula berjauhan pun makin dekat dengan kelinci lainnya.

Yang terpenting air minum harus selalu tersedia. Dengan cara itu dua pekan hingga sebulan kelinci impor mampu beradaptasi di lingkungan baru. Perburuan ayah 3 anak itu mencari kelinci baru dan berkualitas tidak hanya lewat daring. Ia juga menghadiri kontes kelinci terbesar di dunia besutan Asosiasi Penangkar Kelinci Amerika atau American Rabbit Breeders Association (ARBA) pada Oktober 2016.

Kelinci holland lop bernama Aerosmith milik Iqbal seharga Rp14,5-juta.

Kelinci holland lop bernama Aerosmith milik Iqbal seharga Rp14,5-juta.

Kontes yang berlangsung di San Diego, California, Amerika Serikat, itu diikuti sekitar 16.000 kelinci beragam jenis dan menempati lahan 16.000 m². Perjalanan sejauh 14.440 km itu tidak sia-sia. Selain melihat langsung kontes kelinci terbesar sejagat, Iqbal pun memboyong kelinci baru yaitu selandia baru merah hasil tangkaran Manuel Hidalgo dari Brasil (Baca Trubus Maret 2017 hal 70—71).

Baca juga:  Rahasia Kristal Jempolan

Alumnus Magister Manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IPWI Jakarta itu memerlukan kelinci impor sebagai indukan utama. Harap mafhum ia menangkarkan kelinci kualitas kontes (show) sehingga membutuhkan indukan bermutu prima. Kelak ia pun bakal membikin indukan sendiri dari kelinci impor itu. Kualitas kelinci kreasi Iqbal jaminan mutu karena beberapa kali menjuarai kontes nasional.

Pada Mei 2017 klangenan Iqbal meraih gelar best in show di kontes bertajuk Indo Rabbit Fest di Yogyakarta. Best in show gelar paling prestisius di kontes kelinci nasional. Prestasi lainnya yakni best in show di gelaran Bandung Rabbit Festival (Juli 2017) dan best in show di kontes ARBA Kediri (Agustus 2017). Agar kualitas kelinci selalu prima, Iqbal memperbarui koleksinya.

Seekor Rp21 juta
Iqbal juga berencana menjadikan ARBA Convention sebagai kunjungan rutin per 3 atau 4 tahun. Pria berumur 42 tahun itu kepincut kelinci karena jenisnya beragam. Hewan itu juga unik dan lucu. Selain itu tidak membawa penyakit seperti toksoplasma sehingga aman untuk keluarga. Nun di Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Rizal Bastian pun kesengsem hewan anggota famili Leporidae itu.

Iqbal berencana mengunjungi ARBA Convention setiap 3—4 tahun untuk memperbaharui kualitas kelinci.

Iqbal berencana mengunjungi ARBA Convention setiap 3—4 tahun untuk memperbaharui kualitas kelinci.

Sejak 2010 Rizal rutin mengimpor kelinci berjenis holland lop dari Amerika Serikat. Ia menyukainya karena kelinci itu sekilas mirip anjing. Rizal menggemari anjing karena sosoknya yang gagah. Namun, aturan agama melarang memelihara hewan itu sehingga ia mencari satwa lain yang serupa dengan anjing. Pilihan jatuh pada holland lop. “Tampang kelinci itu juga seperti bison dan beruang,” kata ayah 4 anak itu.

Kelinci itu juga berbulu pendek sehingga perawatan mudah. Kegemaran Rizal mengoleksi kelinci anyar setiap tahun lantaran ingin mengikuti perkembangan kelinci di Amerika Serikat. Harap mafhum setiap 1—2 tahun pasti ada jenis atau corak baru. Padahal, uang yang ia habiskan untuk membeli kelinci tidak sedikit. Lebih dari Rp200 juta keluar dari kantongnya sejak 2010 hingga 2017 demi mendapatkan kelinci idaman.

Rekor kelinci termahal yang pernah ia beli yaitu Rp21 juta per ekor pada 2013. Harganya spektakuler karena kelinci itu satu kandung dengan juara Holland Lop National Contest di Amerika Serikat. Intinya kelinci itu memiliki garis keturunan juara. Rizal berteman dengan seorang kawan dari Amerika Serikat yang juga juri ARBA. Dari kawan itulah ia memperoleh informasi kelinci terbaik.

Holland lop milik Suprayogi seharga Rp16 juta bakal dirilis pada 2018.

Holland lop milik Suprayogi seharga Rp16 juta bakal dirilis pada 2018.

Bahkan saking cintanya dengan kelinci, Rizal rela menerima telepon dari karyawannya pada pukul 01.30 saat ia tertidur. Saat itu penangkar terkenal dari Amerika Serikat ingin menjual koleksinya. Rizal hanya memiliki waktu 20 menit untuk memberikan jawaban. “Bayangkan saya harus menyerahkan uang belasan juta rupiah untuk kelinci yang saya belum tahu sosoknya dalam waktu singkat,” kata Rizal.

Baca juga:  Tin Hambat Kanker Serviks

Namun, pemilik peternakan kelinci Bunny Wabydd Holland (BWH) itu percaya dengan kawannya dari Amerika Serikat. Apalagi selama ini kawan itu tidak pernah mengecewakan Rizal. Ia mengandalkan kelinci impor itu untuk memproduksi kelinci unggulan. Di kalangan pehobi kelinci holland lop kreasi Rizal mudah dikenal. Cirinya tubuh kompak proporsional, bertubuh pendek, berkepala besar, serta kaki dan kuping pendek.

Tukar berlian
Karena memiliki indukan berkualitas bagus, kelinci peliharaan Rizal menjadi buruan pehobi. Saking inginnya memiliki kelinci Rizal, seorang pehobi rela menukarkan dua berlian miliknya. Pencinta kelinci lainnya ikhlas mengganti motor sport terbaru dengan kelinci Rizal. Sayangnya, kedua upaya orang itu gagal karena Rizal sedang tidak menjual koleksinya. Sejatinya pria kelahiran Jakarta itu penangkar murni.

Sekretaris Jenderal Asian Rabbit Production Association, Dr. Ir. Yono C. Raharjo, M.Sc., mengatakan jika kontes ada terus makin banyak pemelihara kelinci.

Sekretaris Jenderal Asian Rabbit Production Association, Dr. Ir. Yono C. Raharjo, M.Sc., mengatakan jika kontes ada terus makin banyak pemelihara kelinci.

Ia hanya menjual kelinci jika mengetahui pasti cara beternak sang calon konsumen. Bukan hanya Iqbal dan Rizal yang senang hati membelanjakan banyak uang demi kelinci. Rekening tabungan Sugita Yohanes Hermanto berkurang sekitar Rp28 juta untuk pembelian sepasang giant angora. “Saya tertarik mendatangkan kelinci itu karena bertipe long hair dan belum ada di Indonesia,” kata pehobi kelinci dari Sukabumi, Jawa Barat, itu.

Kelinci berumur 8 bulan itu berbobot lebih dari 5 kg. Bandingkan dengan bobot jenis angora lain misalnya french angora maksimal 4,5 kg. Jika lebih dari itu dianggap kelebihan bobot tubuh. English angora lebih kecil lagi, maksimal 3,5 kg. Suprayogi pun bersedia membeli holland lop seharga Rp16 juta per ekor pada 2016. Sebetulnya harga kelinci sekitar Rp3 juta.

Harga meroket lantaran biaya transportasi. Meski begitu ia tetap senang mendapatkan kelinci jantan itu karena warnanya berbeda dengan kelinci sejenis. Peternak kelinci di Sumedang, Jawa Barat, itu yakin masyarakat bakal menyenangi jenis itu. Yongky—sapaan akrab Suprayogi—berencana merilis holland lop baru itu pada 2018 seharga Rp3,5 juta per ekor dan berumur 2 bulan.

Iqbal mengusahakan hobi memelihara kelinci agar tidak mengganggu keuangan keluarga dan dapat membiayai keperluannya sendiri seperti pakan, vitamin, dan ongkos tenaga kerja. Pun Rizal yang memanfaatkan kelinci miliknya sebagai sumber uang untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Menurut Iqbal tren kelinci hias makin berkembang di Indonesia. Buktinya banyak teman yang mendatangkan kelinci berkualitas dari Amerika Serikat. Sugita sepakat dengan Iqbal.

Suprayogi (kiri) dan Jejen Sujana (tengah) dari Sumedang, Jawa Barat, menghasilkan kelinci aneka jenis.

Suprayogi (kiri) dan Jejen Sujana (tengah) dari Sumedang, Jawa Barat, menghasilkan kelinci aneka jenis.

Tren kelinci di masa mendatang makin bagus. Musababnya perkumpulan dan kegiatan penggemar kelinci hias dan kontes makin banyak. Kelinci hias juga sudah dilirik sebagai hewan peliharaan keluarga. Sekretaris Jenderal Asian Rabbit Production Association, Dr. Ir. Yono C. Raharjo, M.Sc., mengatakan jika kontes ada terus makin banyak pemelihara kelinci. Oleh karena itu, Yono menyarankan agar mempromosikan kontes dengan maksimal.

Pakan hay bagus diberikan untuk kelinci impor yang baru datang agar beradaptasi dengan lingkungan baru.

Pakan hay bagus diberikan untuk kelinci impor yang baru datang agar beradaptasi dengan lingkungan baru.

Di arena kontes juga mesti ada stan yang menjual kelinci. Bagi para pehobi, cinta mengalahkan segalanya, termasuk harga yang tinggi. Para pehobi sejati berdamai dengan harga demi memperoleh kelinci pujaan hati. (Riefza Vebriansyah/Peliput: Desi Sayyidati Rahimah dan Muhamad Fajar Ramadhan)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d