Ras abisnian masih jarang di Indonesia

Ras abisnian masih jarang di Indonesia

Mereka membagi cinta untuk kucing.

Ray D. Mananggar melepaskan keanggotaanya sebagai Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) pada 2004. Tekadnya sudah bulat. Ia ingin selalu berada dekat dengan puluhan kucing peliharaannya. Beragam aktivitas di dunia militer kerap membuatnya kerepotan mengasuh klangenannya itu. Bagi Ray kucing layaknya anggota keluarga. Ia memberikan limpahan kasih sayang dan perawatan ekstra.

Pria berusia 32 tahun itu tak kuasa melihat kucing merana. “Saya akan melakukan apa saja agar mereka sembuh,” ujarnya. Saking sayangnya pada kucing, Ray membeli satu kapling tanah seluas 375 m2. Lokasinya tepat di samping rumahnya di Batununggal, Kota Bandung, Jawa Barat. Di sana ia membangun rumah khusus kucing lengkap dengan tamannya. Bangunan berlantai dua itu bergaya modern mirip rumah biasa.

Persia milik Muhammad Ali Suwed peraih nilai tertinggi pada Championship Indonesian Breed.

Persia milik Muhammad Ali Suwed peraih nilai tertinggi pada Championship Indonesian Breed.

Sepenuh Hati
Di rumah khusus kucing itu jendela-jendela kaca berukuran besar menghiasi dinding rumah. Ray melengkapi rumah itu dengan pendingin ruangan. Aneka tanaman hias seperti sikas, bromelia, dan hanjuang menjadi penghuni taman. Di taman mungil itu, ia kerap membiarkan kucing-kucingnya bermain. Ray mengumpulkan pejantan dan betina di ruangan terpisah. Total ia memiliki 35 kucing terdiri atas 20 betina dan 15 jantan.

Pemilik Hurayra Cattery itu memelihara ras persia, eksotik, dan scottish fold. Ia mendatangkan langsung dari sebuah cattery di Spanyol dan Perancis. Semua kucing masuk dalam daftar anggota Indonesia Cat Association (ICA) dan Cat Fanciers’ Association (CFA). Yang disebut terakhir merupakan organisasi kucing terbesar di dunia yang bermarkas di Amerika Serikat. Dengan begitu, Ray mengetahui asal-usul dan silsilah klangenannya.

Ray dan Ririn bersama Spartacus (hitam) dan Hurayra Jamilah (putih).

Ray dan Ririn bersama Spartacus (hitam) dan Hurayra Jamilah (putih).

Di antara puluhan peliharaannya itu, Ray sangat membanggakan Spartacus dan Hurayra Jamilah. “Keduanya langganan juara di sejumlah kontes,” ujarnya. Sekilas Spartacus bertampang garang sebab berbulu hitam pekat dan tebal. Sepasang matanya yang bundar bersorot tajam. Itu sebabnya, Ray memberi nama persia itu Spartacus—seorang gladiator ulung pada zaman Romawi.

Kucing yang dibeli dari Spanyol itu ternyata sangat manja dan senang digendong. Adapun Hurayra Jamilah didatangkan dari Perancis. Wajah polos dan polah lucu kucing berbulu putih bersih itu selalu sukses membuat Ray dan sang istri gemas. Bukan hanya Ray yang mencurahkan cintanya pada Felis catus itu. Bagi cat lover, kucing adalah sumber kebahagiaan.

Baca juga:  Plasma Nutfah

Yohanes Wempy di Bekasi, Jawa Barat, tak perlu bepergian jauh untuk mencari hiburan bila penat mendera. Wempy cukup menuju garasi rumah yang disulap menjadi tempat tinggal kucing. Di ruangan berukuran 4 m x 12 m itu terdapat 10 persia, 5 spinx, dan 3 bengal. Wempy menghabiskan waktu untuk menggoda, menggendong, dan membelai klangenannya. “Semua masalah hilang dalam sekejab,” ujarnya.

Rumah khusus kucing milik Ray D. Mananggar di Bandung, Jawa Barat.

Rumah khusus kucing milik Ray D. Mananggar di Bandung, Jawa Barat.

Wempy memelihara satwa anggota keluarga Felidae itu pada 2010. Semula, ia hanya memiliki seekor persia yang dibeli dari sebuah pet shop di Jakarta. Ia memberi nama kucing berbulu kelabu tebal itu Gwen. “Saya menyukai tingkahnya yang cuek,” ujar Wempy. Sejak itu, ia kecanduan membeli kucing ras lain seperti sphynx dan bengal. Puluhan juta rupiah tak jadi masalah demi mendatangkan sang pujaan hati.

Wempy memberikan perawatan terbaik pada peliharaannya. Ia memilih pakan berprotein tinggi untuk mencukupi kebutuhan nutrisi kucing. Pemilik Wem-P Cattery itu menyiapkan pakan setiap pukul 07.00 dan 16.00. Dalam sebulan, ia memerlukan 30 kg pakan. Ia juga turun tangan memandikan, memastikan kebersihan kandang, dan mengecek kesehatan kucing.

Isis, kucing ras sphynx milik Yohanes Wempy di Bekasi, Jawa Barat.

Isis, kucing ras sphynx milik Yohanes Wempy di Bekasi, Jawa Barat.

Khusus persia, Wempy memberikan perlakuan ekstra seperti mengelap muka dan menyisir tubuh kucing setiap hari. Desainer bunga itu menuturkan pemilik persia harus berkomitmen kuat untuk memberikan perlakuan terbaik agar penampilan kucing tetap cantik. “Pemilik persia harus mau repot menyisir, mengelap air mata, dan memandikan,” ujarnya. Ia geram pada pemilik yang enggan susah menjaga persia.

Suatu ketika Wempy pernah mengambil kembali persia yang sudah dijual pada seorang kawan lantaran tidak dirawat. Keseriusan Wempy mengasuh kucing patut diapresiasi. Sphynx miliknya yang bernama Isis de La Rossa menyabet gelar best female di kontes Incredible Cat Show Indonesian Breeds pada Februari 2015 di Bandung, Jawa Barat. “Ini pertama kalinya Isis mengikuti kontes,” ujar Wempy. Kucing berumur 3 tahun itu mengikuti kontes adu cantik yang dikhususkan untuk anakan-anakan ras di Indonesia.

Muhammad Ali Suwed (berbaju batik) mencintai kucing sejak 26 tahun silam.

Muhammad Ali Suwed (berbaju batik) mencintai kucing sejak 26 tahun silam.

Adopsi
Yang juga mencurahkan cinta sepenuh hati pada kucing adalah Yulis Misbach. Seumur hidup, Yulis selalu berdekatan dengan kucing. Kecintaan itu warisan leluhur yang juga penyayang kucing. Suami dan anak semata wayangnya pun ketularan jatuh cinta. “Rasanya ada yang kurang kalau tidak memelihara kucing,” ujar Yulis. Ia menggaji dan mengontrakkan sebuah rumah bagi seorang cat boy untuk membantu menjaga kucing setiap hari.

Baca juga:  Solomon Cepat Panen

Yulis tak segan membantu peliharaannya melahirkan anak. Saat Nichi—maincoone berumur 2 tahun—melahirkan misalnya, perempuan berambut pendek itu mendampingi selama proses persalinan. Ia pula yang menyeduh susu setiap dua jam bagi bayi kucing. Sementara sang induk mengonsumsi suplemen tambahan berupa kuning telur dan madu sebagai penambah stamina.

Keluarga kecil Yulis Misbach dan Ferdy Biel mencintai kucing sepenuh hati.

Keluarga kecil Yulis Misbach dan Ferdy Biel mencintai kucing sepenuh hati.

Malahan Azizah Syaputri Avianta—putri semata wayangnya—sering mengadopsi kucing-kucing liar di jalan. “Azizah suka sekali memungut kucing yang kehilangan induk lalu membawanya pulang,” ujar Yulis. Total, ada 30 kucing lokal yang dirawat intensif.

Menurut Muhammad Ali Suwed, kolektor sekaligus penangkar kucing di Bogor, Jawa Barat, kucing salah satu pilihan tepat binatang kesayangan di rumah. “Kucing juga sudah menjadi bagian gaya hidup,” ujarnya. Ia menuturkan persia menduduki urutan teratas yang paling dicari sebab sosoknya yang cantik. Urutan berikutnya ditempati exotic, main coone, abissinian, dan british short hair.

 Yohanes Wempy mendaulat bengal sebagai rekan untuk menghasilkan foto bernilai seni.

Yohanes Wempy mendaulat bengal sebagai rekan untuk menghasilkan foto bernilai seni.

Suami J. Ganis itu menyukai kucing sejak 26 tahun lalu. Namun, ia memilih untuk memelihara persia dan abisinian saja. Abisinian adalah ras kucing paling tua di dunia. Namun, penggemarnya masih sedikit di tanahair. Suwed baru mendatangkan kucing berkepala segitiga itu pada 2013. Ia membeli dua pasang abisinian, masing-masing dari Australia dan Amerika Serikat. Pada 2014, ia sumringah sebab 3 bayi abisinian lahir selamat.

Menurut Tri Ariesta CM.NLP, ahli neurologi di Cilandak Jakarta Selatan, kucing merupakan satwa yang interaksinya paling mendekati psikologi manusia. Satwa klangenan itu juga makhluk sosial. “Ia gampang curiga pada orang asing, tetapi setia pada empunya,” ujar Tris. Ia menuturkan kucing juga makhluk perasa. Itu sebabnya, kucing menyukai belaian dan sentuhan. “Pemilik kucing biasanya memberikan zona nyaman bagi kucing sehingga peliharaannya itu merasa disayang,” ujarnya. (Andari Titisari/Peliput: Muhamad Fajar Ramadhan)

Tempat tinggal nyaman membuat kucing betah.

Tempat tinggal nyaman membuat kucing betah.

 

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d