Beragam Musim Tetap Rubaru 1
Varietas bawang merah rubaru cocok dibudidayakan di dalam dan di luar musim

Varietas bawang merah rubaru cocok dibudidayakan di dalam dan di luar musim

Bawang merah tahan serangan hama dan penyakit, sesuai untuk musim hujan dan kemarau.

Sosok bawang merah itu memang berumbi kecil. Warna kulit umbinya merah pekat. Namun, citarasanya amat lezat setelah digoreng. Aromanya amat kuat menguar, renyah, dan gurih. Saat disimpan dalam waktu lama juga tidak mudah melempem. Keunggulan lain bawang merah itu adaptif di dalam dan di luar musim tanam.

Musim tanam bawang merah lazimnya pada musim kemarau. Namun, petani yang menanam bawang merah di luar musim tanam atau saat musim hujan pun mampu memperoleh bawang bermutu bagus. Lihat saja pengalaman Syamsul Arifin, petani di Sumenep, yang mampu menuai 8—9 ton per hektar hasil budidaya pada musim hujan. Adapun produktivitas pada musim kemarau mencapai 10—11 ton per hektar.

Bawang merah rubaru beraroma kuat dan renyah

Bawang merah rubaru beraroma kuat dan renyah

Tahan lama
Sederet keunggulan itu milik bawang merah rubaru. Itu hasil temuan Baswarsiyati dan tim Balai Pengakajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur. Mereka menemukannya di Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur. Itulah sebabnya mereka menamakannya bawang merah rubaru. Syamsul Arifin mengatakan, “Dengan kebutuhan benih 800 kg per hektar dan tanam 20 cm x 15 cm dapat menghasilkan produk rata-rata 10 ton itu menguntungkan petani.”

Menurut pria berusia 39 tahun itu harga bibit berkisar Rp25.000 per kg. Adapun harga jual bawang merah rubaru di tingkat petani Rp13.000 per kg pada musim kemarau. Harga pada musim hujan cenderung lebih tinggi berkaitan dengan minimnya pasokan. Artinya dengan produktivitas 8 ton pada musim hujan, Syamsul Arifin mampu menangguk omzet Rp169-juta per ha.

Baca juga:  Kontra Keto

Menurut Baswarsiati bawang merah rubaru cocok dibudidayakan di berbagai lingkungan lahan. Ia mampu beradaptasi di lahan dengan ketinggian 10—500 meter di atas permukaan laut. Varietas itu memerlukan pengairan yang cukup. Lahan penanaman dibuat guludan dengan tinggi 30 cm dan lebar 50 cm. Pada musim hujan, kebutuhan air berlimpah dari genangan di sekitar bedengan. Pada musim kemarau perlu penyiraman sesuai kondisi tanaman.

Masa panen yang genjah, 60 hari setelah tanam dan tahan simpan hingga 6 bulan adalah keistimewaan lain bawang merah rubaru. “Bahkan saat berumur 50 hari pun sebenarnya bawang merah sudah dapat dipanen karena lebih dari 15% batang sudah rebah, tanda siap panen,” kata Syamsul. Setelah masa panen, kadang produk bawang merah tidak dapat langsung terjual habis. Kondisi ini menyebabkan bawang merah harus tahan simpan dalam jangka waktu tertentu sampai barang terjual.

Bawang merah rubaru masih segar selama 4—6 bulan dalam penyimpanan bersirkulasi udara bagus. Namun, umbi mengalami penyusutan ukuran sebesar 20—25% dari bobot semula. Tempat penyimpaan dapat berbentuk para-para bambu dengan jarak antar para-para 30 cm. Usahakan kondisi ruang penyimpanan bersuhu 30—33oC dengan kelembaban 65—70% dan ventilasi memadai. Kebersihan ruang harus terpelihara untuk meminimalisir rusaknya bawang merah

Tahan disimpan sampai 4-6 bulan pada sirkulasi udara lancar

Tahan disimpan sampai 4-6 bulan pada sirkulasi udara lancar

Tahan serangan
Bawang merah rubaru menyimpan keunggulan lain, yakni toleran terhadap penyakit akibat serangan cendawan Fusarium sp dan ulat daun Spodoptera exigua. Fusarium sp biasa menyerang tanaman pada saat musim hujan. Cendawan itu penyebab penyakit tanaman tular tanah yaitu penyebarannya melalui tanah. Spora yang tersebar di permukaan tanah dan segera menyerang saat menempel pada tanaman karena terbawa serangga atau terpercik air hujan.

Baca juga:  Laba Perbanyak Ara

Oleh karena itu setelah terjadi hujan maka petani segera menyiram tanaman dengan air supaya spora hilang dari tanaman. Serangan ulat daun bawang Spodoptera exigua tidak seganas seprti di varietas lain. Sebab, bawang merah rubaru beraroma kuat dan tidak disukai organisme pengganggu tanaman. Setelah pemurnian dan pelepasan bawang merah rubaru menjadi varietas unggul, kian banyak petani yang membudidayakannya.

Pemurnian itu usai penemuan itu pada 2008 mereka lantas menyeleksi tanaman untuk memurnikan varietas. Baswarsiati dan para periset BPTP Jawa Timur kemudian memilih hasil panen yang berkualitas bagus untuk penanaman pada periode berikutnya. Mereka akhirnya memperoleh hasil benih berkualitas terbaik dan berkarakteristik stabil—meliputi kualitas dan jumlah produk, warna, dan toleransi terhadap hama penyakit tanaman. Menteri Pertanian merilis bawang itu dengan nama varietas rubaru. (Muhammad Hernawan Nugroho)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *