Anakan kucing persia. Masa anakan hingga berumur 3 bulan adalah masa paling rawan sehingga perlu perhatian ekstra

Endra Hermawan dan Ulfa Juliaty Herman bahagia saat induk kucing maine coon betina pertama miliknya melahirkan 6 anakan atau kitten yang lucu-lucu. Namun, kebahagiaan itu berganti duka saat Ulfa mudik ke Sulawesi. Ia mendapat kabar dari Endra jika dua dari enam kitten yang baru lahir makin melemah. Sejak lahir pertumbuhan mereka lebih lamban dan bertubuh paling mungil dibandingkan keempat saudaranya.

Endra menduga kondisi itu akibat kedua kitten itu kalah dalam berebut air susu dari sang induk. “Jika sudah begitu kitten akan mudah sakit,” ujar pemilik Endefa Maine Coon Cattery di Condongcatur, Yogyakarta, itu. Agar tidak kekurangan nutrisi, Endra memberikan susu tambahan kepada kitten yang sakit menggunakan botol. Namun, cara itu tidak dapat membantu memulihkan kondisi si kitten. Kedua anakan itu akhirnya meregang nyawa.

Induk mati

Tak lama berselang induk maine coon yang baru melahirkan melemah. Penyebabnya kondisi rahim terlipat pascamelahirkan. Pada 2013 induk yang mereka adopsi setahun sebelumnya itu pun tak terselamatkan. Ahli kucing dari Kota Bekasi, Jawa Barat, Cacang Effendi, menuturkan pada kehamilan hingga anakan berumur 3 bulan adalah masa rawan bagi sang Felis catus.

Pada kucing ras, hal itu terkadang karena indukan malas mengejan ketika melahirkan.

Jika ada indikasi pecah ketuban dan pendarahan, tapi induk sulit mengejan, maka indukan harus segera dibawa ke dokter hewan Slamet

Dokter hewan akan mencari solusi apakah operasi sesar atau tetap diupayakan melahirkan secara normal.

Ketika induk melahirkan, kitten biasanya keluar beserta kantong amnion.Itulah sebabnya pada masa itu sang klangenan mesti mendapatkan perawatan ekstra. Menurut dokter hewan di Yogyakarta, drh Slamet Rahardjo, risiko kematian anak kucing dapat terjadi sejak dalam kandungan karena infeksi bakteri yang dapat menyerang induk dan janin. Kitten yang tertahan lebih dari 6 jam dalam kantong amnion menjelang kelahiran juga menyebabkan kematian.

Baca juga:  Budidaya Kroto Tanpa Ratu Semut

Biasanya induk akan segera memecahkan kantong amnion dan membersihkan lendir pada tubuh anakan,” kata dokter hewan alumnus Universitas Gadjah Mada itu.

Namun, pada kucing ras, terutama jenis persia dan exotic, terkadang indukan malas memecahkan kantong amnion. Jika amnion tidak pecah maksimal selama 6 jam, maka anaknya akan mati. Oleh sebab itu pehobi kucing harus membantu memecahkannya.

Harus hobi

Menurut pehobi kucing di Kramatjati, Jakarta Timur, Paramita Suri, menangkarkan kucing harus dilandasi hobi karena perlu pengorbanan yang tinggi. “Jika hendak mendirikan cattery harus bersiap-siap hidupnya berubah,” tutur Paramita. Dua pekan menjelang kelahiran, Mita—panggilan akrabnya—sudah bersiaga. “Meski sedang rapat di kantor, kalau cat boy (sebutan untuk asisten perawat kucing, red) memberi tahu ada kucing yang melahirkan, ya harus pulang. Ini urusan nyawa,” tuturnya.

Apalagi pemilik Prabu Cattery itu fokus menangkarkan persia yang harus dibantu manusia saat melahirkan. Mita juga kerap bangun tengah malam jika ada bayi-bayi kucing yang kesulitan menyusui. “Ada juga indukan yang minta ditemani saat menyusui bayinya,” ujarnya. Begitu juga saat ada kucing yang sakit mendadak pada tengah malam. Ia pernah bergegas membawa kucing yang sakit ke dokter hewan saat pagi buta.

“Kalau sekadar menghitung materi, mungkin sebagian orang menganggapnya tak seberapa. Tapi ini soal makhluk hidup. Butuh komitmen seumur hidup,” tegasnya. Mendirikan cattery yang tersertifikasi juga tergolong sulit. Dalam menangkarkan kucing, sertifikasi cattery sangat penting agar anakan yang dihasilkan mendapat pengakuan resmi sebagai keturunan asli.

Suasana di Chandra Cattery terasa nyaman untuk kucing menetap dan berkembang biak.
Suasana di Chandra Cattery terasa nyaman untuk kucing menetap dan berkembang biak.

Dengan begitu kemurnian genetik dan silsilah ras akan terjaga. Sertifikasi cattery biasanya dikeluarkan oleh asosiasi pencinta kucing baik di dalam dan luar negeri. Mita mendaftarkan catterynya pada organisasi Indonesian Cat Association (ICA), Cat Fanciers Association (CFA), dan Federation Internationale Feline (FIFe). Oleh karena itu ia mengikuti segala peraturan yang berlaku pada setiap organiasi.

Baca juga:  Analisa Usaha Budidaya Kroto

Misalnya peraturan ICA, sebelum mendapatkan sertifikasi cattery, wajib terdaftar sebagai anggota ICA dan mengikuti pendidikan dan pelatihan, serta ujian tentang cara merawat yang benar dan penangkaran yang baik. Syarat cattery juga harus mengikuti kontes. Dengan begitu anakan kucing yang dihasilkan memiliki jaminan mutu.

Fasilitas lengkap

Demi memperoleh sertifikasi dari ICA, dr Tresnawaty SpB harus mempersiapkan ruangan khusus seluas 60 m² untuk merawat kucing-kucingnya. Ia melengkapi ruangan itu dengan penyejuk ruangan, exhaust fan agar sirkulasi udara lancar, dan sekat-sekat ruang seperti ruang untuk induk jantan, betina, anakan, melahirkan, dan isolasi. Tresnawaty juga membangun ruang untuk perawatan alias grooming.

“Fasilitas yang lengkap salah satu syarat memperoleh sertifikat agar kucing yang dipelihara dapat hidup dengan nyaman,” ujar dokter spesialis bedah itu. Induk untuk penangkaran juga harus berkualitas. Dalam aturan ICA, calon cattery harus memiliki minimal sepasang kucing ras yang terdaftar di ICA atau FIFe dengan kualifikasi excellent pada umur 10 bulan dan dibuktikan dengan laporan juri.

Calon cattery juga harus mendapat rekomendasi dari 3 cattery ICA lainnya. Kelengkapan persyaratan penangkaran itu nantinya akan dinilai oleh tim breeding registration officer (BRO) dari ICA.

Para penangkar juga melakukan berbagai upaya agar pehobi mengadopsi kucing hasil tangkarannya. Sebagian besar cattery melakukan penawaran dengan memajang kucing yang siap diadopsi pada situs atau media sosial. Cara lain dengan mengikuti berbagai kontes. Jika berbagai aral itu berhasil dilalui, maka program adopsi felis pun terasa manis.

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d