Kedelai atau kacang kedelai, adalah salah satu jenis kacang-kacangan yang merupakan bahan dasar banyak makanan seperti kecap, tahu dan tempe. Kedelai adalah salah satu komoditas pertanian penting Indonesia. Tingkat permintaan kedelai sangat tinggi sehingga produksi kedelai dalam negeri tidak cukup dan harus impor. Secara umum, minat petani terhadap budidaya kedelai masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan komoditas pangan lain seperti beras, jagung, dan singkong karena pendapatan yang diperoleh dari budi daya kedelai masih relatif rendah.

Upaya peningkatan produktivitas kedelai melalui peningkatan dan penerapan teknologi masih sangat dibutuhkan, mengingat produktivitas perkebunan kedelai di tingkat petani masih rendah atau sekitar 1,3 ton / hektar dengan kisaran 0,6-2,0 ton / hektar, padahal teknologi produksi yang tersedia mampu menghasilkan 1,7-3,2 ton / hektar. Beberapa tips berikut bisa dilakukan agar budidaya kedelai memiliki nilai produktivitas tinggi.

Pemilihan Bibit

Pemilihan benih dapat menggunakan Varietas Unggul Baru (VUB) yang disesuaikan dengan agroekosistem budidaya. Setiap varietas memiliki kemampuan beradaptasi yang berbeda antara ekosistem, seperti sawah, tegalan, kering, asam dan pasang surut. Misalnya, dalam perawatan kedelai kuning yang membutuhkan tanah lebih subur, membutuhkan irigasi dan pemeliharaan yang lebih baik daripada kedelai hitam sehingga pemilihan lahan dapat disesuaikan.

Persiapan Lahan dan Penanaman

Pada lahan kering, tanah sebaiknya dibajak 2 kali sedalam 30 cm, sedangkan pada lahan sawah dengan tanaman monokultur, tanah dibersihkan dari jerami, kemudian tanah diolah satu kali. Jangan lupa dibuat saluran drainase setiap 4 meter sedalam 20-25 cm dengan lebar 20 cm. Pembuatan saluran drainase berfungsi supaya mencegah terjadinya penggenangan air, karena tanaman kedelai tidak tahan terhadap genangan. Setelah itu, penananaman dilakukan dengan jarak tanamnya 40 cm x 10 cm atau 40 cm x 15 cm dan dilarik. Setiap lubang tanam bisa diisi dua benih kedelai. Apabila semakin subur lahan, sebaiknya jarak tanam semakin lebar.

Pemupukan

Dosis pemupukan diberikan sekitar 50 kg urea, 75 kg SP36 serta 100 kg KCl per hektarnya. Pupuk diberikan sebanyak 2 kali, yaitu saat tanam dan 2 minggu setelah tanam. Jika penanaman pada lahan bekas sawah yang subur serta kadar masih pupuk tinggi, tanaman kedelai tidak perlu tambahan NPK. Supaya dosis pemupukan sesuai dengan spesifik lokasi hendaknya dicek dahulu menggunakan PUTS/PUTK. Pupuk diberikan dengan cara meletakkannya pada lubang yang berjarak 5-7 cm dari tanaman, kemudian ditutup tanah.

Pengairan

Pengairan penting, terutama pada fase kritis tanaman kedelai terhadap kekeringan yang dimulai pada saat pembentukan bunga hingga pengisian biji. Pemberian air dilakukan mulai dari fase pertumbuhan hingga pengisian biji. Frekuensi pemberian air tergantung pada kondisi iklim serta jenis tanah. Pada jenis tanah berpasir, kedelai diairi 3-4 kali per bulan pada kondisi musim kemarau. Pada jenis tanah yang mengandung bahan organik tinggi cukup 1-2 kali per bulan pada kondisi musim kemarau.

Penyiangan

Penyiangan/ perbersihan gulma bisa dilakukan saat pra maupun pasca tumbuh dengan cara pemantauan, baik secara mekanik atau manual maupun secara kimia menggunakan herbisida dengan dosis yang tepat. Penyiangan bisa dilakukan pada saat kedelai berumur 15 dan 30 hari. Jika rumput masih banyak, maka penyiangan dilakukan lagi pada umur 55 hari.

Panen dan Pasca Panen

Waktu, cara, dan alat panen yang digunakan dalam pemanenan dapat mempengaruhi jumlah serta mutu hasil kedelai. Berikut beberapa tipsnya.

  • Panen dilakukan apabila semua daun tanaman telah rontok, polong berwarna kuning atau coklat serta telah mengering
  • Panen dimulai sekitar pukul 9 pagi saat air embun sudah tidak terlihat. Pangkal batang tanaman dipotong menggunakan sabit bergerigi atau sabit tajam
  • Hindari pemanenan dengan cara mencabut, agar tanah tidak terbawa
  • Hasil panenan dikumpulkan di tempat yang kering serta diberi alas

Penanganan pasca panen perlu mendapat perhatian yang cukup dari mulai penjemuran hasil panen, pembijian, pengeringan, pembersihan dan penyimpanan biji. Sebab, kegiatan ini mempengaruhi kualitas biji atau benih yang dihasilkan. Kedelai sebagai bahan konsumsi bsia dipetik pada umur 75-100 hari, sedangkan pada benih umur 100-110 hari, agar kemasakan biji betul-betul sempurna dan merata. Penjemuran yang terbaik ialah penjemuran hasil panen kedelai yang diberi alas terpal.

Sumber : f a r m i n g . i d