Sejak 2010 tren mengonsumsi daging bebek cenderung naik secara signifikan.  Mengapa? Membaiknya ekonomi berbanding lurus dengan perbaikan kuliner dalam masyarakat.  Bebek goreng, bebek bakar, dianggap lebih bergengsi daripada ayam bakar, ayam kremes, bahkan satai ayam sekali pun. Tentu bukan hanya itu, masyarakat juga belajar ada 20 khasiat daging bebek yang harus diperhatikan.

Eka Budianta*

Eka Budianta*

Daging bebek mengandung vitamin B6 yang melancarkan metabolisme dalam tubuh. Kandungan lemak dalam daging bebek membuat kulit lebih segar dan cantik.  Bagi pria, ada zat tiamin yang menjaga vitalitas dan memperbaiki sistem saraf.  Belum lagi manfaatnya untuk menambah sistem imun dan kandungan niasin seperti pada sayuran. Zat tembaga, seng, dan besi seperti pada bayam membuat daging bebek semakin kaya berbagai mineral.

Bebek kampung
Memang lemaknya membuat daging bebek dituding berkolesterol tinggi, tetapi sekaligus juga membuatnya lebih mahal. Harga satu kg daging bebek mencapai Rp45.000 pada saat daging ayam di bawah Rp30.000. Itulah yang membuat maraknya bisnis bebek di banyak tempat. Inna Nisawati mendampingi peternak bebek di Desa Pasirsari, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Dia menawarkan usaha penggemukkan bebek sebagai cara untuk melaksukan tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). “Syaratnya mudah. Asal punya kandang berukuran 5 m x 5 m saja sudah cukup untuk menampung 500 ekor anakan,” katanya.  Tentu saja yang dipromosikan adalah bebek kampung.  Bukan bebek negeri, ras yang cepat besar berkat bermacam hormon dan vitamin.

“Justru bebek ini dirawat secara tradisional, digembalkan dan memanfaatkan lahan becek, persawahan, maupun bantaran kali,” katanya. Anakan bebek yang yang diedarkan bukan day old duck yang baru berumur satu hari, tapi yang sudah lebih besar sekitar dua pekan. Mengapa? Karena kalau masih terlalu kecil, risiko kematian akibat lumpuh dan penyakit sampar lebih tinggi. Bebek mulai enak dikonsumsi pada umur 42 hari.

Baca juga:  Kurma Tumbuh Sentosa

Jadi setelah dipelihara satu bulan, ternak bisa dipanen. Harga anakan bebek yang sudah agak besar mencapai Rp25.000 per ekor.  Setelah dipelihara satu bulan, layak potong, harganya mencapai Rp40.000 per ekor.  Pembelinya datang sendiri.  Untuk paket 500 ekor, dana CSR yang disediakan Rp15 juta.  “Itu sudah mencakup bibit dan pakan satu bulan,” kata Ina.  Yang terpenting dari program ini adalah memberi kesibukan dan memanfaatkan kondisi lahan.

Sehat alami
Tradisi mengonsumsi daging satwa anggota keluarga keluarga Anatidae itu bersifat universal dan sudah berlangsung sejak zaman prasejarah.  Hal ini dapat dilihat pada lukisan-lukisan di dinding gua purba di Eropa, yang berasal sejak akhir zaman es.  Sebuah lukisan mural di makam Mesir Kuno, Khum Hotpe, dari 1900 Sebelum Masehi, bahkan menunjukkan lomba berburu bebek dengan mata tertutup.

Masyarakat menggemari daging bebek yang kaya vitamin B6. Khasiatnya melancarkan metabolisme dalam tubuh.

Masyarakat menggemari daging bebek yang kaya vitamin B6. Khasiatnya melancarkan metabolisme dalam tubuh.

Olahraga berburu bebek memang dikenal sampai sekarang di berbagai negara. Ada kalanya peserta lomba ditemani oleh seekor anjing yang bertugas mengambil hasil buruan yang berhasil ditembak. Ini menunjukkan bahwa sejak dahulu, kebutuhan akan bebek bukan  hanya sebagai makanan, melainkan juga perangkat kehidupan berbudaya.  Hasil buruan dimanfaatkan baik untuk budaya kuliner maupun pemanfaatan bulunya.

Ada berbagai macam bebek yang diburu dan dikonsumsi sejak dahulu. Bermacam-macam itik, entok, bahkan angsa–semua termasuk burung-burung air yang disukai. Dagingnya mengandung 3% sodium, sesuai dengan kebutuhan fisik manusia. Itu penting untuk menjaga kinerja otot, menjaga kesehatan fisik dan mental. Kandungan zat besinya memenuhi kebutuhan hemoglobin dalam tubuh dan menangkal anemia.

Baca juga:  Labu Anyar Serbu Pasar

Itu disebabkan bebek juga melahap berbagai tumbuhan, seperti sayur-sayuran dan bayam.  Adapun kesukaan mereka pada buah-buahan, membuat daging bebek berkhasiat melancarkan pencernakan, membuang gas dalam perut, dan meredakan sakit tenggorokan. Bagi penyiar dan penyanyi, konon daging bebek mampu menghilangkan suara serak. “Bagi penderita kanker, kaldu bebek menjaga imunitas tubuh, meningkatkan kekebalan dan stamina,” kata Dra. Francisca Valeria Sunartini M.Si.

Sejak tahun 2008 ia sering memasak daging bebek untuk ayah kandung dan ayah mertuanya yang terkena tumor. “Saya sendiri pernah terkena kista, tapi berkat daging bebek, badan menjadi segar dan tidak loyo,” tambahnya. Kalau untuk orang sehat, “Baik kaldu maupun daging bebek, ditambah telurnya memberikan stamina alami dan sumber energi yang optimal,” katanya.

Pemerintah Amerika Serikat mengesahkan daging bebek sebagai sumber protein, dan melakukan pembaruan dari masa ke masa.  Maklum, ada berbagai spesies bebek yang masih liar di alam. Kita bisa melihatnya di taman-taman kota, dan terbang melintas di langit pada musimnya. Salah satu jenis yang disukai adalah bebek cayuga. Sejak awal abad silam, bebek berukuran sedang ini pun mulai diperkenalkan dan disukai di Eropa.

Industri bebek
Pantaslah para pria pemburu percaya daging bebek memberikan vitalitas dan menjaga gairah kejantanan mereka.  Pengalaman Sunartini di Yogyakarta ternyata berlaku universal di seluruh dunia. Di Indonesia sentra peternakan bebek cukup lama menggeliat. Mata rantainya dimulai dari bisnis penetasan, perniagaan anakan satu hari (DOD), anakan berumur 10 hari, bebek potong berumur 42 hari, maupun bebek petelur.

Jangan lupa ekspor telur bebek dari pantai utara Jawa Tengah, khususnya Brebes sudah sangat dikenal di Jepang.  Bebek pedaging mulai menjadi andalan Provinsi Lampung. Berbagai informasi, video budidaya bebek dapat diunduh secara daring. Apa lagi setelah peternakan bebek besar maupun kecil memerlukan obat-obatan dan vitamin tambahan untuk mempercepat dan membesarkan produk mereka.  Berbagai sukses budidaya bebek kini menjadi obyek pemasaran iklan obat-obatan.

Baca juga:  Menuju Indonesia Sejahtera

Inilah yang perlu diimbangi dengan  penyuluhan dan kemitraan untuk mengembangkan bebek organik yang sehat.  Penggunaan kandang bertingkat, pakan konsentrat, dan hormon pemacu pertumbuhan mulai dipertimbangkan. Peternakan bebek peking pun marak di berbagai tempat, dengan populasi sampai belasan ribu ekor. Peternak bebek pedaging maupun petelur yang besar, sangat berpeluang mengekspor produknya.

Namun, peternak kelas menengah kebawah juga tidak kehilangan kesempatan. Buktinya, 500 bebek potong yang dipaket Inna dengan program CSR itu cepat sekali habis diserap beberapa warung nasi bebek di Bekasi.  Inovasi yang ramah lingkungan perlu segera digalakkan, termasuk di antaranya penggunaan limbah kebun untuk pakan.  Sudah waktunya tataniaga bebek atau itik mendapat perhatian khusus.

Selama ini digabungkan dengan pusat penelitian ayam, entok, dan burung puyuh. Uniknya, sekecil apa pun industri bebek membuka peluang ekspor. Kalau pun tidak, apresiasi pada daging bebek pasti beranjak naik, menuju ke hidangan yang berkelas. Rumah makan Bebek Slamet, misalnya, tersiar menduduki peringkat ke-27 dari lebih 1.000 restoran di Jawa Tengah.  Artinya, gengsi penikmat daging bebek semakin berkibar.

Berbagai kuliner berbasis bebek pun menjadi andalan banyak objek wisata. Sementara itu daging ayam yang selalu habis untuk konsumsi dalam negeri, semakin memerlukan pasokan pangan impor. Meskipun Indonesia termasuk 10 besar penghasil ayam di dunia, belum pernah berhasil ekspor. Adapun bebek tidak terlalu tergantung pada makanan pabrikan. Malahan bebek kampung yang sehat berpeluang menjadi tuan di tanah airnya sendiri. ***


*) Budayawan, kolumnis Trubus sejak 2001, aktifis Tirto Utomo Foundation dan kebun organik Jababeka, Cikarang. 

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d