Bebek hibrida baru mencapai bobot 1,5 kg di umur 35 hari.

Bebek mencapai umur siap potong 7 minggu sejak menetas (DOD, day old duck), mungkinkah? Ada, namanya bebek gunsi 888. Gunsi akronim dari Gunungsindur, tempat asalnya. Ketika bebek potong mencapai bobot 1,4—1,5 kg di umur 45—60 hari, gunsi 888 mencapainya dalam 35 hari.

Pada 52 hari—umur panen normal bebek pedaging—gunsi sudah mencapai bobot 2,2 kg. Ia tahan penyakit bebek secara umum seperti coryza atau salmonellosis, yang menjadi momok peternak bebek.

Bebek gunsi 888 asli Gunung Sindur, Kab. Bogor panen dalam 35 hari.
Bebek gunsi 888 asli Gunung Sindur, Kab. Bogor panen dalam 35 hari.

Hasil persilangan antara pejantan peking mojosari dengan induk khaki campbell asal Inggris itu efisien pakan. Rasio pakan menjadi bobot (FCR, food convertion ratio) 2,07 pada usia 35 hari. Syaratnya, peternak mengasup pakan dengan kadar protein 20%.

Untuk itu, PT Putra Perkasa Genetika—perusahaan penyedia DOD di Bogor yang meluncurkan gunsi—meracik pakan khusus dengan formulasi menyesuaikan genetika gunsi. Jika diberi pakan lain, pertumbuhannya menjadi tidak standar.

Bebek silangan lokal

Direktur PT Putra Perkasa Genetika, Dicky Loase mengatakan, cita rasa daging gunsi mudah diterima masyarakat lokal. Hal itu karena rasa daging mirip bebek lokal. “Tekstur dagingnya merupakan perpaduan tekstur daging bebek peking dan tekstur bebek lokal.” kata Dicky.

Gunsi menghendaki kandang kering tanpa kolam untuk berenang. Untuk meminimalkan becek, tempat air minum diletakkan di luar kandang untuk mencegah timbulnya basah dan bau pada kandang.

Penggunaan lampu untuk menghangatkan dod bebek gunsi.
Penggunaan lampu untuk menghangatkan dod bebek gunsi.

“Kandang yang kering lebih bersih sehingga bebek jarang terkena penyakit.” ujar Dicky. Ang Hendra—pemilik PT Putra Perkasa Genetika dan “bidan” kelahiran gunsi—menyilangkan kedua indukannya sejak 2012. PT Putra Perkasa Genetika juga menjalin kerjasama dengan Balai Penelitian Ternak (Balitnak) Kementerian Pertanian dalam pemanfaatan hasil penelitian bebek pedaging (PMp) dan bebek petelur pada 2016.

Baca juga:  Berkat Magot

Menurut peneliti unggas dari Balitnak, Ciawi, Bogor, Dr. Triana Susanti, bebek gunsi bukanlah silangan Balitnak. Namun, gunsi merupakan bebek hibrida unggul karena mampu panen dalam 35 hari.

Selain itu, PT Putra Perkasa Genetika didukung tenaga ahli yang berpengalaman dalam pembibitan unggas yang bekerjasama dalam pembibitan bebek pedaging (PMp) dan petelur Alabimaster – 1 Agrinak & Mojomaster – 1 Agrinak yang bekerjasama dengan Balitnak.

Perusahaan itu mendapat kepercayaan menerima pralisensi dan proses lisensi untuk pengembangan bebek. Gunsi menjadi kebanggaan Ang Hendra yang menekuni bisnis unggas sejak 30 tahun lalu.

Ia menggunakan peking mojosari sebagai pejantan lantaran tahan penyakit dan pertumbuhan cepat. Sementara itu, induk khaki campbell menurunkan postur tubuh tegak, aktif, dan adaptif. Pada 2013, gunsi mulai dipasarkan dan langsung menjadi primadona peternak bebek.

Bebek peking mojosari menurunkan sifat tahan penyakit dan pertumbuhan cepat.
Bebek peking mojosari menurunkan sifat tahan penyakit dan pertumbuhan cepat.

“Mereka menyukai gunsi karena pertumbuhan cepat dan tahan penyakit sehingga minim risiko rugi,” kata Dicky. Saat ini, gunsi dipelihara peternak di Jabodetabek, Tasik, Sukabumi, dan Bandung.

Harga bebek hidup Rp30.000 per ekor, sedangkan harga karkas Rp37.000—Rp40.000 per kg. Harga satu ekor dod Rp8000. Lantaran berasal dari persilangan, bibit telur asal gunsi tidak bisa dipelihara untuk dibesarkan. “Sifatnya tidak lagi unggul seperti induknya,” kata Dicky.

Jika ingin mendapatkan dod unggul, peternak harus membeli dari Putra Perkasa. Dicky mentargetkan menjual 1 juta dod gunsi ekor per bulan ke seluruh tanah air.

Bebek pedaging dan petelur

Selain menghasilkan bibit bebek pedaging, Putra Perkasa Genetika sedang berusaha memperbaiki genetika parent stock bebek petelur dan bebek pedaging jenis peking-mojosari. “Perusahaan sudah mendapatkan pralisensi dari Balai Penelitian Ternak dan Kementerian Pertanian,” kata alumnus Hainan Normal University, Tiongkok itu.

Baca juga:  Super Bejo (Murai Batu) yang Beruntung

PT Putra Perkasa Genetika menjadi mitra pertama yang memperoleh lisensi untuk perbaikan genetika dan peningkatan kualitas produksi bebek petelur yang diberi nama Gunsi-888 Master.

Periode produksi telur 18—70 minggu dengan daya hidup 95%. Jumlah telur per induk mencapai 258 butir dengan bobot telur sekitar 62—65 gram. PT Putra Perkasa Genetika fokus mengembangkan bebek hibrida karena pasar bebek terbuka lebar.

Mereka mengharapkan usaha beternak bebek membantu peternak kecil. Oleh karena itu, PT Putra Perkasa Genetika tidak masuk ke sektor pembesaran bebek hibrida, hanya memproduksi dod beserta pakan khusus.

Untuk menghasilkan bebek poting kualitas prima, gunsi 888 butuh pakan mengandung 20% protein.
Untuk menghasilkan bebek poting kualitas prima, gunsi 888 butuh pakan mengandung 20% protein.

PT Putra Perkasa Genetika memproduksi 1 juta dod per bulan pada kuartal pertama 2017. Rencananya,  total produksi meningkat menjadi 2 juta dod pada 2018. Perusahaan berencana menyebarkan bebek hibrida di seluruh Indonesia bahkan di Asia Tenggara. Saat ini, produksinya sudah mencapai 550.000 DOD per bulan, yang dihasilkan dari 60.000 parent stock (PS) bebek di Peternakan Prumpung, Gunung Sindur, Bogor.

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d