Konsumsi kaplet jamur maitake membantu kesembuhan Herry Susanto.

Konsumsi kaplet jamur maitake membantu kesembuhan Herry Susanto.

Konsumsi maitake pascaoperasi kanker usus membuat Herry Susanto terbebas dari keharusan kemoterapi.

Dinas luar kota sampai berhari-hari meninggalkan rumah menjadi hal biasa bagi Herry Susanto. Perjalanan berjam-jam di kendaraan membuat ia kerap melewatkan waktu makan. Keruan saja tukak lambung yang ia derita sejak Sekolah Menengah Atas (SMA) berulang kali kambuh. Untuk itu ia senantiasa menyiapkan antasida sebagai bekal perjalanan. Jika sewaktu-waktu gangguan lambung menghampiri, ia tidak panik mencari obat. “Sebulan sekali pasti kambuh, bisa sekali atau berkali-kali,” ujar karyawan swasta di Surabaya, Jawa Timur itu.

Pertengahan 2015, Herry merasakan nafsu makannya menurun. “Makan 2—5 sendok saja kenyang tapi tidak lama kemudian lapar lagi,” katanya. Akibatnya ia juga jarang buang air besar, bisa 5 hari sekali. Baginya kondisi itu justru menguntungkan lantaran ia tidak sering-sering mencari toilet ketika di perjalanan. Toh, yang terjadi sebaliknya. Herry menjadi sering sakit sampai berkali-kali opname. Setiap kali dirawat, ia harus menerima transfusi hingga 3 kantong darah karena kadar hemoglobinnya rendah.

Mutasi

Jamur maitake memicu apoptosis sel kanker.

Jamur maitake memicu apoptosis sel kanker.

Berkali-kali opname, dokter belum bisa menemukan pemicu utama penurunan kesehatan Herry. Ia menjadi jengah dengan kondisinya lalu memeriksakan diri kepada internis—dokter spesialis penyakit dalam subspesialis gastroenterohepatologi di Surabaya. Sang internis merekomendasikan ia menjalani pemindaian USG. Citra pemindaian menunjukkan adanya tumor ganas berukuran 3 cm x 4 cm di usus Herry.

Kanker di sela rongga perutnya semakin membesar. Tubuh Herry semakin lemah karena kekurangan asupan nutrisi. Bobot tubuhnya pun anjlok dari 82 kg menjadi 64 kg. Akhir Juni 2016, pemindaian ultrasonografi (USG) menunjukkan tumor ganas itu membesar menjadi 4 cm x 7 cm.

“Akar tumor menembus 4 lapisan usus. Untung tidak ada yang mengenai pembuluh darah,” kata Herry menirukan ucapan dokter. Mau tidak mau ia menjalani operasi pengangkatan tumor sekaligus pemotongan usus untuk mencegah tumor tumbuh kembali. Pascaoperasi dokter tidak langsung menjadwalkan kemoterapi, hanya menganjurkan Herry rutin memeriksakan diri 3 bulan sekali. Jika pemeriksaan mendeteksi adanya sel kanker yang tersisa, maka Herry harus menjalani kemoterapi.

Makanan atau minuman dengan pemanis buatan dapat memicu kanker.

Makanan atau minuman dengan pemanis buatan dapat memicu kanker.

Dokter di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, dr. Toto Imam Soeparmono, Sp.OG. K. Onk., menyatakan sel kanker adalah mutasi dari sel normal. Pemicu mutasi paling sering adalah luka atau sobekan kecil di jaringan yang kemudian menjadi radang. Sel yang bermutasi menjadi sama sekali berbeda dengan sel normal, baik ukuran, bentuk, atau sifatnya. “Sel kanker lebih besar ketimbang sel normal, bentuknya pun berbeda,” kata Toto.

Baca juga:  Efek Samping Konsumsi Buah Okra

Akibatnya sel kanker tidak muat lagi dalam jaringan sel normal. Fungsinya pun menyimpang dari organ tempat asalnya. Contohnya, sel kanker rahim tidak lagi mendukung fungsi rahim sebagai alat reproduksi. Yang terjadi, sel kanker justru menjadi “parasit” karena lebih banyak menyedot darah. Sudah begitu, sel kanker tidak lagi memiliki reseptor yang menerima protein apoptosis—bunuh diri sel. Kanker mampu membentuk jaringan yang memiliki pembuluh darah terpisah dari organ asalnya. Itu sebabnya kanker tumbuh membesar tanpa terkendali.

Jamur maitake
Pada Mei 2016, ketika dinyatakan mengidap kanker, Herry menceritakan kondisinya kepada seorang rekan. Kebetulan sang rekan menjadi stokis produk kaplet bubuk jamur maitake dan kapsul yang mengandung MD-Fraction. Ia menganjurkan Herry mengonsumsi produk yang ia pasarkan itu. Berharap sembuh, pria bertubuh tinggi itu rutin mengonsumsi kaplet dan kapsul itu 2 minggu sebelum dan sesudah operasi. Sebagai penguat tubuh, ia juga mengonsumsi royal jeli, minyak hati ikan hiu (squalene), dan vitamin C dosis tinggi.

Royal jeli atau madu membantu tubuh melawan kanker.

Royal jeli atau madu membantu tubuh melawan kanker.

Kaplet bubuk jamur maitake ia konsumsi 3 kali sehari masing-masing 2 kaplet, sementara kaplet MD-Fraction 2 kali sehari masing-masing 2 kapsul. Pada Juli 2016, Herry Susanto kembali memeriksakan diri. Dokter yang memeriksa terkejut karena bekas operasi bersih sama sekali dari sisa sel kanker dan pulih sepenuhnya. Ia tidak perlu menempuh kemoterapi ajuvan—tindakan kemoterapi pascapembedahan untuk membersihkan sel kanker yang mungkin tertinggal. Sejak dinyatakan bersih, ia mengurangi dosis kedua jenis kaplet jamur maitake itu, masing-masing 1 kaplet setiap konsumsi.

Sampai sekarang, Herry Susanto rutin mengonsumsi kaplet maitake. Pemeriksaan 3 bulanan yang hingga Januari 2018 silam rutin ia lakukan selalu menyatakan bersih dari kanker. Kemampuan jamur maitake menghalau kanker dibuktikan Bao Jun Shi dan rekan dari Guangdong Biotech, Co., Ltd., Guangdong, Tiongkok. Bao menguji kemampuan ekstrak jamur maitake yang mengandung polisakarida tak larut air secara in vitro. Ia menggunakan sel kanker lambung manusia sebagai sel uji.

Buah segar mengandung vitamin C yang memperkuat kekebalan tubuh.

Buah segar mengandung vitamin C yang memperkuat kekebalan tubuh.

Ekstrak polisakarida dari jamur maitake dengan konsentrasi 100 µg per ml mampu memicu terjadinya apoptosis terhadap 13,9% populasi sel uji. Efektivitas ekstrak jamur maitake itu meningkat menjadi 14,3% ketika dikombinasikan dengan fluorourasil (5-FU), obat yang kerap diberikan dalam kemoterapi. Dalam kasus Herry, itu membuktikan bahwa jamur maitake mulai melawan kanker sebelum ia menjalani operasi. Itu sebabnya ia meneruskan konsumsi hingga sekarang untuk mencegah kanker muncul kembali.

Baca juga:  Herbal Atasi Sjogren

Menurut dokter penganjur apiterapi—penyembuhan dengan konsumsi produk lebah madu dan turunannya—di Jakarta, dr. H. Hafuan Lutfie, royal jeli yang Herry konsumsi bersama suplemen maitake membantu sistem kekebalan tubuh melawan sel kanker yang ganas dan liar. Ia juga menganjurkan penderita maupun survivor kanker menghindari konsumsi makanan atau minuman yang mengandung bahan aditif sintetis. Terutama makanan atau minuman dengan pengawet, penyedap, serta pemanis buatan. (Argohartono Arie Raharjo)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d