Omzet Bayu Ari Sidi Rp68-juta per bulan hasil penjualan 600 kg buah dan 1.000 bibit jambu madu deli hijau.

Bayu Ari Sidi mengebunkan jambu madu deli hijau skala komersial di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bayu Ari Sidi mengebunkan jambu madu deli hijau skala komersial di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sebanyak 400 pohon jambu madu deli hijau di Desa Jambidan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Kabupaten Bantul, Yogyakarta, itu bak magnet yang menarik kedatangan pengunjung. Di kebun seluas 6.000 m², Bayu Ari Sidi juga menanam ribuan bibit beragam umur. Ia memperbanyak bibit dari 12 pohon berlabel ungu yang didatangkan langsung dari Kota Binjai, Provinsi Sumatera Utara.

Label ungu tanda bahwa tanaman berasal dari pohon induk terpilih. Pemuda 35 tahun itu mengatur jadwal pembuahan di setiap tanaman. Dengan begitu, selalu ada buah siap panen di kebun. Itu sebabnya, kebun Bayu selalu ramai pengunjung sejak tanaman berbuah perdana pada 2015. “Kebun yang berisi tanaman berbuah sangat ampuh menarik minat konsumen,” ujar Bayu.

Permintaan besar
Tamu yang datang ke kebun Bayu dari berbagai kalangan mulai dari pehobi, pekebun, calon pekebun, pengepul, hingga pembeli buah. Mereka membuktikan langsung citarasa jambu madu deli hijau yang nyaris sempurna itu. Bayu memanfaatkan kehadiran tamu-tamunya sebagai ajang saling bertukar ilmu budidaya tanaman buah, khususnya jambu air. Ia pun bermurah hati membagi pengalaman berkebun jambu kepada calon pekebun.

“Saya banyak belajar dari rekan sesama pekebun untuk memperoleh jambu air berkualitas prima,” ujarnya. Bayu hanya menjual buah kepada konsumen yang datang langsung ke kebun. Ia membanderol Rp30.000 per kg. Volume buah yang terjual sebanyak 600 kg memberikan omzet Rp18-juta setiap bulan. Ia menuturkan kapasitas produksi buah di kebunnya masih rendah, rata-rata 1,5 kg per pohon berumur 3 tahun.

Bayu memproduksi bibit berkualitas lewat perbanyakan setek.

Bayu memproduksi bibit berkualitas lewat perbanyakan setek.

Alumnus Universitas Gadjah Mada itu belum sanggup memasarkan buah jambu madu deli hijau ke pasaran. Sebab, buah jambu air itu senantiasa habis di kebun. Padahal, banyak pengepul maupun pasar swalayan baik dalam maupun luar kota yang meminta pasokan secara rutin. Sebagai gambaran pengepul dari Jakarta, misalnya, menghendaki kiriman buah hingga 500 kg setiap hari.

Baca juga:  Boerka Pedaging Unggul

Bayu menolak tawaran itu sebab buah selalu habis di kebun. Permintaan dari lapak-lapak buah pun ia tepis. “Banyaknya permintaan dari pengepul maupun pasar swalayan yang kerap datang bukti bahwa jambu madu deli hijau diterima pasar,” ujar Bayu. Itu sebabnya ia yakin betul prospek berkebun jambu madu deli hijau sangat cerah. Apalagi citarasa buah juga menggoda.

Permintaan bibit
Bayu Ari Sidi menanam jambu madu deli hijau dalam pot dan kantong tanam. Menurut Bayu cara tanam tabulampot—tanaman buah dalam pot—memudahkan pekebun mengatur nutrisi bagi tanaman. Pemupukan dan penyiraman menjadi efisien sebab tidak ada unsur hara yang terbuang.

Selain buah, permintaan bibit yang datang ke kebun Bayu pun tak pernah sepi. Dalam sebulan ia menjual hingga 1.000 bibit. Penyuka kuliner itu mematok harga Rp50.000 untuk bibit berukuran 60 cm. Dari hasil perniagaan bibit itu ia memperoleh pendapatan Rp50-juta setiap bulan. Kualitas bibit dari kebun Bayu tak perlu diragukan. Sebab ia memproduksi bibit dengan cara setek.

Buah yang dihasilkan bermutu prima sebab dirawat secara intensif.

Buah yang dihasilkan bermutu prima sebab dirawat secara intensif.

Dengan cara itu karakter bibit 100% sama dengan induk. Bayu memilih ranting maupun cabang terbaik sebagai bahan perbanyakan. Syaratnya, cabang sehat, berdaun hijau tua, tidak sedang bertunas, dan bebas hama penyakit. Kini, bibit produksi Bayu sudah menyebar ke berbagai kota besar di Kalimantan (Pontianak, Samarinda, dan Banjarmasin), Bali (Denpasar), dan Sulawesi (Makassar).

Anak ke-3 dari 4 bersaudara itu juga melayani permintaan tanaman yang sudah berbuah. Ia memberi harga Rp300.000 sampai Rp600.000 sesuai dengan ukuran tanaman. Lantaran memperoleh pendapatan sangat fantastis, Bayu membuka kebun baru seluas 1 hektare pada pertengahan 2016. Kebun berisi 1.600 tanaman itu khusus untuk produksi buah. Bayu melengkapi kebun dengan sistem irigasi tetes.

Baca juga:  Elok Daun Euphorbia

Sumber air berasal dari tandon berkapasitas 7 m3. Ia menargetkan panen buah pada pertengahan 2017. Ia berencana memasarkan buah jambu madu deli hijau itu ke pasaran. Hasrat Bayu berbisnis jambu madu deli hijau bermula ketika acara Pekan Flora Flori Nasional 2013 di Yogyakarta. Ketika itu Bayu membawa 50 kg buah dan 1.000 bibit jambu madu deli hijau pada pameran hortikultura berskala nasional itu.

567_ 69-1

Bayu Ari Sidi

Hanya dalam sekejap, seluruh buah dan bibit ludes terjual. Bahkan banyak pengunjung kecewa lantaran kehabisan buah dan bibit. Bayu lantas kebanjiran pertanyaan bagaimana cara memperoleh buah dan bibit madu deli hijau. Pascapameran permintaan bibit tanaman anggota famili Myrtaceae itu mencapai ribuan. Bahkan beberapa orang terpaksa harus inden lantaran pasokan terbatas.

Sambutan pasar begitu tinggi terhadap bibit dan buah jambu air. Itu sejalan dengan mandat Dinas Pertanian Kota Binjai, Sumatera Utara, untuk mengenalkan jambu madu deli hijau kepada masyarakat. Bayu lantas mengebunkan jambu secara komersial di tanah kelahirannya, Yogyakarta, di lahan 1.000 m². Ia lantas memperluas kebun hingga 6.000 m². Sejatinya Bayu mengenal jambu madu deli hijau sebelum pamor jambu itu melejit tiga tahun belakangan.

Dahulu ia berkecimpung dalam bisnis ikan air tawar. Kebetulan lokasi usaha ikan milik Bayu berdampingan dengan kebun milik Sunardi, pekebun jambu di Binjai. Kesuksesan Sunardi mengebunkan jambu madu deli hijau membuat Bayu tertarik untuk ikut menanam. Selain itu ia memang sudah jatuh hati dengan rupa dan rasa buah yang aduhai. (Andari Titisari)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d