Basella rubra TOT 3578 berkadar antosianin tinggi. Cocok untuk penderita hipertensi

Basella rubra TOT 3578 berkadar antosianin tinggi. Cocok untuk penderita hipertensi

Sayuran baru bayam rambat yang produktif dan bergizi tinggi.

Gandola lazim menjadi penghias pergola atau teras rumah. Namun, tanaman anggota famili Basellaceae itu bukan hanya enak di mata. Gandola alias bayam rambat itu juga enak di lidah. Dr Ir Iteu M Hidayat MSc beberapa kali memetik pucuk gandola segar, mencuci, lalu menumisnya. “Rasanya gurih, segar, dan nikmat,” ujar peneliti madya Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) itu.

Balitsa mengembangkan sayuran daun itu sejak 2006. Gandola baru di kebun percobaan Balitsa belum bernama. Iteu Hidayat dan rekan baru memberi nomor aksesi TOT 3578 dan TOT 1586. Doktor Bioteknologi alumnus Universitas Putra Malaysia itu mendatangkannya dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Sayuran Taiwan (AVRDC).

Dr Ir Iteu M Hidayat MSc meneliti gandola sejak 2006

Dr Ir Iteu M Hidayat MSc meneliti gandola sejak 2006

Zat besi tinggi
Gandola TOT 3578 termasuk spesies Basella rubra berciri batang merah, sementara TOT 1586 termasuk spesies Basella alba dengan ciri berbatang hijau. Para periset di Balitsa menguji calon gandola baru itu di tiga lokasi yaitu Lembang, Kabupaten Bandung, Cipanas (Kabupaten Cianjur) keduanya di Jawa Barat, dan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Uji multilokasi itu menunjukkan produktivitas TOT 3578 dan TOT 1586 rata-rata 70,67 g dan 79,97 g per tanaman. Produktivitas basela lokal sebagai kontrol hanya 42,39 g per tanaman. Pengujian di laboratorium Fisiologi Hasil Balitsa pada Agustus 2010—April 2011 menunjukkan kandungan zat besi (Fe) pucuk gandola TOT 3578 mencapai 0,146 mg per g, TOT 1586 0,23 mg per g, sementara basela lokal hanya 0,128 mg per g.

Sayuran gandola dipanen pucuk mudanya

Sayuran gandola dipanen pucuk mudanya

Di Indonesia bayam rambat memang belum sepopuler bayam atau selada. Padahal, selain enak, gandola juga bergizi tinggi. Menurut Iteu, gandola mengandung 2,1 g protein, 0,3 g lemak, 3,9 g karbohidrat, dan 1,3 g serat per 100 g bagian yang dapat dimakan. Kandungan energi mencapai 112 kJ per 100 g. Selain itu gandola juga mengandung 1.686—6390 IU vitamin A, 29—166 mg vitamin C, 16—117 mg kalsium, per 100 g bagian yang di konsumsi.

Baca juga:  Ikan Mas Unggul: Hemat Pakan Tahan Penyakit

K Heyne dalam “Tumbuhan Berguna Indonesia” menyebutkan rebusan daun gandola melancarkan buang air besar karena bersifat melunakkan feses. Menurut Iteu, selain daun, buah juga dapat dikonsumsi. “Buah gandola kaya antosianin dan relatif stabil terhadap perubahan pH, suhu, dan cahaya sehingga dapat dijadikan pewarna makanan alami,” kata Iteu.

Menurut Ketua Sub unit Laboratorium Gizi Politeknik Kesehatan Malang, Agus Heri Santoso STP, MSi, antosianin bersifat menurunkan tekanan darah. Sementara Heyne menyebutkan perasan buah gandola sebagai pewarna agar-agar atau masakan khas Tiongkok. Sayang, masyarakat masih asing dengan gandola yang memiliki beragam kelebihan itu. Itulah sebabnya perlu pengenalan.

Gandola bisa dikonsumsi dengan beragam cara seperti ditumis, dibuat sup, atau salad

Gandola bisa dikonsumsi dengan beragam cara seperti ditumis, dibuat sup, atau salad

“Informasikan keunggulannya dibanding sayuran lain. Bisa dari gizi, rasa atau kemudahan budidaya,” ujar kepala University Farm, Insitut Pertanian Bogor, Prof Dr Anas Dinnurohman Susila. Selain itu perlu sosialisasi kepada tiga pelaku bisnis sayuran baru itu, petani, penyedia benih, dan pemasar.

Budidaya
Menurut Iteu, budidaya bayam malabar alias gandola itu relatif mudah. Mula-mula buat lubang berjarak tanam 80 cm x 50 cm. Taburkan 1 ton kapur pertanian per hektar dua pekan sebelum tanam. Semai dahulu benih gandola di media tanam berupa pupuk kandang dan kompos dengan perbandingan 1 : 2.

Sembari menunggu munculnya tunas, taburkan 20 ton pupuk kandang dan 64 kg pupuk NPK 16 : 16 : 16 per hektar. Setelah tanaman memunculkan 4—5 daun, pindahkan bibit itu ke lubang tanam. Menurut peneliti kelahiran Garut 63 tahun lalu itu, gandola mampu hidup di tanah dengan kesuburan sedang, tetapi sangat sensitif terhadap pemupukan nitrogen dan organik.

Basella alba TOT 1586 unggul dari segi produktivitas dan kandungan zat besi

Basella alba TOT 1586 unggul dari segi produktivitas dan kandungan zat besi

“Kombinasi pupuk organik dan anorganik meningkatkan hasil panen dan kesuburan tanah,” ujarnya. Lakukan pemupukan susulan 10 hari sekali sejak tanaman berumur 10 hari setelah tanam (HST). Pupuk itu berupa NPK 16 : 16 : 16 sebanyak 60 kg per hektar. “Pupuk hingga tanaman berumur 60 HST,” katanya.

Baca juga:  Jenis Tanaman Sayur yang Cocok untuk Hias Pekarangan

Gandola tanaman merambat sehingga memerlukan ajir sebagai penopang. Tanaman kerabat binahong itu rentan serangan hama pengorok daun Liriomyza huidobrensis serta penyakit bercak daun akibat cendawan Cercospora sp, Alternaria sp, atau Colletotrichum sp. Untuk mengendalikan pengorok daun, semprotkan insektisida berbahan aktif imidakloprid atau abamektin. Sementara bercak daun dikendalikan dengan fungisida berbahan mankozeb atau klorotalonil.

Petani memanen bayam rambat itu pada umur 30—45 hari. Pemanenan sekali sepekan dengan memotong pucuk muda sepanjang 20 cm. Sekali tanam, petani dapat panen berulang-ulang. Setelah itu pucuk dapat dikonsumsi sesuai keinginan, sup, tumis, atau salad. Enak di lidah, bergizi pula. Tumbuh di pekarangan atau halaman rumah, gandola juga penghias yang memanjakan mata. (Bondan Setyawan)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d