Rak tempat meletakkan bawang merah

Rak tempat meletakkan bawang merah

Cara mengeringkan bawang merah saat musim hujan hanya 4 hari, semula 7 hari.

Pada musim hujan intensitas matahari rendah. Hadi Sutomo perlu waktu lebih dari sepekan hingga bawang merah kering dan siap jual. “Saat musim hujan hasil panen terancam busuk karena pengeringan menjadi kurang sempurna,” kata pekebun di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, itu. Hadi menuturkan potensi kehilangan hasil akibat pengeringan kurang sempurna mencapai 30%.

Jika Hadi memanen 4 ton bawang merah, maka sekitar 1,2 ton yang rusak. Dengan harga jual Rp25.000 per kg, pekebun berpotensi kehilangan pendapatan hingga Rp30-juta. “Pekebun membutuhkan alat pengering bawang merah yang bisa digunakan saat musim hujan,” kata Hadi. Kini proses pengeringan hanya butuh waktu 4 hari, semula pengeringan di bawah sinar matahari perlu waktu hingga sepekan.

Tahan simpan

Kepala bidang Kerja sama dan Pendayagunaan BB Pascapanen, Dr Ir Evi Savitri Iriani MSi .

Kepala bidang Kerja sama dan Pendayagunaan BB Pascapanen, Dr Ir Evi Savitri Iriani MSi .

Menurut Kepala Bidang Kerja sama dan Pendayagunaan Hasil Penelitian Balai Besar (BB) Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian, Dr Ir Evi Savitri Iriani MSi, pengeringan bawang merah mengandalkan sinar matahari saat musim hujan kurang efektif. Pekebun menjadi bergantung pada kondisi cuaca.

Untuk mengatasi kendala pengeringan saat musim hujan, tim peneliti BB Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian merancang gudang sekaligus pengering bawang merah. Gudang itu berupa bangunan berukuran 40 m² dan berdinding polikarbonat. Gudang itu dilengkapi dengan rak-rak untuk menyimpan hasil panen yang mampu menampung hingga 15 ton bawang merah.

Evi mengandalkan tungku pemanas yang menggunakan kayu bakar, sekam, maupun biomassa sebagai bahan bakar. Selain untuk pengering, pemanasan juga bermanfaat sebagai fungisida dan insektisida alami. Udara hangat dan kering berembus dari tungku pemanas mengalir menuju tumpukan bawang merah. Pada proses pengeringan suhu dalam ruangan gudang dipertahankan sekitar 40—50ºC dan kelembapan udara kurang dari 40—70%.

Ir Sigit Nugraha, peneliti madya BB Pascapanen.

Ir Sigit Nugraha, peneliti madya BB Pascapanen.

Jika untuk penyimpanan suhu cukup pada kisaran 28—28—35ºC dengan kelembapan lebih dari 70%. Gudang itu juga dilengkapi pengatur aerasi untuk menarik uap air keluar ruangan. Pada beberapa bagian dinding juga terdapat jendela untuk melancarkan sirkulasi udara. Dengan berbagai perangkat itu proses pengeringan dalam gudang pengering hanya butuh waktu 4 hari.

Baca juga:  Sosok Elok Monadenium

Waktu pengeringan itu jauh lebih singkat dibandingkan dengan pengeringan di bawah sinar matahari yang perlu waktu hingga sepekan. Gudang pengering itu juga meningkatkan daya simpan bawang merah. Menurut Evi tingkat kerusakan bawang merah yang disimpan dalam gudang pengering hingga pekan ke-8 penyimpanan hanya 11%. Adapun bawang merah yang dikeringkan secara konvensional mengalami kerusakan hingga 30%.

Harga rendah
Gudang pengering berdinding polikarbonat itu sejatinya merupakan perbaikan dari gudang pengering generasi sebelumnya hasil rancangan peneliti madya BB Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, Ir Sigit Nugraha. Ia meneliti gudang pengering itu pada 2006. “Pada awalnya gudang pengering itu dirancang untuk sarana penyimpanan benih,” kata Sigit.

Gudang menjadi jalan keluar bagi pekebun bawang merah saat musim hujan.

Gudang menjadi jalan keluar bagi pekebun bawang merah saat musim hujan.

Bawang merah memiliki masa istirahat atau dorman 60 hari sebelum penanaman sehingga harus disimpan dahulu. Pada saat penyimpanan itulah benih bawang merah harus benar-benar kering agar tahan simpan. Belakangan para pekebun bawang merah juga memerlukan gudang pengering untuk mempercepat pengeringan saat musim hujan. Selain itu gudang pengering juga solusi saat harga bawang merah terjun bebas ketika panen raya.

Menurut sekretaris jenderal Dewan Bawang Merah Nasional, Mudatsir, panen raya bawang merah menyebabkan harga bawang merah anjlok hingga Rp10.000 per kg—untuk bawang merah berkualitas bagus. Adapun bawang merah berkualitas rendah menyentuh nilai Rp4.000 per kg. Pekebun pun merugi. Mudatsir menuturkan pekebun kembali modal pada tingkat harga Rp8.000 per kg saat musim kemarau atau Rp10.000 per kg saat musim hujan.

Bawang merah menjadi komoditas pertanian yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Bawang merah menjadi komoditas pertanian yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Harga bawang merah yang tinggi pada musim hujan menjadi berkah bagi pekebun di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Hadi Sutomo. Menurut Hadi, harga jual bawang merah pada saat musim hujan bisa mencapai Rp25.000 per kg. Namun, di sisi lain berbagai kendala menghadang saat musim hujan. Selain ancaman serangan penyakit, Hadi juga kesulitan mengeringkan hasil panen.

Baca juga:  Atasi Lumpuh Otak

Harap mafhum, selama ini pengeringan masih mengandalkan paparan sinar matahari. Pada musim hujan Hadi juga harus sigap membuka dan menutup naungan selama proses pengeringan sebab hujan bisa turun sewaktu-waktu. Dengan adanya gudang, pekebun juga dapat menyimpan benih dengan aman saat musim hujan. Evi menuturkan biaya untuk membangun gedung pengering relatif murah.

Tungku bahan bakar gudang.

Tungku bahan bakar gudang.

Gudang berukuran 4 m x 10 m x 3 m memerlukan biaya sekitar Rp75-juta—Rp100-juta, tergantung bahan bangunan dan lokasi. Bangunan itu mampu menyimpan … ton setara hasil panen … ha. Jumlah biaya itu tergolong tinggi jika ditanggung seorang pekebun skala kecil. Oleh karena itu Evi menyarankan gudang pengering dibangun bersama-sama oleh kelompok tani. (Andari Titisari)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d