Banyak Pilihan Olah si Ungu

Banyak Pilihan Olah si Ungu 1
Wine berbahan dasar ubijalar ungu

Wine berbahan dasar ubijalar ungu

Cara enak konsumsi ubi ungu: jus, wine, dan egg roll.

Ada yang unik ketika bertandang ke tempat praktik Dr dr Anak Agung Gde Putra Wiraguna SpKK di Rumahsakit Sanglah, Denpasar, Bali. Ia kerap menyuguhkan jus ubi ungu untuk para tamu. Jus Ipomoea batatas itu sudah dikemas dalam botol berukuran 750 cc sehingga terlihat elegan. Untuk mengonsumsinya, tinggal tuang ke gelas, tanpa tambahan air atau bahan lain, dan siap minum.

Selain praktis, rasa jus juga manis. Itu ditunjang dengan warna jus yang sangat menarik, merah keunguan. Warna itu alami berasal dari ubi jalar ungu. “Warna ungu menandakan kandungan antosianin tinggi,” ujar Prof Dr Ir Dewa Ngurah Suprapta MSc, dosen  Fakultas Pertanian, Universitas Udayana, Bali.

Jus

Lazimnya cara konsumsi ubijalar ungu berupa rebusan. Namun, Prof Suprapta mengolah umbi anggota keluarga Convolvulaceae itu menjadi jus. “Konsumsi rebusan ubi biasanya cepat kenyang dan membosankan. Konsumsi jus justru menyegarkan, tidak cepat kenyang,” ungkap pria kelahiran Gianyar, Bali, itu.

Untuk mengolah ubi ungu menjadi jus cukup mudah. Suprapta mengupas kulit ubi, mencuci, lalu mengukus selama 30 menit. Hasil kukusan ubi itu ia blender dengan menambahkan madu dan air, lalu menyaringnya hingga agak jernih. Hasil saringan ia panaskan  lagi selama 20 menit, kemudian diendapkan untuk memisahkan sarinya. Proses terakhir, sari ubi ia panaskan. Jus ubi ungu siap konsumsi. Waktu pembuatan jus 4—5 jam. Dari 1 kg bahan baku ubi ungu, ia menghasilkan 750 ml jus.

Kue gulung ubijalar ungu, manis dan renyah

Kue gulung ubijalar ungu, manis dan renyah

Suprapta menjelaskan, penambahan madu dalam proses pembuatan jus bertujuan menambah citarasa. Ujang Edi, pengobat tradisional di Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menuturkan, penambahan madu dalam proses pembuatan untuk memperkuat kerja ubi jalar ungu.  Ubi jalar ungu memang kaya antosianin. Menurut Prof Dr Sidik Apt, guru besar emiritus Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran, antosianin berfaedah sebagai antioksidan yang berperan menetralkan radikal bebas. Namun, bila tak ada madu, gula aren atau gula batu dapat menggantikannya.

Baca juga:  Kefir Atasi Asam Urat

Selain mengolah ubi sebagai jus, Suprapta juga mengolah ubi jalar ungu menjadi wine.  Itu berlatar belakang kebiasaan masyarakat Bali yang mengonsumsi wine. Oleh sebab itu, Suprapta mengembangkan wine berbahan ubi jalar ungu. Kadar alkohol wine hanya 4%. “Kadar alkohol lebih dari 10% merusak kandungan antosianin,” ujar alumnus Agricultural Science, Kagoshima University, Jepang, itu.

Proses pengolahan wine hampir sama dengan jus. Bedanya, Suprapta menambahkan ragi untuk proses fermentasi. Dari bahan baku 1,5—2 kg ubi jalar menghasilkan 750 ml wine. Kedua olahan ubi ungu itu, baik jus maupun wine diperuntukkan sebagai minumal fungsional yang baik untuk menjaga kesehatan. Oleh karena itu, Suprapta tidak menambahkan bahan pengawet dalam pembuatannya. Meski tanpa pengawet, jus dan wine tahan lama. Jus tetap  baik dikonsumsi hingga 8 bulan, sedangkan wine bisa lebih dari 5 tahun. “Lebih dari 5 tahun kandungan antosianin semakin turun,” kata profesor berusia 56 tahun itu.

Prof Dr Ir Dewa Ngurah Suprapta MSc membuat jus ubijalar ungu agar konsumsi lebih praktis

Prof Dr Ir Dewa Ngurah Suprapta MSc membuat jus ubijalar ungu agar konsumsi lebih praktis

Tinggi antosianin

Dalam sepekan Suprapta memproduksi 800 botol jus terdiri atas 275 cc dan 750 cc dan 200 botol wine bervolume 750 cc. Sebagai pasokan bahan baku, Suprapta mengambil ubi jalar ungu asal Desa Tua, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Bali. Musababnya, kadar antosisaninnya tinggi, 190—230 mg per 100 gram umbi basah. Kadar antosianin rata-rata ubijalar ungu di Bali 100—200 mg per 100 gram

Prof Sidik menjelaskan, sifat antosianin mudah rusak dengan pemanasan berulang-ulang. Oleh karena itu kadar antosianin jus dan wine olahannya turun. Kadar antosianin jus 146 mg/100 ml, sedangkan wine 80 mg/100 ml. Untuk itu, Ujang Edi lebih menyarankan konsumsi dalam bentuk kukusan, bahkan mentah. “Konsumsi kukusan atau ubi mentah cara paling mudah konsumsi ubi ungu,” ujar Ujang Edi.  Abah Edi—sebutan akrab Ujang Edi—menceritakan orang-orang terdahulu mengonsumsi ubijalar ungu segar untuk menjaga stamina. Namun, untuk pengobatan Edi menyarankan konsumsi kukusan ubi.

Baca juga:  Herbal Penyambung Nyawa

Edi meresepkan ubi jalar ungu untuk mengatasi tekanan darah tinggi dan sebagai penguat kerja lambung maupun jantung. Konsumsinya, untuk menjaga kesehatan, 3—5 ons umbi. Frekuensi sekali dalam sehari. Sementara untuk pengobatan, frekuensi dua kali sehari.

Cara lain memetik khasiat ubijalar ungu dengan konsumsi egg roll ubi ungu. Itu seperti yang dilakukan Almunafasah Asysyarifah di Yogyakarta. Kue semprong—nama lain egg roll—berbahan ubi jalar ungu itu berpenampilan menarik, bercitarasa manis dan renyah. “Warna alami ubi sangat ungu menarik untuk dicicipi,” ujar perempuan alumnus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta itu. (Desi Sayyidati Rahimah/Peliput: Rizky Fadhilah dan Kartika Restu Susilo)

cover 1234.pdf

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x