Banyak Cara Atasi Lalat Buah 1
Pengendalian lalat buah menggunakan atraktan salah satu cara yang praktis dan ramah lingkungan.

Pengendalian lalat buah menggunakan atraktan salah satu cara yang praktis dan ramah lingkungan.

Pekebun menempuh beragam cara untuk mengatasi hama lalat buah.

Dedi Hernawan kecewa karena 30% buah paprika, tomat, dan buncis yang ia tanam di kebunnya di Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, membusuk dan berguguran sebelum panen. Biang keladi kerusakan itu ternyata makhluk mungil berupa lalat buah Bractocera dorsalis.

Menurut Andi Abdurahim dari Direktorat Perlindungan Tanaman Hortikultura, Kementerian Pertanian, lalat buah merupakan salah satu hama paling merusak dan penyebarannya luas. Ia menyerang lebih dari 20 jenis buah-buahan dan sayuran seperti mangga, belimbing, pepaya, jambu, jeruk, pisang, dan cabai merah.

Pada permukaan kulit buah yang terserang tampak noda hitam. “Noda hitam itu bekas tusukan ovipositor lalat buah dewasa saat meletakkan telur,” ujar Andi. Bila buah yang terserang dibelah, akan terlihat belatung atau larva lalat buah. Selanjutnya larva merusak daging buah sehingga buah menjadi busuk dan gugur sebelum masak. “Buah yang gugur sebaiknya segera dikumpulkan dan dimusnahkan,” katanya. Dengan begitu larva yang berkembang di dalam buah tidak lepas dan berkembang biak lagi.

Atraktan
Andi menuturkan serangan lalat buah sebetulnya dapat dicegah sejak buah masih pentil dengan cara membungkusnya (baca: Agar Laba Tak Sirna halaman 68-69). Pengendalian lalat buah dapat dilakukan juga dengan cara lain, yaitu menanam tumpang sari dengan ketumbar. Rakhmad, pekebun jambu kristal di Batu, Jawa Timur, menerapkan cara itu. Ia menanam ketumbar di sela-sela tanaman jambu kristal. “Hasilnya efektif mengusir lalat buah karena tidak menyukai aroma tanaman ketumbar,” kata Rakhmad.

Semut rangrang predator lalat buah.

Semut rangrang predator lalat buah.

Manajer Pemasaran PT Petrokimia Kayaku, Soni Kusuma, mengatakan salah satu cara efektif, mudah, dan ramah lingkungan untuk mengendalikan lalat buah adalah menggunakan perangkap atraktan lalat buah. “Atraktan aman, tidak meninggalkan residu pada komoditas yang ditanam karena bersifat volatil atau mudah menguap. Daya jangkaunya atau radiusnya cukup jauh, mencapai ratusan meter bergantung pada arah angin,” ujar Soni.

Baca juga:  Awas! Pamelo Merah Palsu

Zat aktif dalam perangkap berupa metil eugenol yang beraroma seperti lalat buah betina saat berahi. Itulah sebabnya lalat buah jantan mengejar ke sumber aroma. Daya tangkap atraktan bervariasi, bergantung pada lokasi, cuaca, komoditas, dan keadaan buah di lapangan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan atraktan dapat menurunkan intensitas serangan lalat buah pada mangga sebesar 39—59%.

Lalat buah, salah satu hama paling merusak komoditas buah dan sayuran.

Lalat buah, salah satu hama paling merusak komoditas buah dan sayuran.

Penerapan atraktan juga mudah yaitu dengan meneteskannya di kapas dan menempatkan di perangkap berupa botol plastik atau tabung silinder. Terdapat lubang kecil di empat sisi botol. Lalat akan masuk dan terperangkap di dalam. “Perangkap hendaknya dipasang di tiang atau ranting pohon setinggi 2—3 meter dari permukaan tanah. Lahan 1 hektar membutuhkan 16 buah perangkap,” kata Soni.

Pestisida
Beberapa petani menambahkan pestisida untuk mematikan lalat buah yang terperangkap. Bisa juga menggunakan lem agar lalat buah yang terperangkap tidak dapat lepas lagi. Menurut Andi cara itu dapat mengurangi populasi lalat jantan yang akan membuahi lalat betina. Setiap lalat betina mampu bertelur hingga 200 butir telur setiap kali kawin.

Musuh alami dapat dimanfaatkan untuk mengatasi serangan lalat buah. Salah satunya dengan melepaskan serangga yang bersifat parasitoid seperti Biosteres sp dan Opius sp. Serangga anggota famili Branconidae itu menjadikan lalat buah sebagai inang untuk tumbuh dan berkembang biak. Pekebun juga dapat memanfaatkan semut, semut rangrang, laba-laba, kumbang anggota famili Staphylinidae, dan cocopet Dermaptera sebagai predator alami lalat buah.

Perangkap lalat buah.

Perangkap lalat buah.

Tak ingin peristiwa buruk kembali terulang, kini Dedi rutin menyemprotkan larutan pestisida berkonsentrasi 10 ml pestisida per 100 l air. Larutan itu cukup untuk menyemprot areal tanam 500 m2. “Karena menggunakan naungan, intensitas frekuensi penyemprotan saya kurangi. Saya semprot empat hari sekali,” ujar ayah tiga anak itu. Menurut Darmawan Sandi Susilo, brand manager FMC Agricultural Solutions, produsen pestisida di Jakarta, pestisida yang baik cukup dengan dosis rendah, tapi efektif mengendalikan hama, tahan cucian air hujan, dan aman terhadap musuh alami.

Dr Ir Widodo, dosen di Departemen Proteksi Tanaman Institut Pertanian Bogor.

Dr Ir Widodo, dosen di Departemen Proteksi Tanaman Institut Pertanian Bogor.

Uap panas
Lalat buah tak hanya musuh bagi pekebun. Serangga anggota famili Tephritidae juga menjadi momok bagi negara-negara importir buah seperti Jepang. Negeri Sakura menerapkan syarat ketat untuk buah yang masuk ke negaranya mesti bebas dari larva lalat buah. Indonesia salah satu eksportir mangga untuk Jepang, yaitu gedong gincu.

Baca juga:  Spesialis Mengolah Temulawak

Andi menuturkan mangga tergolong buah yang rentan serangan hama lalat buah. Berdasarkan data Direktorat Perlindungan Tanaman Hortikultura, pada 2014 luas areal tanam mangga yang terserang lalat buah mencapai 67.612 pohon. Jumlah itu lebih tinggi daripada 2013 yang hanya 59.703 pohon.

Untuk memenuhi syarat yang ditetapkan importir, mangga yang akan diekspor mesti disterilisasi. Salah satunya menggunakan teknologi perlakuan uap panas atau vapor heat treatment (VHT). Caranya dengan memaparkan uap panas selama jangka waktu tertentu. Untuk sterilisasi mangga uap panas yang dianjurkan bertemperatur 47°C yang dipaparkan selama 30 menit.

Pada kondisi itu akan mematikan 100% lalat buah yang ada di dalam mangga. “VHT cara aman untuk sterilisasi karena tidak menimbulkan residu kimia serta tidak mempengaruhi kualitas rasa, kesegaran, dan nilai gizinya,” ujar Andi. (Muhammad Awaluddin/Peliput: Ian Purnama Sari)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *