Bale meraih 5 kali grand champion

Bale meraih 5 kali grand champion

Sempat terancam batal kontes akibat terserang bisul, Bale tetap meraih grand champion.

Nama Bale tak asing lagi di kalangan pencinta lou han tanah air. Sang legenda grand champion itu hampir tak memiliki pesaing sebanding. “Sepanjang tahun 2013-2014 Bale masih merajai kelas A,” ujar Hady Senjaya, juri asal Bandung, Jawa Barat. Tubuh proporsional, nongnong besar, dan corak solid membuat juri kepincut oleh cinhua 21 bulan itu. Tak heran jika lou han milik Halley WS dari Yogyakarta itu selalu menjadi kampiun.

Penampilan apik Bale tak hanya menjadi buah bibir para pehobi lou han. Para pengunjung pun acap kali mengerumuni akuarium Bale yang bernomor 39 itu. Harap mafhum, nongnong Bale memang terlihat mencolok dibanding lou han lainnya. Menurut Adi Santoso, pengunjung dari Bandung, Bale unik dan lincah sehingga ia tertarik untuk mengabadikan gambar Bale. Selain tubuh yang sempurna, Bale juga memiliki stamina stabil. “Hampir tidak pernah drop saat kontes,” ujar Tomi Adi Prasetya, juri asal Surakarta, Jawa Tengah.

Penyerahan piala kepada pemilik lou han peraih grand champion

Penyerahan piala kepada pemilik lou han peraih grand champion

Bisul

Kunci dari kemenangan Bale adalah perawatan khusus selama dua pekan sebelum kontes. Pagi hari Andi Setiawan, perawat Bale, rutin memberikan pelet dan 1 balok cacing berukuran 3 cm x 3 cm. Sementara, pada siang hari Bale hanya menerima asupan cacing. Pria 33 tahun itu juga membatasi pemberian pakan pada malam hari. Musababnya kelebihan pelet menyebabkan pakan mengendap dan kandungan amonia di air meningkat.

Anthony Setiadi, pemilik awal Bale, memperkirakan sang lou han masih besar berkesempatan mempertahankan gelarnya di berbagai kontes. “Syaratnya Bale harus terus dilatih dan akuariumnya selalu di disesuaikan dengan akuarium ukuran kontes yang kadang berubah,” ujar Anton-sapaan akrabnya. Halley memang rutin melatih Bale 2 kali sehari dengan menggunakan perot. “Latihan rutin membuat mental Bale jarang drop saat kontes,” kata Andi.

Braga Entro menjadi juara baru baby champion

Braga Entro menjadi juara baru baby champion

Kesempurnaan Bale bukan tanpa aral. Bale nyaris batal mengikuti adu cantik-cantikan yang berlangsung di Mal Festival City Link Bandung pada 18-22 Juni 2014 itu. Musababnya 3 pekan sebelum kontes Bale terserang bisul di nongnongnya. “Ini bukan kali pertama Bale terserang penyakit,” ujar Andi. Untuk mengatasinya, Andi memberi obat atasi cendawan antara lain: metronidazole, oksitosin, dan ciprofloxacin. Ia melarutkan obat itu dalam air setiap hari. Beruntung Bale sembuh sepekan sebelum kontes.

Baca juga:  Bikin Gula Semut Bermutu

Bertahan

Tak hanya Bale yang mempertahankan gelar kampiunnya. Di kategori bergengsi lain, young champion, Cointreu tetap tak terbendung. “Kelincahannya menjadi daya tarik utama,” ujar Hady Senjaya. Selain lincah, lou han asal penangkar Thailand itu proporsional. “Nongnong dan mulut bila ditarik garis tegak lurus terlihat sejajar. Ini jarang ada,” kata Hady. Hatta Gunawan, sang empunya, memang memperlakukan Cointreu secara khusus dibanding 40 lou han lain miliknya.

Hatta rutin memberikan potongan udang dan cacing beku untuk pakan Cointreu setiap hari. “Menjelang kontes, Cointreu mengonsumsi 3 jangkrik dan beberapa pelet mengandung spirulina dan karotenoid,” ujar Hatta. Dengan resep itu Cointreu selalu tampil prima dan menjadi kampiun sejak masih di kategori C. Ini adalah kali kedua Cointreu meraih gelar young champion. Sebelumnya ia meraih gelar serupa di WTC Manggadua, Jakarta, pada 2-6 April 2014.

Cointreu tak terbendung menjadi young champion

Cointreu tak terbendung menjadi young champion

Di partai bergengsi lainnya, baby champion, terlihat ‘wajah-wajah’ baru mendominasi akuarium. “Di kelas C persaingan memang cenderung lebih ketat karena selalu ada yang baru,” kata Tomy Adi Prasetya. Itu sebabnya persaingan cukup ketat terjadi. Para kampiun di kelas C saling beradu cantik untuk merebut gelar baby champion. Nama Braga Entro dari kelas cinhua C keluar sebagai juara. Pesaingnya dari kelas cencu C terpaut 860 poin dari Braga Entro.

Lou han milik Sufandi Irawan dari tim Stars itu mampu mempertahankan staminanya hingga akhir kontes. Penilaian pada kelas C berlangsung lebih lama karena pesertanya lebih banyak dibandingkan kelas lainnya. Peserta terbanyak memang berasal dari kelas cencu C (39 ekor). Kontes yang diikuti 224 ikan itu juga mengalami lonjakan peserta di kelas klasik. “Pesertanya 2 kali lipat daripada biasanya yang hanya 10-11 ekor,” ujar Jimmy, panitia kontes.

Baca juga:  Pesona Rangkaian Richard

Kontes bertajuk Indonesia Lou han Competition Liga Chapter III itu diikuti 6 tim dan perseorangan. “Setiap tim rata-rata menurunkan 35 lou han jagoan,” ujar Jimmy. Untuk juara tim, muncul sebagai juara yaitu Tim Stars yang merebut total nilai 1.144. Tim Villa yang sebelumnya menjadi juara tergeser di posisi kedua dengan nilai 1.084. Urutan ketiga hingga ke enam adalah Aries (766 poin), Ace (500 poin), Galaxy (382 poin), dan SSL (378 poin). (Rizky Fadhilah)

537_ 56

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Similar Posts

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments