Buah melon kaya kalium sebagai pengendali hipertensi.

Buah melon kaya kalium sebagai pengendali hipertensi.

 

Masyarakat tidak perlu khawatir mengonsumsi melon. Buah itu kaya kalium yang bermanfaat bagi kesehatan.

Permintaan melon di tanah air turun drastis sejak isu listeria merebak. Beberapa petani bahkan membiarkan tanaman anggota famili Cucurbitaceae itu mengering di lahan. Petani tidak memanen karena belum ada pengepul yang membeli buah. Pemasok buah di Jakarta, Tatang Halim, memperkirakan penurunan buah melon di pasaran rata-rata hingga 50%. “Ya kasihan petaninya umur melon sudah pas bahkan sudah lewat tapi tidak ada bandar yang mau beli karena di Jakarta juga susah menjualnya,” papar Tatang.

Menurunnya permintaan melon itu karena muncul berita empat orang tewas dan beberapa lainnya sakit setelah mengonsumsi buah melon dari sebuah peternakan di Riverina, New South Wales, Australia. Penyebab kematian mereka karena buah melon mengandung bakteri Listeria monocytogenes. Badan Karantina Pertanian pun segera menerbitkan Keputusan Menteri Pertanian nomor 207/Kpts/KR.040/3/2018 tentang larangan masuknya rock melon (cantaloupe) dari Australia ke wilayah Republik Indonesia.

Pupuk matang

Menurut Tatang produk melon di tanah air sejatinya tidak ada masalah. Namun, ramaianya isu listeria berdampak ke petani melon di Pulau Jawa. Masyarakat khawatir mengonsumsi melon setelah berita kematian warga Australia menyebar antara lain melalui media sosial. Tatang mengatakan, “Harusnya diberi pengertian apa itu bakteri listeria.” Pria yang kerap menjadi juri kontes itu mengimbau agar petani menerapkan budidaya melon yang baik dan benar. Imbasnya kualitas buah baik dan konsumen merasa aman membeli produk.

Menurut peneliti dari Departemen Proteksi Tanaman Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. Ir. Kikin Hamzah Mutaqin, M.Si., Listeria monocytogenes spesies bakteri kelompok gram posititf. Bakteri berbentuk batang itu tidak membentuk spora, memiliki alat gerak flagela peritrichous, dan bersifat anaerob fakultatif. Artinya bakteri mampu hidup di lingkungan beroksigen atau tanpa oksigen. Menurut Kikin Listeria terdiri atas banyak strain atau serotipe, beberapa di antaranya bersifat patogenik terhadap manusia dan hewan.

Kasus serangan bakteri listeria di Australia mempengaruhi permintaan melon di Indonesia yang anjlok signifikan.

Kasus serangan bakteri listeria di Australia mempengaruhi permintaan melon di Indonesia yang anjlok signifikan.

Bakteri Listeria monocytogenes menyebabkan penyakit listeriosis. Strain lainnya yang non patogenik pada umumnya yang menjadi mikroflora normal dalam tubuh manusia, hewan, maupun lingkungan. Menurut Kikin bakteri Listeria monocytogenes patogen manusia dan hewan yang dapat mencemari makanan dan produk tanaman seperti melon. Bakteri penyebab penyakit listerosis itu bukan merupakan patogen pada tanaman.

Baca juga:  Cemara Cantik di Cikarang

Pada tanaman bakteri tidak menyebabkan penyakit walaupun tercemari. Pencemaran listeria ke melon terjadi karena kontak fisik antara tanaman atau bagian tanaman dengan lingkungan mengandung bakteri. Seperti tanah, bahan organik, kotoran, dan air yang tercemar listeria. Benih yang ditanam di tanah bisa jadi mengalami kontak atau tercemar bakteri listeria. Namun listeria bukan patogen tanaman sehingga benih tidak akan terpengaruhi oleh bakteri yang mampu hidup tanpa oksigen itu.

Tanaman yang tercemar bakteri Listeria pun tetap tumbuh hingga menghasilkan buah. Adapun buah hasil panen tidak serta-merta mengandung listeria hanya karena melalui tahap pertumbuhan dari benih yang tercemar. Buah dapat terkontaminasi akibat kontak yang baru dengan lingkungan sumber bakteri. Menurut ahli bakteriologi, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Dr. Tri Joko S.P., M.Sc., kontaminasi di lahan bisa terjadi karena penggunaan air pembuangan terkontaminasi feses manusia.

Selain itu kontaminasi mungkin terjadi akibat penggunaan kotoran ternak yang terkontaminasi listeria untuk pupuk. Oleh karena itu, Tri Joko menyarankan budidaya dengan cara yang dianjurkan atau good agricultural practices (GAP). Misalnya penggunaan pupuk kandang yang sudah matang dan sanitasi kebun. Menurut Tri Joko pada saat pengemasan buah pun harus di lokasi yang tidak terkontaminasi kotoran hewan ternak.

Tetap konsumsi

Menurut ahli gizi di Departeman Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor, Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan M.S. masyarakat sebaiknya tetap mengonsumsi melon. Sebab, buah kerabat mentimun itu bermanfaat bagi tubuh. Melon mengandung kalium yang bermanfaat pengendali hipertensi. Buah anggota famili Cucurbitaceae itu juga kaya karotenoid, yaitu antioksidan untuk mencegah radikal bebas yang merusak sel. Antioksidan berfungsi sebagai anti penuaan dini.

Gunakan pupuk kandang matang, yakni tidak berbau, berwarna hitam, dan tak menimbulkan panas ketika pupuk digenggam.

Gunakan pupuk kandang matang, yakni tidak berbau, berwarna hitam, dan tak menimbulkan panas ketika pupuk digenggam.

Melon yang kaya air bisa mengenyangkan dan kandungan energi rendah sehingga pas untuk pelaku diet. Menurut Khomsan pentingnya bagi karantina tanaman di Indonesia untuk menyosialisasikan bahaya dan cara penanganan buah melon yang terkontaminasi listeria. Dengan demikian masyarakat paham dan dapat menjaga diri. Khomsan mengatakan, masyarakat sebaiknya tetap mengonsumsi melon. Sebelum mengonsumsi, cuci bagian luar buah di air kran yang mengalir.

Baca juga:  Kendalikan Hama Hoya

Menurutt Tri Joko listeria pada melon biasanya hanya pada kulit dan tangkai buah. Oleh karena itu, mencuci bagian luar buah melon dengan air mengalir dapat mengurangi populasi bakteri pada kulit buah. Jadi tak perlu histeris menyikapi kasus bakteri Listeria. (Muhamad Fajar Ramadhan; Peliput: Fakhri Muhammad Luthfi, Irine Nindya Mustika, dan Rizky Sandra Pratiwi)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d