Untuk menghasilkan susu berkualitas perhatikan kebersihan dan jenis pakan

Untuk menghasilkan susu berkualitas perhatikan
kebersihan dan jenis pakan

Kebersihan menjadi kunci kualitas susu kambing.

Kandang kambing seluas 100 m2 di atas lahan 400 m2 di Desa Ciangsana, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor,  itu berada di tengah pemukiman penduduk. Namun, sejak 4 tahun silam tak satu warga pun mengeluh atas keberadaan peternakan milik Agus Susanto itu. Maklum, Agus rutin membersihkan kandang dan kambing sehingga aroma menyengat akibat kotoran pun sirna. Dengan menjaga kebersihan keduanya, kualitas susu kambing yang dihasilkan pun bagus, tanpa prengus atau aroma khas kotoran kambing.

Agus memang mendesain khusus kandang kambingnya. Kandang dibuat panggung. Lantai kandang dicor dan dibuat miring. Jarak dasar kandang  dengan tanah sekitar 70 cm. Itu memudahkan pekerja membersihkan dan mengumpulkan kotoran sebelum dijual. Agus juga membuat saluran selebar 30 cm di samping kandang sebagai jalur pembuangan air saat pembersihan kandang sehingga tidak ada genangan air.

Menurut Yuni Ermawati dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Tengah, genangan air menjadi tempat berkembangnya bakteri atau virus penyebab penyakit. Sementara Yusi Prasetyowati dari Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Airlangga, Surabaya, menuturkan sanitasi menghasilkan lingkungan bersih dan mampu mengurangi jumlah agen penyakit hingga 90%.

Kambing saanen di Ciangsana Farm mampu produksi susus 2-3 liter per hari

Kambing saanen di Ciangsana Farm mampu produksi susus 2-3 liter per hari

Mandi

Agus membersihkan kandang dua kali sehari, yaitu pada pukul 07.00 dan 15.00 pada saat pemberian pakan ampas tahu. Caranya, lantai kandang disemprot air hingga kotoran hilang atau jatuh ke bawah kandang. Kotoran kambing itu kemudian dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam karung bervolume 50 kg untuk dijual kepada konsumen seharga Rp6.000 per karung.  Biasanya dibuat untuk pupuk kebun atau taman.

Selain kandang, Agus juga selalu menjaga kebersihan 50 kambing perah miliknya. Setiap minggu peternak kambing perah jenis saanen, sapera, ettawa kaligesing, ettawa senduro, jawa randu, turunan boer, dan british alpine itu memandikan ternaknya. Setelah kambing keluar dari kandang, Agus mengikatnya di bawah pohon. Ia lalu memandikan di bawah sinar matahari agar pascamandi tubuh kambing cepat kering. “Hati-hati saat membersihkan bagian kepala, usahakan sabun atau sampo tidak terkena mata karena bisa menyebabkan sakit mata,” kata Agus. Bahkan sempat ia mengalami kematian seekor kambing karena kesalahan itu.

Baca juga:  Makan Pisang Beserta Kulit

Setelah semua tubuh kambing basah lalu cuci bulu dengan sampo agar kotoran dan lemak yang menempel hilang. Selanjutnya bilas tubuh kambing hingga sabun atau sampo bersih kemudian tempatkan pada area kering serta dijemur agar bulu serta tubuh kambing segera terbebas dari air. Dengan cara itu kambing selalu dalam keadaan bersih dan terhindar dari kutu pengganggu.

Agus memberikan pakan hijauan 3 jam setelah pemberian ampas tahu dan molase

Agus memberikan pakan hijauan 3 jam setelah pemberian ampas tahu dan molase

Pakan

Agus memberikan pakan 3 kali sehari. Pada pukul 07.00 ayah 3 anak itu memberikan 1—2,5 kg ampas tahu per kambing. Tiga jam kemudian ia berikan 5 karung pakan hijauan—berupa rumput atau dedaunan seperti daun jambu, nangka, mangga, dan daun legum—untuk 50 ekor kambing. Pada tengah hari kambing diberi campuran molase—kata lain tetes tebu—dan garam sebagai penambah energi. Sepertiga gayung molase dan tiga butir garam kotak ia larutkan ke dalam ember ukuran 40—50 liter air bersih. Jatah minum sepuasnya buat kambing. Pada pukul 15:00 Agus kembali memberi ampas tahu, sedangkan pada pukul 18:00 pakan berupa hijauan yang jumlahnya sama dengan pagi.

Untuk menjaga kualitas susu, Agus juga sangat memperhatikan teknik pemerahan. Sebelum memerah, Agus mengelap puting kambing dengan kain bersih yang telah dicelupkan ke dalam air hangat. Air hangat berfungsi membersihkan kotoran pada kambing dan juga sebagai perangsang agar susu bisa keluar lebih banyak.

Agus Susanto merintis bisnis kambing perah sejak tahun 2009

Agus Susanto merintis bisnis kambing perah sejak tahun 2009

Dengan perawatan seperti itu Agus rata-rata memperoleh 0,6—3  liter susu per ekor per hari. Pemerahan susu dilakukan 2 kali sehari, pagi dan sore hari. Saat Trubus berkunjung pada Maret 2014, dari 50 kambing hanya ada 12 ekor yang produktif. Kebanyakan berada pada fase hamil tua. Dari selusin kambing itu Agus memperoleh rata-rata 12 liter susu per hari. Susu kambing dijual seharga Rp35.000 per liter ke konsumen yang langsung datang ke farm atau bisa juga dikirim. Artinya, dalam sebulan Agus memperoleh omset sekitar Rp12,6 juta.

Baca juga:  Tanam Kurma Sekarang

Untuk meningkatkan produksi susu, Agus juga melakukan penyilangan. Ia menyilangkan saanen dan peranakan ettawa (PE) untuk menghasilkan sapera. Menurut Prof Dr I Ketut Sutama, periset di Balai Penelitian Ternak, persilangan saanen dan PE merupakan salah satu jalan pintas untuk meningkatkan produktivitas kambing perah. Saat laktasi pertama, sapera memproduksi 1,3 liter per ekor per hari. (Lutfi Kurniawan)

 

Kembung pada kambing memicu kematian

Kembung pada kambing memicu kematian

Cuaca tak menentu—antara lain suhu lingkungan yang dingin dan tiupan angin mengandung air—kerap membuat kambing sakit kembung. Penyakit itu menyebabkan kambing tidak atraktif, kehilangan nafsu makan, parahnya lagi menyebabkan kematian. Itu karena kelembapan terlalu tinggi. Menurut Carol Delaney, ahli kambing perah dari Universitas Vermont, Burlington, Amerika Serikat, kelembapan kandang yang baik berada pada kisaran 50—70%. Cara lain, hindari memberikan pakan hijauan yang masih mengandung embun pagi. Miastar Marfin, peternak di Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengobati kambing yang terserang kembung dengan pemberian air perasan rimpang kunyit, bawang putih, dan jahe dengan perbandingan 1 : 1 : 1 rimpang. Untuk 10 ml jamu ditambah seliter air bersih. Dosis kambing dewasa 10 ml dan kambing remaja 5 ml per ekor. (Lutfi Kurniawan/ Peliput: Syah Angkasa)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d