Avokad Sukses Buahkan Hass 1
Tabulampot avokad hass berumur 2,5 tahun milik Surya Waskita tumbuh baik dan berbuah di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Tabulampot avokad hass berumur 2,5 tahun milik Surya Waskita tumbuh baik dan berbuah di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Avokad hass yang banyak dibudidayakan di Australia kini berbuah di Indonesia.

Foto-foto avokad hass unggahan Surya Waskita di media sosial mencuri perhatian warga net. Pasalnya, varietas avokad yang ditemukan Rudolph Hass pada 1926 itu berbuah di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. “Banyak netizen tidak percaya. Mereka mengira saya menanam tanaman yang sudah berbuah,” ujar ayah 2 anak itu menirukan komentar para pegiat dunia maya.

Dari catatan Trubus, hass milik Waskita adalah yang pertama kali berbuah di Indonesia. Selama ini avokad hass banyak dibudidayakan di Australia. Ciri khas avokad bercita rasa enak dan pulen itu berkulit kasar. Beberapa pasar swalayan di kota-kota besar seperti Jakarta menjual avokad hass dengan harga premium, yakni mencapai Rp120.000 per kg. Pasar swalayan menjual hass dengan harga mahal karena diimpor dari Negeri Kanguru.

Tabulampot
Waskita menanam avokad hass pada 2016. Ketika itu ia menanam bibit avokad hass setinggi 1 m yang diperoleh dari kolektor buah unik, Rudy Harianto. Waskita lalu menanam bibit avokad hass ke dalam pot plastik berdiameter 80 cm berisi media tanam berupa campuran pasir dan tanah dengan perbandingan sama. Pehobi enchephalartos itu lalu menempatkan pot di tempat yang ternaungi plastik antiultraviolet.

Sebagai sumber nutrisi, Wasktika memberikan segenggam pupuk NPK 13-13-13 setiap 3—4 bulan sekali . Ia juga menambahkan pupuk cair yang mengandung beragam nutrisi, seperti nitrogen, vitamin B1, alkohol isoprofil. Waskita melarutkan 1,5 ml pupuk itu dalam 5 liter air sebelum digunakan. Ia lalu menyiramkan pupuk cair itu ke permukaan media tanam setiap bulan.

Baca juga:  Berpadu dalam Inovasi

Satu setengah bulan berselang bunga mulai bermunculan. Namun, tanpa sepengetahuan Waskita, orang tuanya memindahkan avokad ke tempat terbuka agar tanaman mendapat sinar matahari penuh. Sayangnya ketika itu musim hujan. Akibatnya sebagian besar bunga dan buah pentil rontok. “Saat itu hanya tersisa 5 buah pentil yang masih sehat,” ujar alumnus Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Universitas Muhammadiyah Malang, itu.

Untuk mempertahankan kelima buah itu Waskita memberikan pupuk NPK dan pupuk cair impor. Hasilnya, buah hass tetap bertahan, subur, dan tetap sehat. Hingga saat ini buah avokad hass baru seukuran telur bebek. “Avokad siap panen 3—5 bulan lagi. Saya tidak sabar untuk mencoba buah asal Australia itu,” ujarnya.

Avokad yang diduga hasil persilangan miki dengan hass di kebun Eflin Sirait

Avokad yang diduga hasil persilangan miki dengan hass di kebun Eflin Sirait

Silangan hass
Menurut pekebun avokad di Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Eflin Sirait, hass juga tumbuh baik di kebunnya dan sudah berbunga. Masa berbunga bersamaan dengan miki yang tumbuh di sekitar pohon hass milik Eflin. Sayangnya Eflin gagal mempertahankan bunga hass hingga panen lantaran bunga rontok tertiup angin kencang. Namun, ia menduga sebelum bunga hass rontok sempat menyerbuki bunga miki yang tumbuh di dekatnya.

Itu terlihat dari buah dari pohon miki yang tumbuh di dekat hass karakternya berubah. Penampilan buahnya sekilas mirip miki, tapi bertekstur kulit mirip hass yang berkulit kasar. Adapun ciri khas miki normal berkulit halus. Eflin memanen 5 buah avokad yang diduga persilangan antara miki dan hass pada Desember 2017. Bobot rata-rata buah 500—600 gram per buah.

Meski buah magori atau hasil panen perdanan kualitas rasa avokad boleh diadu. “Cita rasanya tak kalah dengan miki, malah lebih enak menurut saya,” ujar Eflin. Daging buah berwarna kuning mentega. Rasa daging buah pulen, lezat, lebih kering, tanpa rasa pahit, dan tanpa serat. Namun, bijinya sedikit lebih besar dari miki.

Baca juga:  Akuarium Biotope: Berpindah Alam ke Akuarium

Menurut S. Gazit dan C. Degani dari The Kennedy Leigh Centre for Horticultural Research dan The Hebrew University of Jerussalem, terdapat 2 tipe bunga pada avokad, yaitu tipe A dan B. Pada avokad tipe A bunga betina dan jantan tidak matang bersamaan sehingga tanaman yang tumbuh tunggal sulit berbuah meski sering berbunga. Adapun avokad tipe B memiliki bunga betina dan jantan yang matang bersamaan sehingga mampu menyerbuki meski tanaman tumbuh tunggal.

Seorang ahli tumbuhan asal Universitas Aberyswyth, Inggris, John Warren, menyebutkan perkawinan silang mungkin saja terjadi pada avokad. Tanaman kerabat kayu manis itu mempunyai banyak bunga betina di siang hari. Bunga betina itu menunggu serbuk sari yang dibawa lebah atau angin sehingga terjadi penyerbukan. Pada kasus di kebun Eflin, kemungkinan serbuk sari hass terbawa lebah atau angin sehingga menyerbuki bunga miki yang mekar bersamaan. “Saya senang jika persilangan ini melahirkan avokad jenis baru,” ujarnya.

Meski Eflin belum tahu pasti penyebab mutasi, ia merasa beruntung bahwa peristiwa itu terjadi pada avokad miliknya. “Jadi koleksi avokad saya bertambah banyak,” kata akuntan di perusahaan multinasional itu. Mutasi itu perlu mendapatkan perhatian dan penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan sifat unggul. (Tiffani Dias Anggraeni/Peliput: Bondan Setyawan)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *