Avokad tanpa biji dengan penampilan seperti mentimun.

Avokad tanpa biji dengan penampilan seperti mentimun.

 

Avokad mungil dan tanpa biji, tanpa rasa pahit meski konsumsi saat buah muda.

Avokad tanpa biji bisa dikupas seperti mengonsumsi pisang.

Avokad tanpa biji bisa dikupas seperti mengonsumsi pisang.

Buah avokad itu unik. Sekilas bentuknya mirip mentimun. Lazimnya buah Persea americana itu bulat atau mirip bohlam. Ukuran buah terbilang mungil. Per kilogram berisi 20—25 buah. Bandingkan dengan avokad lain pada umumnya terdiri atas 3—5 buah per kilogram. Keanehan buah anggota famili Lauraceae itu belum berakhir. Ketika pehobi buah di Kediri, Jawa Timur, Sondika membelah avokad, tak tampak ada biji.

Keruan saja porsi daging buah yang dapat dikonsumsi kian tinggi. “Beberapa saya cicip meski masih muda dan semuanya tanpa biji. Dari segi rasa enak plus tidak lembek. Selain itu juga tidak pahit. Padahal avokad biasa kalau dikonsumsi muda ada rasa pahitnya,” kata Sondika. Pehobi buah di Kota Malang, Jawa Timur, Ahut F Hendarul, juga mencicip avokad tanpa biji. Ia memperoleh buah itu dari sesama pehobi buah, Herfin Sasono.

Lebih mahal

Ahut F Hendarul mengatakan, “Rasanya cukup gurih dan tidak ada getirnya. Tekstur daging buahnya medium, tidak begitu basah dan tidak begitu pulen,” ujar Arul—sapaan akrab Ahut F Hendarul. Semula Arul kurang tertarik untuk mencicipi karena ukuran buah kecil. Menurut Arul avokad tanpa biji itu layak sebagai buah meja. Herfin Sasono membeli tiga kilogram avokad tanpa biji seharga Rp55.000 per kg.

Bandingkan dengan harga avokad lokal biasa, hanya Rp15.000—Rp25.000 per kg. “Saya peram dulu selama 3 hari. Di hari pertama setelah peram, buah masih agak keras, keesokkan harinya ada 1—2 buah yang matang dan lusanya semua buah matang,” ujar Herfin. Kematangan yang kurang seragam membuat Herfin kesusahan untuk menghabiskannya. Dari segi rasa, menurut Herfin masih kalah dengan avokad mentega yang sudah banyak beredar di pasaran. “Masih lebih istimewa avokad mentega,” ujarnya.

Baca juga:  Cabai Dunia

Menurut Herfin keunggulan utama buah kaya protein itu terletak pada penampilan buahnya yang lonjong seperti mentimun plus tanpa biji. “Dengan bentuk yang lonjong itu saya coba konsumsi dengan cara membukanya seperti hendak mengonsumsi pisang, tapi ternyata agak susah,” ujar Herfin. Namun penampilannya yang unik menjadi daya tarik utama avokad itu. Ketika Herfin mengunggah foto avokad mungil itu ke media sosial, banyak pehobi yang tertarik.

Bahkan ada pemasok buah ke pasar swalayan langsung memesan 100 kg kepada Herfin. Sayangnya buahnya terbatas. Prof. Dr. Sumeru Ashari dari Universitas Brawijaya menuturkan penampilan buah yang unik dan tanpa biji menjadi daya tarik utama avokad itu. “Pertama dari penampilan, baru selanjutnya rasa,” ujar Sumeru.

Salad

Pakar buah dari Institut Pertanian Bogor, Prof. Dr. Sobir mengatakan belum pernah mendapatkan avokad tanpa biji yang unik. “Sepertinya avokad yang tipe lonjong, tapi karena bijinya yang tidak terbentuk maka ukurannya menjadi lebih kecil lagi,” ujar Sobir. Hal itu membuat Prof Sobir menduga, penampilan unik avokad itu akibat mutasi genetika. “Dari segi rasa saya kira tidak selegit yang berbiji,” ujar Prof. Sobir.

Foto : Sondika dan Herfin Sasono Bobot per buah sekitar 50 g.

Foto : Sondika dan Herfin Sasono
Bobot per buah sekitar 50 g.

Menurut Sobir avokad berpenampilan seperti itu punya prospek bagus untuk salad atau dimakan langsung karena tak berbiji. Namun, kurang cocok untuk dikonsumsi sebagai minuman jus buah. “Buahnya terlalu kecil sehingga kurang cocok untuk jus,” ujar doktor Genetika Molekuler dari Universitas Okayama, Jepang, itu. Buah avokad mungil itu tersebar di berbagai daerah di Jawa Timur. “Setahu saya buahnya beredar di Malang dan Pasuruan,” ujar Teddy Soelistyo, penangkar bibit buah di Bogor, Jawa Barat.

Pemasok buah di Jember, Jawa Timur, Asroful Uswatun, menuturkan buah avokad mungil itu dijajakan di pasar Lawang, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Namun, ia juga tidak mengetahui pohon induknya. Herfin Sasono menuturkan buahnya tersebar di Situbondo dan Nganjuk. Sondika mendapatkan buah avokad mungil itu beserta ranting-rantingnya. “Saya mendapatkan beserta rantingnya. Seperti kalau kita membeli rambutan yang biasanya ada rantingnya,” ujar Sondika.

Sondika mendapat buah avokad tanpa biji beserta rantingnya.

Sondika mendapat buah avokad tanpa biji beserta rantingnya.

Dari ranting-ranting itulah ia kini memperbanyak bibitnya dengan grafting. “Dari 50-an sambungan hanya 30-an yang hidup. Sisanya mati karena terlalu lama menunggu batang bawah, sehingga batang atasnya sudah layu,” ujar lelaki kelahiran 6 April 1983 itu.

Baca juga:  Atraksi Cerdas Lucky

Herfin Sasono mendapat tawaran entres avokad tanpa biji sepanjang 10 cm. Harganya Rp200.000 per entres. “Kalau memang ada dan terjamin, saya berani beli. Tapi sampai saat ini belum ada kabar lagi mengenai entres itu,” ujar Herfin.

Teddy Soelistyo menyarankan untuk mengetahui pohon induknya terlebih dahulu untuk memastikan jaminan buah dan bibit avokad mungil itu. Sayangnya, hingga kini keberadaan pohon induk belum diketahui lokasi tepatnya. Herfin Sasono mendapat kabar kebun itu berada di Pacet, Mojosari. Kabupaten Mojokerto. Penangkar buah di Yogyakarta, Wiwik Wijayahadi, memperoleh info avokad mungil itu berasal dari Banyuwangi.

Sondika berhasil memperbanyak avokad tanpa biji dari ranting buah.

Sondika berhasil memperbanyak avokad tanpa biji dari ranting buah.

Asroful Uswatun mendapat kabar kebun itu ada di Pasuruan, Jawa Timur. Menurut Sondika, kebun avokad itu berada di Mojokerto, Jawa Timur. “Pemilik kebun minta dirahasiakan lokasi tepatnya dan sekarang lebih fokus ke produksi buah bukan ke bibit,” ujar Sondika. Menurut ayah dua anak itu, munculnya avokad mungil tanpa biji itu setidaknya memecahkan kesimpangsiuran bahwa avokad tanpa biji memang ada dan sudah berbuah di Indonesia.

“Sebelumnya banyak beredar kabar ada avokad tanpa biji. Namun, belum pernah terbukti,” ujarnya. Wiwik Wijayahadi menuturkan kabar avokad tanpa biji memang sudah terdengar lama. Namun, saat itu kurang publikasi dan buahnya belum terbukti tanpa biji. Kini, avokad tanpa biji itu sudah muncul dengan ukuran yang mungil berisi 20 buah per kg. Namun bibit dan pohon induknya masih simpangsiur. (Bondan Setyawan)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d