Atasi Lumpuh Otak 1

Konsumsi herbal membantu menyembuhkan pasien lumpuh otak atau cerebral palsy.

Ligusticum chuanxiong, salah satu herbal untuk atasi lumpuh otak. (Dokumentasi Klinik Citra Insani)

Ligusticum chuanxiong, salah satu herbal untuk atasi lumpuh otak. (Dokumentasi Klinik Citra Insani)

Puan Indrawati Santoso gelisah melihat putrinya yang berumur 5 bulan tak kunjung bisa menggerakkan leher. Itulah sebabnya Puan membawa putrinya ke sebuah rumahsakit di Surabaya, Jawa Timur. Setelah membaca pindaian otak (brain scan), dokter mendiagnosis bayi Puan menderita cerebral palsy. Dari hasil pemerikasaan itu, dokter mengatakan jika putrinya pada usia 7 tahun belum bisa berjalan maka seumur hidup putrinya tak akan berjalan.

Dokter menyarankan fisioterapi untuk penyembuhannya. Akhirnya selama 5 tahun Puan rutin membawa buah hatinya ke tempat fisioterapi. “Kadang satu minggu bisa 2—3 kali,” katanya. Namun, hasilnya nihil. Puan tak mendapat hasil yang signifikan. Salah satu kemajuan putrinya hanya bisa sampai duduk dari semula tak bisa melakukan apa-apa.

Lumpuh otak
Menurut dokter di klinik Citra Insani, Kota Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, dr Okti Andriansyah, cerebral palsy atau kelumpuhan otak biasanya menyerang anak pada usia di bawah 5 tahun. Menurut Okti cedera otak bisa terjadi sejak masih dalam kandungan, saat proses persalinan, bayi baru lahir, atau balita. “Namun, kebanyakan penyebabnya tidak diketahui,” ujar dokter alumnus Universitas Sebelas Maret itu.

Menurut Okti cedera otak bisa juga akibat kadar birilubin yang tinggi dalam darah sehingga menyebabkan karnikterus alias peningkatan bilirubin (ikterus) sehingga menyebabkan kerusakan otak. Penyebab lain penyakit berat pada tahun pertama kehidupan bayi, seperti meningitis sepsis, trauma, dan dehidrasi berat. “Cedera kepala dan cedera pembuluh darah juga bisa menenjadi penyebab kelumpuhan otak,” kata Okti.

Prof H M Yusuf, herbalis asal Kota Sukabumi, Provinsi Jawa Barat.

Prof H M Yusuf, herbalis asal Kota Sukabumi, Provinsi Jawa Barat.

Menurut dosen Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret, Dr Abdul Salim M Kes, berdasarkan kemampuan fungsionalnya, anak yang mengidap cerebral palsy terbagi menjadi tiga golongan, yaitu golongan ringan, sedang, dan berat. Penderita cerebral palsy golongan ringan umumnya dapat bergaul dengan anak sehat lainnya dan tidak mengganggu kehidupan sehari-hari dan pendidikan.

Baca juga:  Buah Kebiul Untuk Penderita Gagal Ginjal

Sementara golongan sedang relatif membutuhkan pendidikan khusus dan alat bantu untuk kehidupan sehari-hari. Adapun golongan berat sulit melakukan kegiatan sehari-hari dan perlu bantuan dari orang lain. Menurut sinse di Klinik Citra Insani, Prof (HC) HM Yusuf, penyakit yang menyerang fungsi otak itu sebetulnya masih bisa disembuhkan. “Perumpamaannya seperti kabel yang terputus, perlu disambungkan lagi agar kinerja otak kembali baik,” katanya.

Ragam herbal
Penanganan sedini mungkin dapat mempercepat penyembuhan penderita cerebral palsy. “Pasien nonbalita pun masih bisa disembuhkan, hanya saja waktu penyembuhan relatif lama,” tutur ahli pengobatan Tiongkok itu. Menurut Yusuf hingga kini penanganan penyakit cerebral palsy di tanahair belum terlalu serius. “Negara yang menangani cerebral palsy dengan serius salah satunya adalah Tiongkok,” papar Yusuf.

dr Okti Andriansyah, dokter di Klinik Citra Insani, Sukabumi, Jawa Barat.

dr Okti Andriansyah, dokter di Klinik Citra Insani, Sukabumi, Jawa Barat.

Padahal, untuk membantu menyembuhkan cerebral palsy dapat memadukan tindakan medis seperti operasi dan rehabilitasi menggunakan herbal. Pria yang juga ahli akupuntur itu menuturkan operasi yang kerap dilakukan untuk mengatasi cerebral palsy biasanya di bagian leher penderita. Setelah itu baru direhabilitasi menggunakan herbal. “Dalam kurun waktu 1 bulan kondisi pasien bisa membaik 70—80%,” katanya.

Menurut Yusuf setidaknya ada 10—20 jenis herbal yang dapat digunakan untuk membantu mengobati cerebral palsy. Namun, salah satu herbal yang utama adalah akar Ligusticum sp atau chuan xiong. Tanaman yang tumbuh di Provinsi Xichuan, Tiongkok, itu terkenal ampuh meredakan berbagai rasa nyeri. “Masyarakat Tiongkok menggunakan akar chuan xiong untuk mengatasi nyeri haid, sakit kepala membandel, dan rematik,” papar Yusuf.

Untuk pengobatan cereblral palsy, chuan xiong berperan sebagai melancarkan peredaran darah. Untuk mengonsumsinya iris tipis chuan xiong, lalu rebus dalam 3 gelas air hingga mendidih dan tersisa segelas. Setelah dingin, minum air rebusan 3 kali sehari. Jumlah chuan xiong disesuaikan dengan kondisi penyakit pasien. Untuk mengobati nyeri akibat haid, rematik, dan sakit kepala, cukup rebus 9—15 gram chuan xiong.

Baca juga:  Bukti Seledri Antioksidan

“Untuk mengobati cerebral palsy perlu 30—40 gram chuan xiong,” kata Yusuf. Menurut Yusuf sejak 1933 di Tiongkok sudah memproduksi chuan xiong dalam bentuk infus dan suntikan. “Namun, dengan mengonsumsi 1 gelas air rebusan secara rutin 3 kali sehari juga berkhasiat sama,” kata Yusuf. Untuk anak di bawah 5 tahun cukup mengonsumsi seperempat gelas air rebusan chuan xiong dengan frekuensi konsumsi sama.

562_-118Yusuf menyayangkan penderita cerebral palsy di tanah air kebanyakan tidak diobati dan malah disembunyikan. Padahal, Yusuf berpendapat dengan penanganan tepat pasien dapat sembuh dalam waktu 2 bulan pascaoperasi. “Jika sudah sembuh penderita bisa bersosialisasi normal dan sehat kembali,” kata Yusuf. (Muhamad Fajar Ramadhan)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *