Atasi Hama Nomor Satu

Hama penggerek batang musuh utama tin, selain karat daun.

Kumbang tanduk panjang hama nomor satu tanaman tin.

Kumbang tanduk panjang hama nomor satu tanaman tin.

Kumbang tanduk panjang menghancurkan impian pekebun di Gerik, Perak, Malaysia, Mattopi Lala, untuk memetik buah tin. Sebanyak 100 pohon tin varietas BTM-6 di kebun Mattopi mati akibat serangan Batocera rufomaculata. Kumbang anggota famili Cerambycidae itu memakan bagian dalam batang tin lalu bersarang di dalamnya. Mattopi Lala mengatakan, salah membuka kebun tin di sekitar hutan lebat dan bersebelahan dengan kebun karet.

Kumbang mulai serangan dari batang lunak hingga batang keras.

Kumbang mulai serangan dari batang lunak hingga batang keras.

Apalagi ia menanamnya di tempat terbuka, tanpa penutup baik jaring atau greenhouse. ”Penggerek batang mungkin datang dari kebun karet itu. Silapnya saya tanam secara terbuka. Bila menanamnya secara tertutup menggunakan rumah plastik mungkin tidak apa,” ujar pria 61 tahun itu. Petani tin itu mencoba mengendalikan serangan kumbang dengan insektsida. Namun, upaya gagal.

Tak mempan insektisida
Mattopi menduga kumbang berkembang-biak di kebun karet yang banyak kayu lapuk. Makanya ia menyarankan, “Bila memilih lokasi untuk kebun tin sebaiknya tidak bersebelahan dengan ladang karet atau di tepi hutan lebat,” ujar Mattopi Lala. Tetangga Matopi yang menanam 20 pohon varietas BTM-6 juga bernasib sama. “Penggunaan insektisida tidak memberi hasil maksimal jika tidak digunakan sekerap mungkin. Namun, itu tidak elok,” ujar Matoppi.

Pemakain media tidak matang mengundang nematoda.

Pemakain media tidak matang mengundang nematoda.

Kebun di bukit itu sebenarnya untuk pembibitan masal. Namun, belum sempat berproduksi kumbang menyerangnya. “Masa itu saya kurang arif tentang penggerek batang sehingga banyak tanaman mati,” ujar Mattopi Lala. Menurut petani tin di Selangor, Malaysia, Fahmie Abu Bakar, kebun di pinggir hutan itu sangat rentan terserang hama yang datang dari hutan. Salah satu pioner tin di Malaysia itu mengatakan, hama itu masih bisa diatasi.

Upaya mengontrol hama dengan memasang jaring dan sering mengontrol tanaman. “Di kebun saya pun pernah ada hama penggerek batang. Namun, sejak saya memasang jaring, tanaman selamat dari serangannya,” kata pemilik grup bisnis Formeniaga di Seri Kembangan, Selangor itu. Ukuran hama penggerek batang itu besar, sehingga bila petani memasang jaring hama tidak dapat menembus masuk.

Menurut Fahmie bila pohon luka, harus segera ditutup dengan cat. Baik luka karena kena mesin pangkas rumput, terbakar sinar matahari, luka pangkas, atau luka cangkok. Menurut Fahmie kebun tin terkemuka di Spanyol, yaitu Monserrat Pons Boscana, pun melakukan hal serupa. Para petani di negeri Matador melumuri pangkal batang hingga setinggi 120 cm dengan pestisida.

Sanitasi kebun

Mattopi Lala rugi puluhan juta rupiah akibat 100-an pohon tin diserang kumbang.

Mattopi Lala rugi puluhan juta rupiah akibat 100-an pohon tin diserang kumbang.

Fahmie mengatakan, petani pun bisa memakai cat kayu untuk menutup luka. Bila serangga itu telanjur masuk, Fahmie menggunakan pestisida yang mengandung Bacillus thuringiensis spp kurastaki. Menurut kolektor tin Jakarta Selatan, Fauzi Efendi, hama penggerek batang juga termasuk hama penting tin di Indonesia. Menurut Fauzi bila petani tidak merawat kebun dengan baik, serangga itu bisa merusak 10—20% populasi.

Tags:
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x